West Ham Hancur Lebur: Dari Favorit Juara Championship hingga Dipecat Nuno Espirito Santo
Inforiau – 05 November 2026 | West Ham United menghadapi musim yang penuh dengan drama dan kekecewaan setelah memulai kampanye dengan ekspektasi yang sangat tinggi. Klub yang seharusnya mendominasi Championship malah terpaksa melakukan perubahan besar di posisi manajer, mengakhiri era Nuno Espirito Santo yang penuh dengan harapan namun berakhir tragis.
Situasi West Ham benar-benar mencerminkan kontradiksi yang mencolok. Meskipun terdegradasi dari Premier League untuk pertama kalinya dalam 14 tahun, klub ini sebenarnya mengumpulkan 39 poin—jauh melampaui rata-rata 34,5 poin yang biasanya dicapai tim peringkat ke-17 sejak kompetisi dikurangi menjadi 20 tim pada 1995. Artinya, West Ham turun dengan catatan yang seharusnya cukup untuk tetap bertahan di divisi atas.
Memasuki musim 2025/2026, West Ham tampak dalam kondisi ideal untuk langsung kembali ke Premier League. Manajemen melakukan rekrutmen yang strategis dengan menggaet lima pemain secara permanen, termasuk gelandang Celtic Arne Engels, winger Tottenham Manor Solomon, dan bek berpengalaman Belanda Joel Veltman dari Brighton. Sementara itu, Joel Piroe dari Leeds dan Morato dari Nottingham Forest hadir sebagai pemain pinjaman. Yang lebih penting lagi, kapten Jarrod Bowen memilih untuk tetap bersama klub dan menandatangani kontrak baru, menunjukkan komitmen untuk membawa West Ham kembali ke level tertinggi.
Bandar taruhan internasional bahkan memposisikan West Ham sebagai favorit utama untuk menjuarai Championship. Namun, kenyataan ternyata jauh berbeda dari prediksi tersebut. Ketika Nuno Espirito Santo ditunjuk sebagai pelatih pada 27 September 2026, dua minggu setelah dipecat dari Nottingham Forest, harapan tinggi kembali diletakkan padanya. Nuno sebelumnya berhasil membawa Forest finis di peringkat ketujuh Premier League pada musim 2024-25, pencapaian tertinggi klub itu sejak 1994-95.
Namun, di London timur, Nuno gagal memberikan dampak instan. Pelatih asal Portugal itu tidak meraih kemenangan dalam empat pertandingan pertamanya dengan West Ham. Skuad yang diwarisinya memang dilanda krisis kepercayaan diri setelah merosot ke peringkat ke-19 di bawah Graham Potter musim sebelumnya, tetapi Nuno tidak mampu mengubah momentum negatif tersebut.
Situasi terus memburuk seiring berjalannya musim. Memasuki awal November, West Ham terpuruk di posisi kedelapan klasemen setelah hanya memenangkan enam dari 13 pertandingan pertama mereka di Championship. Lebih mengkhawatirkan, klub mengalami dua kekalahan berturut-turut di kandang sendiri, London Stadium. Kekalahan pertama datang dari Southampton dengan skor 2-3, diikuti dengan kekalahan yang lebih memalukan 1-3 melawan West Bromwich Albion.
Kekalahan kepada West Brom pada Sabtu menjadi titik tolak keputusan manajemen. Setelah mengadakan penilaian menyeluruh terhadap performa tim, West Ham memutuskan untuk memecat Nuno demi menyelamatkan musim mereka dan memastikan sasaran promosi otomatis kembali ke Premier League tetap tercapai. Keputusan tersebut diumumkan secara resmi pada hari Selasa, dengan penolong ketua pelatih Rui Pedro Silva dan pelatih penjaga gol Rui Barbosa juga meninggalkan klub.
Sementara itu, bekas kapten West Ham, Mark Noble, mengambil alih tugas sementara bersama Steve Potts dan Gerard Prenderville menjelang pertandingan melawan Cardiff City. Nuno meninggalkan West Ham setelah hanya menjalani 13 pertandingan dalam kampanye Championship, dengan misi membawa klub kembali ke saingan elit sepak bola Inggris yang kini menghadapi tantangan lebih besar.
Kegagalan Nuno di West Ham menjadi bukti bahwa kesuksesan di satu klub tidak selalu menjamin keberhasilan di tempat lain. Meskipun dia berhasil di Nottingham Forest, lingkungan yang berbeda, ekspektasi yang lebih tinggi, dan skuad yang masih trauma dari degradasi membuat tugas di West Ham menjadi lebih kompleks dari yang diperkirakan.
Perjalanan West Ham di musim ini juga mencerminkan dinamika sepak bola modern di mana perubahan manajemen sering dilakukan untuk mengejar target yang ambisius. Dengan Mark Noble yang kini memimpin sementara, West Ham berharap dapat menemukan stabilitas dan kembali pada jalur yang benar menuju promosi otomatis ke Premier League.
Kegagalan awal musim West Ham menjadi pengingat bahwa di sepak bola, tidak ada yang pasti. Meskipun memiliki pemain berkualitas, rekrutmen strategis, dan pelatih berpengalaman, sinergi yang sempurna tetap menjadi kunci kesuksesan. West Ham kini harus membuktikan bahwa keputusan untuk memecat Nuno adalah langkah yang tepat untuk menyelamatkan musim mereka dan mencapai target promosi yang telah ditetapkan di awal musim.
