Inforiau – 03 November 2026 | Calon Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dari Uni Emirat Arab, Lana Nusseibeh, secara terbuka menyampaikan apresiasi tinggi kepada Indonesia. Dalam pernyataannya, Calon Sekjen PBB Lana Nusseibeh sanjung RI penggerak multilateralisme, menyoroti peran aktif Jakarta dalam memperkuat kerja sama internasional dan menjaga stabilitas global. Pujian tersebut disampaikan saat Nusseibeh memaparkan visi dan misinya jika terpilih memimpin organisasi dunia tersebut.
Nusseibeh menilai Indonesia bukan sekadar anggota PBB biasa, melainkan motor penggerak yang konsisten mendorong dialog antarnegara. Menurutnya, komitmen Indonesia terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB telah terbukti melalui berbagai inisiatif diplomasi, termasuk perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. “Indonesia adalah contoh nyata bagaimana sebuah negara dapat menjadi jembatan bagi kepentingan yang berbeda di kancah global,” ujarnya dalam forum yang dihadiri sejumlah diplomat dan perwakilan negara sahabat.
Dalam kesempatan itu, Calon Sekjen PBB Lana Nusseibeh sanjung RI penggerak multilateralisme juga menyinggung peran Indonesia dalam menjaga solidaritas negara-negara berkembang. Ia menilai suara Indonesia selalu didengar dan dihormati karena konsistensinya memperjuangkan keadilan dan kesetaraan. Nusseibeh bahkan menyebut Indonesia sebagai mitra strategis dalam upaya reformasi PBB agar lebih responsif terhadap tantangan abad ke-21.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Pengamat hubungan internasional menilai pujian Nusseibeh mencerminkan pengakuan dunia atas kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. “Ini adalah modal diplomasi yang sangat berharga. Indonesia tidak hanya diakui di kawasan, tetapi juga di tingkat global,” kata seorang analis. Ia menambahkan bahwa dukungan terhadap multilateralisme semakin relevan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan fragmentasi global.
Sebagai calon pemimpin PBB, Nusseibeh berkomitmen untuk membawa perubahan dalam organisasi tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas kawasan, penguatan lembaga multilateral, serta peningkatan kapasitas PBB dalam merespons krisis. Dalam visinya, negara-negara seperti Indonesia akan memainkan peran kunci sebagai mitra dalam mewujudkan tata kelola global yang lebih inklusif. Calon Sekjen PBB Lana Nusseibeh sanjung RI penggerak multilateralisme bukan tanpa alasan, sebab rekam jejak Indonesia di berbagai misi perdamaian PBB turut menjadi bukti nyata.
Selain itu, Nusseibeh menyoroti pentingnya kerja sama Selatan-Selatan yang selama ini menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Ia berpendapat bahwa solidaritas antarnegara berkembang harus terus diperkuat untuk menghadapi tantangan bersama, seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan ketimpangan. Dukungan terhadap multilateralisme, menurutnya, bukan sekadar retorika, melainkan kebutuhan mendesak untuk menciptakan dunia yang lebih stabil dan adil.
Dalam konteks pemilihan Sekjen PBB, dukungan terhadap kandidat dari kawasan Timur Tengah juga menjadi sorotan. Nusseibeh dianggap memiliki pengalaman diplomatik yang mumpuni, termasuk saat menjabat sebagai Duta Besar UEA untuk PBB. Ia dikenal vokal dalam isu perempuan, perdamaian, dan keamanan. Jika terpilih, ia akan menjadi perempuan pertama yang memimpin PBB, sebuah tonggak sejarah yang disambut baik oleh banyak pihak.
Indonesia sendiri menyambut baik pencalonan Nusseibeh. Meski belum ada pernyataan resmi, hubungan bilateral yang hangat antara Indonesia dan UEA menjadi modal positif. Dukungan Indonesia terhadap multilateralisme sejalan dengan visi Nusseibeh yang ingin memperkuat peran PBB sebagai pusat koordinasi global. Calon Sekjen PBB Lana Nusseibeh sanjung RI penggerak multilateralisme menjadi cermin betapa pentingnya sinergi antara negara anggota dan calon pemimpin PBB.
Ke depan, tantangan multilateralisme semakin kompleks. Pandemi, konflik bersenjata, dan krisis iklim menuntut kerja sama yang lebih erat. Dalam hal ini, Indonesia diharapkan terus menjadi motor penggerak, tidak hanya di kawasan Asia Tenggara tetapi juga di tingkat global. Pujian Nusseibeh setidaknya menjadi legitimasi bahwa Indonesia berada di jalur yang benar dalam memperjuangkan tatanan dunia yang lebih baik.
Dengan demikian, apresiasi dari Calon Sekjen PBB Lana Nusseibeh sanjung RI penggerak multilateralisme menjadi pengingat bahwa diplomasi Indonesia diakui dan dihargai. Ini juga menjadi dorongan bagi Indonesia untuk terus berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan kerja sama internasional. Multilateralisme bukan pilihan, melainkan keharusan, dan Indonesia telah membuktikan komitmennya.
