LPEM UI Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 5,28 Persen pada Kuartal III-2026: Optimisme Pertumbuhan Berkelanjutan
Inforiau – 04 November 2026 | Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) telah merilis proyeksi ekonomi terbaru yang menunjukkan sinyal positif bagi perekonomian nasional. Dalam analisisnya, LPEM UI proyeksi ekonomi RI tumbuh 5,28 persen pada kuartal III-2026, mencerminkan momentum pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,28 persen ini menjadi indikator penting bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam merencanakan strategi ekonomi jangka menengah. Angka tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia diperkirakan akan terus mengalami ekspansi positif, meskipun berbagai tantangan eksternal dan internal terus mewarnai lanskap bisnis regional.
Kedua, investasi pemerintah dalam infrastruktur strategis terus mengalami peningkatan signifikan. Proyek-proyek pembangunan infrastruktur jangka panjang seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, dan sistem transportasi publik diperkirakan akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. LPEM UI proyeksi ekonomi RI tumbuh 5,28 persen pada kuartal III-2026 juga mempertimbangkan dampak positif dari investasi infrastruktur ini dalam jangka menengah.
Ketiga, sektor ekspor diproyeksikan akan terus menunjukkan performa yang positif, terutama dengan membaiknya permintaan global untuk produk-produk unggulan Indonesia. Komoditas primer seperti minyak kelapa sawit, karet, dan produk pertanian lainnya diharapkan akan terus menjadi sumber devisa yang signifikan bagi negara.
Namun, LPEM FEB UI juga mengidentifikasi beberapa risiko potensial yang perlu diperhatikan. Volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika masih menjadi faktor ketidakpastian yang cukup serius. Fluktuasi mata uang ini dapat mempengaruhi daya saing ekspor dan biaya impor bahan baku produksi dalam negeri.
Selain itu, tekanan inflasi global dan kemungkinan perubahan kebijakan moneter dari bank sentral negara-negara maju juga menjadi perhatian serius. LPEM UI proyeksi ekonomi RI tumbuh 5,28 persen pada kuartal III-2026 telah mempertimbangkan skenario-skenario tersebut dalam modelnya, namun tetap menghasilkan proyeksi pertumbuhan yang optimis.
Dari perspektif sektoral, beberapa industri diperkirakan akan menjadi kontributor utama dalam mencapai target pertumbuhan 5,28 persen. Sektor teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang pesat dengan penetrasi internet dan adopsi digital yang semakin luas di seluruh nusantara. Sektor manufaktur, khususnya industri otomotif dan elektronik, juga diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan yang solid.
Sektor pariwisata dan perhotelan juga diharapkan akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara. Pemulihan sektor ini pasca pandemi global menunjukkan tren yang sangat positif, dengan berbagai destinasi wisata Indonesia semakin dikenal di pasar internasional.
Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Reformasi struktural dalam perpajakan, peningkatan efisiensi birokrasi, dan penciptaan iklim usaha yang lebih kondusif menjadi fokus utama pemerintah. LPEM UI proyeksi ekonomi RI tumbuh 5,28 persen pada kuartal III-2026 mencerminkan optimisme terhadap efektivitas kebijakan-kebijakan ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui investasi dalam pendidikan dan pelatihan kerja juga menjadi prioritas strategis. Tenaga kerja yang lebih terampil dan produktif diharapkan akan meningkatkan output ekonomi secara keseluruhan dan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan PDB.
Bagi pelaku usaha, proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,28 persen ini memberikan sinyal positif untuk melakukan ekspansi bisnis dan meningkatkan investasi. Namun, para pengusaha juga perlu tetap waspada terhadap berbagai risiko dan tantangan yang mungkin muncul di masa depan.
Kesimpulannya, LPEM FEB UI dengan proyeksi ekonomi RI tumbuh 5,28 persen pada kuartal III-2026 menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia memiliki fondasi yang cukup kuat untuk terus berkembang. Meskipun terdapat berbagai tantangan eksternal, kombinasi antara kekuatan konsumsi domestik, investasi infrastruktur yang terus meningkat, dan performa ekspor yang positif diharapkan akan membawa ekonomi Indonesia menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di tahun-tahun mendatang.
