Widya Informatika Selatpanjang Lantik 40 Lulusan, Direktur Tekankan Penguasaan AI di Dunia Kerja Modern
Inforiau – 04 November 2026 | SELATPANJANG – Widya Informatika Selatpanjang Lantik 40 Lulusan dengan Direktur Tekankan Penguasaan AI di Dunia Kerja menjadi momentum penting bagi institusi vokasi terkemuka di Kabupaten Kepulauan Meranti. Acara pelantikan yang berlangsung di Grand Meranti, Rabu (4 November 2026), menandai pencapaian signifikan bagi para peserta didik yang telah menyelesaikan Program Terapan dan Terpadu Satu Tahun (PTT-1) Angkatan XXXII.
Direktur Widya Informatika Selatpanjang, Iswanto, memimpin upacara pengukuhan yang menghadirkan 40 lulusan baru dari berbagai program studi. Momentum bersejarah ini merepresentasikan dedikasi lembaga pendidikan yang telah berdiri sejak tahun 1995 dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas dan siap terjun ke dunia kerja di kawasan pesisir Riau.
Dalam sambutannya, Iswanto menekankan bahwa lanskap industri telah mengalami transformasi radikal akibat perkembangan otomatisasi digital dan teknologi kecerdasan buatan. Perubahan fundamental ini menuntut pendekatan baru dalam mempersiapkan tenaga kerja profesional. “Teknologi boleh semakin canggih, tetapi kualitas manusia tetap menjadi penentu kemajuan,” ujar Iswanto dengan penuh keyakinan.
Direktur tersebut mengungkapkan bahwa kemampuan mengoperasikan komputer saja tidak lagi memadai untuk bersaing di pasar tenaga kerja kontemporer. Generasi muda saat ini dituntut memiliki daya berpikir kritis yang tajam, pemahaman mendalam tentang etika, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi yang terus berkembang pesat. Kompetensi ini menjadi fondasi penting bagi setiap profesional yang ingin berkontribusi maksimal di era digital.
Widya Informatika Selatpanjang Lantik 40 Lulusan Direktur Tekankan Penguasaan AI di Dunia Kerja mencerminkan komitmen institusi untuk terus berinovasi dalam sistem pembelajaran. Manajemen kampus memahami bahwa kurikulum harus selaras dengan kebutuhan industri yang dinamis. Oleh karena itu, setiap tahun ajaran, sistem pembelajaran diperbarui untuk memastikan lulusan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, melainkan inovator yang mampu mengendalikan dan memanfaatkan arus digitalisasi secara optimal.
Pada tahun ajaran ini, prestasi akademik dicapai oleh 40 peserta didik yang berhasil menyelesaikan pendidikan dengan distribusi yang terukur. Sebanyak 25 lulusan berasal dari jurusan Akuntansi dan Perpajakan Berbasis Komputer (AKP), sementara 15 lulusan lainnya menyelesaikan program Ilmu Komputer dan Pemrograman (IKP). Kedua program studi tersebut dirancang khusus untuk memenuhi permintaan pasar kerja yang terus berkembang di sektor keuangan, teknologi, dan industri digital.
Sejarah panjang Widya Informatika Selatpanjang membuktikan efektivitas model pendidikan yang diterapkan. Sejak didirikan, lembaga ini telah melahirkan sekitar 3.850 alumni yang kini tersebar dan berkiprah di berbagai sektor strategis ekonomi Indonesia. Alumni-alumni tersebut tidak hanya bekerja di perusahaan swasta, tetapi juga di instansi pemerintah, organisasi nirlaba, dan bahkan mendirikan usaha sendiri.
Dalam menutup acara pelantikan, Iswanto memberikan nasihat berharga kepada para lulusan baru. Beliau mengingatkan bahwa selembar ijazah atau sertifikat hanyalah kunci pembuka pintu kesempatan kerja. Dokumen akademik tidak menjamin kesuksesan jangka panjang dalam karir profesional. “Kompetensi, karakter, dan integritas menjadi faktor paling penting dalam menentukan keberhasilan seseorang saat terjun ke masyarakat,” pungkas Iswanto dengan penuh penekanan.
Pesan direktur ini sejalan dengan tren global dalam dunia kerja modern. Perusahaan-perusahaan multinasional dan startup teknologi terkemuka semakin memprioritaskan soft skills dan nilai-nilai moral dalam proses rekrutmen. Kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, dan integritas personal dianggap sama pentingnya dengan keahlian teknis.
Widya Informatika Selatpanjang Lantik 40 Lulusan Direktur Tekankan Penguasaan AI di Dunia Kerja juga mencerminkan kesadaran institusi terhadap kebutuhan literasi digital yang mendesak. Dengan semakin meluasnya adopsi artificial intelligence di berbagai sektor industri, pemahaman tentang cara kerja AI, etika penggunaan, dan implikasi sosialnya menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap profesional masa depan.
Program pembelajaran di Widya Informatika Selatpanjang dirancang dengan melibatkan praktisi industri dan akademisi terkemuka. Kurikulum menggabungkan teori mendalam dengan praktik langsung melalui proyek-proyek nyata yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap lulusan memiliki portfolio yang kuat dan pengalaman praktis yang dapat langsung diterapkan di tempat kerja.
Para lulusan tahun ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam organisasi tempat mereka bekerja. Dengan pemahaman yang solid tentang teknologi digital dan nilai-nilai profesional yang kuat, mereka diposisikan untuk tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memimpin transformasi digital di tempat kerja mereka masing-masing.
Kehadiran Widya Informatika Selatpanjang di kawasan pesisir Riau memiliki signifikansi khusus. Lembaga ini menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang berkontribusi langsung pada peningkatan daya saing regional. Melalui pendidikan berkualitas, institusi ini membantu mengurangi kesenjangan digital dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal.
Dengan terus berinovasi dan beradaptasi terhadap perubahan zaman, Widya Informatika Selatpanjang memposisikan dirinya sebagai mitra terpercaya bagi industri dan masyarakat. Komitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis tetapi juga beretika dan berkarakter menjadi fondasi kesuksesan jangka panjang institusi ini dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
