Drama Columbus Crew: Kalah di Final US Open Cup, Kini Buru Tiket Playoff MLS
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Persaingan di Major League Soccer (MLS) 2026 kian memanas, dan nama Columbus Crew kembali menjadi sorotan. Klub asal Ohio itu baru saja menelan pil pahit setelah gagal meraih gelar US Open Cup, namun di saat yang sama mereka masih harus berjuang keras mengamankan posisi di babak playoff. Situasi ini membuat Columbus Crew berada di persimpangan antara kekecewaan dan tuntutan untuk segera bangkit.
Kekalahan dramatis terjadi pada laga final US Open Cup yang digelar di ScottsMiracle-Gro Field, Columbus, Rabu malam waktu setempat. Columbus Crew harus mengakui keunggulan St. Louis City SC melalui adu penalti dengan skor 4-5 setelah pertandingan berjalan tanpa gol hingga perpanjangan waktu. Kiper cadangan St. Louis, Ben Lundt, menjadi pahlawan dengan menggagalkan eksekusi pertama tuan rumah, sebelum Daniel Edelman mencetak penalti penentu.
Bagi St. Louis City, ini adalah trofi pertama dalam sejarah klub sekaligus mengakhiri penantian panjang kota tersebut selama 38 tahun untuk meraih gelar sepak bola mayor di Amerika Serikat. Kemenangan ini juga mengamankan tiket mereka ke Concacaf Champions Cup 2027. Ironisnya, keberhasilan St. Louis tak lepas dari tangan pelatih Yoann Damet, pria berusia 36 tahun yang sebelumnya merupakan asisten utama Wilfried Nancy di Columbus Crew namun tak dipilih untuk menakhodai tim utama.
Sementara itu, kekecewaan menyelimuti kubu tuan rumah. Striker Gonzalo Tapia, yang masuk sebagai pengganti pada menit ke-68 menggantikan Josef Martinez, sebenarnya tampil impresif jelang laga ini. Ia menjadi aktor penting dalam kemenangan 2-0 atas FC Cincinnati di ajang MLS, dengan mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-22 dan memberikan assist kepada Taha Habroune pada menit ke-54. Namun di final, Columbus Crew tak mampu membobol gawang Roman Bürki hingga laga berlanjut ke drama tos-tosan.
Kekalahan ini menjadi pukulan tersendiri karena Columbus Crew kehilangan peluang meraih US Open Cup kedua mereka setelah gelar pada 2002. Meski demikian, fokus tim harus segera dialihkan ke kompetisi liga. Pelatih Laurent Courtois kini dituntut memulihkan mental para pemain dalam waktu singkat, mengingat jadwal padat menanti.
Di sisi lain, kekalahan FC Cincinnati dari Columbus Crew pada laga derby 2-0 pekan lalu justru memberi dampak besar bagi rival mereka. Pelatih FC Cincinnati, Pat Noonan, menegaskan bahwa timnya tak punya pilihan selain meraih kemenangan saat menghadapi D.C. United. Kekalahan dari Columbus Crew membuat Cincinnati tertahan di posisi kesembilan klasemen MLS dan hanya berjarak enam poin dari tujuh tim pesaing lainnya dalam perebutan slot wildcard Konferensi Timur.
“Kami memiliki D.C. selanjutnya, dan itu adalah fokus kami. Saat ini, kami bisa membicarakan statistik sebanyak yang kami mau. Kami perlu menang. Itu saja,” tegas Noonan seperti dikutip dari pemberitaan olahraga internasional. Cincinnati hanya meraih satu kemenangan dari sembilan laga liga terakhir, memperlihatkan performa yang inkonsisten.
Meski demikian, Columbus Crew juga tak bisa bersantai. Mereka dijadwalkan menjamu Toronto FC pada lanjutan MLS, Sabtu mendatang. Situasi klasemen menunjukkan Toronto berada di posisi kesepuluh dengan 36 poin, unggul tipis satu poin atas Columbus Crew yang berada di peringkat kesebelas dengan 35 poin. Duel ini menjadi laga krusial bagi kedua tim dalam perburuan tiket playoff.
Masalah tambahan menghampiri Columbus Crew karena mereka harus kehilangan penyerang tengah Wessam Abou Ali yang mengalami cedera ligamen lutut. Kondisi ini membuat Gonzalo Tapia kemungkinan besar kembali diturunkan sebagai ujung tombak, meski beban regenerasi pasca final yang melelahkan menjadi tantangan tersendiri. Laga melawan Toronto diprediksi berlangsung ketat, mengingat kedua pertemuan pada 2025 selalu berakhir imbang 1-1.
Dengan rapor tiga kemenangan dari lima laga terakhir di liga, Columbus Crew masih memiliki modal untuk bangkit. Namun konsistensi menjadi harga mati jika mereka ingin mengamankan tempat di fase gugur. Tekanan kini berada di pundak Courtois dan para pemain untuk membuktikan bahwa kekalahan di final bukan akhir dari segalanya.
Perjalanan Columbus Crew dalam beberapa pekan terakhir menjadi cerminan kerasnya persaingan sepak bola Amerika. Dari panggung final yang bergengsi hingga pertarungan sengit di klasemen liga, setiap laga memiliki taruhannya sendiri. Kini, seluruh mata tertuju pada apakah mereka mampu mengubah kekecewaan menjadi motivasi untuk meraih hasil positif di sisa musim.
