Pakhtakor vs Al-Nassr: Tanpa Ronaldo, Joao Felix Bersinar di Panggung Asia
Inforiau – 02 November 2026 | Laga pakhtakor vs al-nassr di matchday keempat AFC Champions League Elite 2026/2027 menyita perhatian besar pencinta sepak bola Asia. Bertanding di Stadion Markaziy, Tashkent, Uzbekistan, Senin (2/11) malam waktu setempat, Al-Nassr datang tanpa megabintang Cristiano Ronaldo, namun tetap tampil perkasa dan menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1 atas tuan rumah Pakhtakor.
Absennya Ronaldo memang menjadi sorotan utama sebelum pertandingan. Pelatih Al-Nassr, Ange Postecoglou, memutuskan tidak membawa kapten asal Portugal itu ke Tashkent. Keputusan serupa juga diberikan kepada Kingsley Coman dan Mohamed Simakan. Dalam konferensi pers di Uzbekistan, Postecoglou menjelaskan bahwa rotasi dilakukan untuk menjaga kebugaran skuad di tengah padatnya jadwal dan banyaknya perjalanan yang harus ditempuh.
Keputusan rotasi itu sempat memicu keraguan. Ronaldo baru saja mencetak hattrick saat Al-Nassr menghadapi Al-Kholood di Liga Pro Saudi pekan lalu, sekaligus mengoleksi 985 gol sepanjang kariernya. Dengan ambisi menembus 1.000 gol yang masih terbuka, sebagian pengamat menilai lini serang Al-Nassr berpotensi tumpul. Namun, dalam duel pakhtakor vs al-nassr ini, Postecoglou membuktikan bahwa skuadnya memiliki kedalaman yang memadai.
Al-Nassr langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal. Abdullah Al-Hamdan mendapat umpan dari Ayman Yahya, tetapi tembakan diagonalnya masih membentur tiang gawang. Pada menit ke-11, Pakhtakor nyaris membalas melalui Stephen Chinedu yang berduel dengan kiper Bento, namun kiper asal Brasil itu sigap mengamankan bola. Beberapa saat kemudian, giliran Al-Hamdan yang mengancam lewat tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi kiper Vladimir Nazarov mampu menepisnya.
Gol yang dinanti akhirnya lahir pada menit ke-16. Umpan Joao Felix membuat Al-Hamdan leluasa melepaskan tembakan langsung ke gawang. Hanya berselang satu menit, Joao Felix mencetak gol pertama bagi dirinya pada menit ke-17. Pemain asal Portugal itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-32, membawa Al-Nassr unggul jauh. Pakhtakor sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-36 melalui gol Flamarion, sehingga babak pertama berakhir 3-1 untuk keunggulan tim tamu.
Memasuki babak kedua, Al-Nassr tidak mengendurkan tekanan. Sadio Mane melepaskan tembakan yang masih gagal menemui sasaran. Pada menit ke-50, Al-Hamdan nyaris mencetak gol keduanya, tetapi tembakan diagonal mendatarnya masih tipis di sisi luar kanan gawang Pakhtakor. Keunggulan Al-Nassr bertambah pada menit ke-79 melalui gol yang melengkapi catatan brace Joao Felix, sekaligus menutup pertandingan dengan skor 4-1.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Al-Nassr yang tengah berburu gelar Asia pertama mereka. Sebelum laga pakhtakor vs al-nassr, The Knights of Najd mencatatkan lima kemenangan beruntun di semua kompetisi dan mencetak sedikitnya tiga gol dalam empat dari lima pertandingan terakhir. Meski sempat mengawali kompetisi dengan hasil kurang memuaskan dan sempat menempati peringkat kesembilan klasemen zona Barat, perlahan Al-Nassr menemukan ritme permainannya.
Di sisi lain, Pakhtakor sebenarnya memiliki keuntungan bermain di kandang dan catatan cukup baik ketika menghadapi klub-klub Arab Saudi. Namun, keunggulan itu belum cukup untuk membendung agresivitas lini serang Al-Nassr yang tetap tajam meski tanpa Ronaldo. Kompetisi ACL Elite sendiri terbagi menjadi zona Timur dan Barat, masing-masing dihuni 16 tim, dengan delapan klub terbaik dari setiap zona berhak melaju ke fase gugur.
Duel pakhtakor vs al-nassr ini sekaligus menjawab keraguan publik tentang ketergantungan Al-Nassr pada Ronaldo. Joao Felix tampil sebagai bintang dengan dua golnya, sementara Abdullah Al-Hamdan dan Sadio Mane turut memberi kontribusi besar. Postecoglou menegaskan bahwa kondisi persiapan timnya kini berada di tahap yang sangat baik setelah melewati awal musim yang sulit.
Sebagai penutup, hasil pakhtakor vs al-nassr dengan skor 4-1 menegaskan bahwa Al-Nassr tetap menjadi salah satu kandidat kuat di zona Barat meski tanpa pemain terbaiknya. Rotasi yang diterapkan Postecoglou terbukti berhasil menjaga kesegaran skuad sekaligus mempertahankan ketajaman lini depan. Bagi Pakhtakor, kekalahan di kandang sendiri menjadi evaluasi penting untuk memperbaiki pertahanan pada laga-laga berikutnya. Sementara itu, Ronaldo kini dapat beristirahat dan bersiap mengejar target 1.000 gol karier pada pertandingan selanjutnya.
