Luis Suárez Cetak Sejarah di Sporting Meski Harus Tertunduk di Liga Champions
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Penampilan impresif kembali ditunjukkan oleh Luis Suárez dalam laga lanjutan Liga Champions Eropa. Striker berkebangsaan Kolombia itu tampil sebagai pencetak dua gol bagi Sporting CP, meski pada akhirnya timnya harus mengakui keunggulan LASK Linz dengan skor 2-3 di Estádio José Alvalade, Lisbon, Portugal, Rabu (21/10) malam waktu setempat. Duel tersebut merupakan pertandingan ketiga fase liga Liga Champions musim 2026/2027 yang menyajikan drama bagi kedua tim.
Luis Suárez membuka keunggulan tuan rumah pada menit kelima melalui eksekusi penalti. Wasit asal Skotlandia, Nick Walsh, menilai Nestory Irankunda dilanggar di dalam kotak terlarang. Eksekusi Luis Suárez terbilang sempurna, bola meluncur deras ke dekat tiang kanan gawang yang dijaga Lukas Jungwirth. Gol tersebut sempat membuat para pendukung Sporting bersorak optimistis meraih kemenangan ketiga beruntun.
LASK Bangkit dan Berbalik Unggul
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Sepuluh menit berselang, Christoph Lang menyamakan kedudukan lewat tembakan terukur dari tepi kotak penalti. Bola hasil umpan Kasper Jørgensen itu meluncur melewati kiper dan masuk ke sudut jauh gawang. Babak pertama berakhir dengan skor imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, LASK tampil lebih klinis. Sasa Kalajdžić membawa tim tamu memimpin pada menit ke-63 lewat serangan balik cepat, memanfaatkan umpan Robert Ljubičić. Lima menit kemudian, Krystof Daněk memperlebar jarak menjadi 3-1 setelah menerima assist Samuel Adeniran. Ketangguhan lini belakang Sporting mulai goyah menghadapi serangan balik yang diperagakan skuad asuhan Dietmar Kühbauer.
Harapan tuan rumah kembali muncul pada menit ke-89. Luis Suárez kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola muntahan di depan gawang, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3. Sayangnya, waktu yang tersisa tidak cukup untuk menyamakan kedudukan. Kekalahan ini sekaligus mengakhiri catatan sempurna Sporting yang sebelumnya menang di dua laga awal.
Usai pertandingan, Luis Suárez menyampaikan kekecewaannya. “Hari ini kami ingin meraih kemenangan dan memberikan kebahagiaan kepada masyarakat. Secara pribadi saya masih banyak yang harus diperbaiki. Semoga ini menjadi pelajaran untuk ke depan,” ujarnya seperti dikutip dari wawancara pasca laga.
Rekor Historis yang Diraih Luis Suárez
Meski timnya kalah, torehan dua gol tersebut menempatkan Luis Suárez dalam jajaran pencatat sejarah klub. Pemain berusia 28 tahun kelahiran Santa Marta itu kini telah mencetak gol dalam sembilan pertandingan beruntun sejak 22 Agustus 2026, saat melawan FC Alverca. Ia menjadi pemain keenam sepanjang sejarah Sporting yang mampu mencapai torehan tersebut.
Selain itu, Luis Suárez menjadi pemain kedua dalam sejarah klub yang mencetak gol di tiga laga pertama fase grup Liga Champions. Sebelumnya, hanya Sá Pinto yang menorehkan prestasi serupa pada musim 2000/01 ketika menghadapi Real Madrid, Bayer Leverkusen, dan Spartak Moskwa. Rekor lain yang tengah diburu adalah catatan sepuluh laga beruntun mencetak gol yang masih dipegang legenda klub, Peyroteo.
| Statistik Luis Suárez Musim Ini | Jumlah |
|---|---|
| Total Gol | 11 gol |
| Jumlah Pertandingan | 11 laga |
| Gol di Liga Portugal | 7 gol |
| Gol di Liga Champions | 4 gol |
| Laga Beruntun Mencetak Gol | 9 pertandingan |
Dengan torehan tersebut, Luis Suárez rata-rata mencetak satu gol per pertandingan. Ia pun masuk dalam perbincangan perburuan Sepatu Emas Liga Champions bersama nama-nama besar seperti Erling Haaland, Ousmane Dembélé, dan Harry Kane. Pelatih Sporting, Rui Borges, dinilai berhasil mengembalikan ketajaman striker andalannya itu setelah sempat tampil kurang maksimal di Piala Dunia 2026 bersama timnas Kolombia.
Kekalahan ini membuat Sporting gagal mempertahankan rekor sempurna mereka. Sementara itu, LASK Linz meraih kemenangan perdana di Liga Champions sekaligus kemenangan tandang pertama mereka di kompetisi antarklub terelit Eropa. Selanjutnya, Sporting akan bertandang ke markas Shakhtar Donetsk yang kini bermarkas di Stamford Bridge pada 3 November mendatang, sedangkan LASK menjamu Slovan Bratislava pada hari yang sama.
Bagi Sporting, konsistensi Luis Suárez menjadi modal berharga untuk menghadapi jadwal padat ke depan. Ketajaman sang striker nyatanya belum cukup membawa tim meraih poin penuh, sehingga perbaikan di lini pertahanan menjadi pekerjaan rumah utama bagi Rui Borges. Di sisi lain, torehan sejarah yang terus dibukukan Luis Suárez menegaskan posisinya sebagai salah satu penyerang paling produktif di Eropa saat ini, sekaligus memperbesar peluangnya menorehkan lebih banyak rekor bersama klub raksasa Portugal tersebut.
