LSM Pilar Bangsa Kecam Dugaan Pemerasan Kepala Sekolah di Inhu Oleh Jaksa

Selasa, 21 Juli 2020 11:07:36
LSM Pilar Bangsa Kecam Dugaan Pemerasan Kepala Sekolah di Inhu Oleh Jaksa
Superleni

Pekanbaru, inforiau.co - Pengamat sosial dan aktivis LSM Pilar Bangsa, Superleni memgomentari terkait hangatnya pemberitaan dugaan adanya tindakan pemerasan oleh oknum jaksa di Indragiri Hulu (Inhu) kepada puluhan kepala sekolah SMP se Kabupaten Indragiri Hulu.

Saat diwawancarai di Pekanbaru, Selasa (21/7/2020) Superleni mengecam keras perbuatan oknum jaksa jika benar adanya perbuatan tersebut terjadi. Menurutnya sangat kuat dugaan perbuatan upaya pemerasan kepada para kepala sekolah di Inhu ini dialami, sehingga para kepala sekolah secara serentak bersama-sama menyatakan mengundurkan diri.

"Kita rasa tak mungkin mereka mengundurkan diri secara serentak jika tak ada persoalan. Jika perbuatan pemerasan ini terjadi dan dilakukan oleh oknum jaksa maka kita sangat mengecamnya. Kepada aparat penegak hukum yang berwenang agar dapat mengusutnya. Hal ini tentu meresahkan masyarakat, dan mengancam psikologis para pendidik di sekolah-sekolah di Riau," katanya.

Diharapkan Superleni, Kapolda Riau dan Kejati Riau melalui bagian pengawasan jaksa agar serius mengusut kasus yang telah mencuat ini.

"Kita berharap kasus ini diusut tuntas dan terang benderang agar tercipta maruah penegakan hukum di Riau, bukan dijadikan alat kekuasaan untuk menakut-nakuti masyarakat, apalagi penyalahgunaan kewenangan untuk memperoleh keuntungan secara pribadi," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan 64 kepala sekolah di Inhu ramai-ramai mengundurkan diri karena tak tahan dengan adanya permintaan uang dari Kasi Pidsus Kejari Inhu. Bahkan melalui pendampingan Lembaga Konsultasi Hukum PGRI, Taufik Tanjung, SH para kepala sekolah ini telah melaporkan kejadian yang mereka alami ke Kejaksan Tinggi Riau, Senin 20 Juli 2020.ir

KOMENTAR