Juventus Vs Stade Rennais Berakhir Imbang 2-2: Drama Offside di Menit Akhir Selamatkan Poin Bianconeri
Inforiau – 05 November 2026 | Pertandingan Liga Europa matchday ketiga antara Juventus dan Stade Rennais menyajikan spektakel penuh gejolak di Allianz Stadium, Kamis malam (22 Oktober 2026). Kedua tim berbagi poin dengan skor akhir 2-2, dalam laga yang penuh dengan drama, termasuk insiden offside kontroversial di menit ke-88 yang membatalkan gol kemenangan Juventus.
Stade Rennais, wakil Prancis yang datang dengan semangat tinggi setelah pertandingan intens di berbagai kompetisi, berhasil menampilkan performa yang tangguh di markas Juventus. Meski tim tamu tampak kacau dalam beberapa aspek permainan, produktivitas mereka dalam mencetak gol menjadi ancaman serius bagi pertahanan Bianconeri sepanjang pertandingan berlangsung.
Juventus memulai pertandingan dengan baik dan langsung memanfaatkan momentum awal. Pada menit kelima, Zeki Celik membuka skor untuk tuan rumah setelah menerima umpan terobosan dari Nick Woltemade di sisi kanan. Celik kemudian menyelesaikan peluangnya dengan tembakan menyilang yang berhasil mengecoh kiper Bryce Samba, membawa Juventus unggul 1-0.
Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Stade Rennais menyamakan kedudukan pada kesempatan berikutnya melalui Mousa Tamari yang memanfaatkan umpan presisi Bryan Reynolds di depan gawang. Dari jarak sekitar enam meter, Tamari dengan mudah menyelesaikan peluang untuk mengubah skor menjadi 1-1, menunjukkan efisiensi finishing yang mengesankan.
Pertandingan terus berlangsung dengan tempo tinggi. Juventus menciptakan beberapa peluang berbahaya melalui Federico Gatti yang melakukan sundulan dari jarak dekat, namun kiper Rennes Bryce Samba berhasil melakukan penyelamatan gemilang. Weston McKennie juga mendapatkan dua kesempatan beruntun, meskipun belum mampu mengkonversinya menjadi gol.
Drama penalti kemudian menjadi titik balik pertandingan. Stade Rennais mendapatkan hadiah penalti setelah wasit menunjuk titik putih ketika bola hasil tendangan voli Mahamadou Nagida mengenai tangan Douglas Luiz di kotak terlarang. Boulaye Dia yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna, mengarahkan bola ke sisi berlawanan dari pergerakan kiper Guglielmo Vicario. Rennes pun memimpin 2-1 pada menit ke-43.
Juventus tidak menyerah dan terus mencari cara untuk kembali ke pertandingan. Upaya tersebut berbuah hasil pada menit ke-60 ketika Nico Gonzalez melakukan sundulan yang meneruskan tendangan bebas Douglas Luiz, dan bola mengenai tangan Bryan Reynolds di dalam kotak penalti Rennes. Wasit kembali menunjuk titik putih, dan Nick Woltemade yang dipercaya sebagai eksekutor berhasil menaklukkan Samba dengan tembakan ke tengah gawang, mengubah skor menjadi 2-2.
Gol penyamaan tersebut membangkitkan semangat Juventus untuk mengejar kemenangan. Woltemade kembali mengancam melalui beberapa tembakan, sementara Teun Koopmeiners juga mencoba keberuntungan dengan tembakan keras dari luar kotak penalti yang masih mampu diamankan Samba dengan baik.
Drama terakhir terjadi pada menit ke-88 ketika Juventus mengira telah mencetak gol kemenangan. Berawal dari tendangan bebas, Koopmeiners meneruskan bola sebelum terjadi serangkaian pantulan yang mengarah kepada Juan Lucumi. Bek Juventus tersebut melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 12 meter yang berbelok setelah mengenai Abdelhamid Ait Boudlal dan masuk ke gawang Rennes. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau VAR dengan cermat. Lucumi dinyatakan berada dalam posisi offside ketika Koopmeiners melakukan sentuhan awal dalam rangkaian serangan tersebut.
Hingga peluit akhir berbunyi, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Juventus harus puas berbagi poin dengan Stade Rennais, sebuah hasil yang agak mengecewakan mengingat dominasi mereka di sebagian besar pertandingan. Hasil imbang ini membuat Juventus turun ke peringkat empat dalam klasemen fase liga dengan tujuh poin, sementara Stade Rennais menempati posisi 14 dengan lima angka.
Pertandingan ini menunjukkan bahwa meskipun Stade Rennais tampil dengan performa yang tidak konsisten, kemampuan mereka dalam memanfaatkan peluang dan ketajaman di depan gawang tetap menjadi ancaman serius. Di sisi lain, Juventus menunjukkan ketangguhan untuk terus berjuang meski tertinggal, namun kurangnya efisiensi finishing menjadi faktor yang menghambat mereka meraih kemenangan penuh.
Perjalanan Juventus di Liga Europa musim ini masih memiliki banyak matchday tersisa, dan pertandingan melawan Stade Rennais ini menjadi pembelajaran penting tentang pentingnya konsistensi dan fokus dalam setiap pertandingan. Bagi Stade Rennais, hasil imbang jauh dari kandang Juventus merupakan pencapaian positif yang patut diapresiasi, meski mereka akan terus berusaha meningkatkan performa untuk meraih hasil yang lebih baik di pertandingan mendatang.
