Pemkab Kampar Harus Evaluasi Sistem Isolasi ODP Covid-19

Sabtu, 25 Juli 2020 14:55:55 278
Pemkab Kampar Harus Evaluasi Sistem Isolasi ODP Covid-19

Jakarta - Satgas Covid-19 Pemkab Kampar saat ini mengisolasi Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 114 orang dan 30 orang Kepala Puskesmas yang diisolasi mandiri. Namun prosea isolasi ini disebut banyak ketimpangan dan ketidaksiapan Tim Satgas.

Ketimpangan itu disampaikan oleh Anggota DPR RI Dapil Riau 2, H Syahrul Aidi Maazat Lc MA, saat dihubungi pada Sabtu (25/4/2020) pagi yang juga saat ini diamanahkan sebagai Timwas Covid-19 DPR RI. Selaku Timwas, beliau selalu mendapatkan informasi dari berbagai daerah terkait pelayanan penanggulangan Covid-19. Tak terkecuali laporan yang berasal dari Riau.

"Saya mendapatkan banyak laporan dari masyarakat bahwa Tim Satgas Covid-19 Pemkab Kampar yang informasinya mereka tidak siap mengisolasi para ODP. Kita minta Pemkab Kampar mengevaluasi proses dan sistem pelayanan isolasi." tutur Syahrul Aidi di ujung telepon.

Beberapa laporan yang dia terima yaitu adanya ketimpangan ODP yang diisolasi bersama dan isolasi mandiri. 114 pegawai puskesmas Bangkinang Kota diisolasi bersama di Stanum dan PMI Kampar yang tidak kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Sementara 30 Kapus yang kontak erat dengan pasien positif Covis-19 cukup diisolasi mandiri saja.

"Kemudian juga laporannya bahwa fasilitas tidak lengkap. Ada keluhan mereka yang tidur dalam satu ruangan sampai 8 orang. Lampu mati, bahkan ada yang menemukan kalajengking. Tragisnya ada juga yang tidur di koridor ruangan. Sehingga semua ini membuat mereka tidak nyaman." tambahnya.

Selain meminta agar mengevaluasi sistem, Syahrul Aidi juga meminta keadilan dalam sistem isolasi. Kemudian tak kalah pentingnya harus dan proposional sesuai dengan ketentuan berlaku.

"Kita juga meminta DPRD Kampar turut mengawasi prosea isolasi ini ataupun penanganan Covid-19 lainnya" tutupnya.mt

KOMENTAR