Nilai Ekspor Riau Januari-September 2026 Naik 6,61 Persen, Sektor Non Migas Jadi Motor Penggerak
Inforiau – 03 November 2026 | Nilai ekspor Riau Januari-September 2026 naik 6 61 persen menjadi 16,92 miliar dolar Amerika Serikat, sebuah capaian yang menegaskan kembali vitalitas sektor perdagangan luar negeri Provinsi Riau di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Angka tersebut disampaikan langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau dalam keterangan resmi yang dirilis di Pekanbaru, Senin, dan menjadi sorotan karena berhasil melampaui performa periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa peningkatan ini terutama ditopang oleh kinerja ekspor non minyak bumi dan gas yang mencatat nilai sebesar 16,47 miliar dolar AS, atau tumbuh 10,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, nilai ekspor Riau Januari-September 2026 naik 6 61 persen secara keseluruhan, sementara kontribusi sektor non migas menjadi tulang punggung utama pertumbuhan tersebut.
Struktur Ekspor dan Kontribusi Sektor Non Migas
Data yang dihimpun BPS Riau menunjukkan bahwa sektor non migas kini mendominasi struktur ekspor daerah, mencerminkan pergeseran yang semakin nyata dari ketergantungan pada komoditas minyak dan gas bumi. Berikut gambaran ringkas komposisi ekspor Riau pada periode Januari–September 2026:
| Kategori Ekspor | Nilai (Miliar USD) | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|
| Non Migas | 16,47 | +10,58 persen |
| Total Ekspor | 16,92 | +6,61 persen |
Angka tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan total ekspor tidak terlepas dari performa sektor non migas yang tumbuh dua digit. Meski demikian, nilai ekspor Riau Januari-September 2026 naik 6 61 persen secara agregat, yang berarti pertumbuhan pada sektor non migas turut diimbangi oleh dinamika sektor migas yang nilainya relatif lebih kecil atau mengalami penyesuaian.
Faktor Pendorong dan Tantangan ke Depan
Selain itu, perbaikan harga komoditas di pasar internasional serta diversifikasi pasar tujuan ekspor turut memberikan kontribusi positif. Meskipun demikian, tantangan tetap membayangi, mulai dari fluktuasi harga komoditas global, kebijakan perdagangan negara mitra, hingga isu keberlanjutan yang semakin ketat di pasar Eropa dan Amerika Serikat.
Pemerintah daerah diharapkan terus mendorong hilirisasi produk agar nilai tambah ekspor tidak hanya bertumpu pada bahan mentah. Penguatan infrastruktur pelabuhan, efisiensi logistik, serta dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor menjadi langkah penting untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Kinerja positif ini juga menjadi sinyal bahwa nilai ekspor Riau Januari-September 2026 naik 6 61 persen bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari daya saing daerah yang perlu terus dijaga. Apabila tren ini berlanjut hingga akhir tahun, Riau berpeluang mencatatkan rekor baru dalam nilai ekspor tahunan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu provinsi penyumbang devisa terbesar di Indonesia.
Secara keseluruhan, capaian nilai ekspor Riau Januari-September 2026 naik 6 61 persen menjadi 16,92 miliar dolar AS menunjukkan resiliensi ekonomi daerah di tengah tekanan global. Dominasi sektor non migas yang tumbuh 10,58 persen menjadi bukti bahwa strategi diversifikasi mulai membuahkan hasil. Ke depan, konsistensi kebijakan, inovasi produk, dan penguatan akses pasar akan menjadi kunci agar tren positif ini tidak berhenti di tengah jalan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Riau dapat mempertahankan momentum ekspornya dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.
