Real Madrid Terus Bergulat dengan Masalah Taktis: Absennya Arda Guler Jadi Kunci Kemenangan Dramatis atas AEK Athena
Inforiau – 05 November 2026 | Real Madrid kembali membuktikan kapasitasnya untuk meraih kemenangan dalam situasi sulit, namun performa tim di laga melawan AEK Athena di Liga Champions mengungkapkan berbagai kelemahan taktis yang perlu segera diatasi oleh pelatih Jose Mourinho. Meski berhasil merebut tiga poin dalam pertandingan yang berlangsung dramatis, klub Spanyol tersebut menampilkan penampilan yang jauh dari sempurna, dengan absennya gelandang Arda Guler menjadi faktor utama yang mempengaruhi jalannya pertandingan.
Kemenangan Real Madrid atas AEK Athena pada laga terakhir tidak cukup untuk menutupi berbagai masalah yang muncul dalam penampilan tim. Absennya pemain Turki Arda Guler, yang dipilih Mourinho untuk diistirahatkan guna menghemat energi menjelang laga penting melawan Valencia di Stadion Mestalla, membuat Real Madrid kehilangan ketepatan dan kemampuan membaca ruang pertandingan yang biasanya menjadi keistimewaan sang gelandang.
Dalam ketiadaan Guler, Real Madrid mengalami kebingungan dalam membangun serangan terorganisir. Serangan-serangan tim lebih mengandalkan kekuatan dan dorongan murni, alih-alih pembangunan yang terukur dan umpan-umpan presisi yang menjadi ciri khas permainan modern. Pemain Turki tersebut telah menjadi elemen yang tidak tergantikan berkat pemahamannya terhadap dinamika permainan dan kemampuannya meningkatkan aspek kreatif serta ofensif rekan-rekannya. Di samping itu, Guler juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tim saat penguasaan bola.
Menariknya, beberapa analis menghubungkan menurunnya penampilan Real Madrid dengan kembalinya Vinicius Junior ke susunan pemain utama. Namun, penjelasan tersebut hanya menyentuh permukaan masalah. Persoalan sebenarnya terletak pada keputusan taktis Mourinho untuk mengorbankan seorang gelandang tambahan demi memainkan pemain sayap lain. Meskipun Vinicius Junior memang menunjukkan performa yang kurang optimal dalam laga Athena, masalah inti bukanlah kehadiran pemain Brasil tersebut, melainkan keseimbangan formasi yang akhirnya mengorbankan kreativitas di lini tengah.
Dalam pertandingan melawan AEK Athena, Real Madrid mendapati dirinya berada di bawah tekanan tim tuan rumah yang tampil lebih baik dari perkiraan awal. Aboubakary Kouita menjadi salah satu elemen paling menonjol dari tim Yunani, berkat keberaniannya dalam transisi serangan dan kualitas teknis yang ditampilkan. Sementara itu, Jasinovic dan Mayer juga menarik perhatian pada awal pertandingan, mengeksploitasi kesulitan Real Madrid dalam transisi bertahan dan munculnya ruang di antara lini-lininya.
Di luar permasalahan taktis, pelatih Real Madrid Jose Mourinho juga memberikan respons terkait kontroversi penalti yang diterima Kylian Mbappe dalam pertandingan melawan Racing Santander di LaLiga minggu sebelumnya. Dalam laga tersebut, Mbappe mendapatkan penalti yang kemudian diubah menjadi gol, membantu Real Madrid menang dengan skor 3-0. Namun, komite wasit Spanyol kemudian mengakui bahwa keputusan tersebut merupakan kesalahan.
Ketika ditanya mengenai insiden penalti kontroversial itu setelah laga melawan AEK Athena, Mourinho memberikan pengakuan yang jujur. “Bagi saya, itu penalti kecil, saya mengakuinya. Dan seandainya diberikan kepada tim saya, saya tidak akan senang,” ujar pelatih Portugal tersebut. Namun, ia meremehkan dampak keputusan wasit itu terhadap hasil pertandingan, menambahkan bahwa Real Madrid tetap akan menang dengan selisih tiga, empat, atau bahkan lima gol meskipun tanpa penalti tersebut.
Di sisi lain, Mourinho juga memuji keputusan Real Madrid menunjuk legenda tenis Spanyol Rafael Nadal sebagai anggota dewan direksi klub. “Saya angkat topi untuk Real Madrid, dan untuk Rafa Nadal yang hebat. Saya rasa ia adalah pendukung besar Real Madrid, dan tentu saja harus demikian agar bisa bergabung dengan dewan direksi,” kata Mourinho dengan penuh apresiasi. Ia menambahkan secara bercanda bahwa ia berharap para pendukung klub-klub lain yang mencintai Nadal tidak akan berhenti mencintainya karena kini Nadal menjadi bagian dari struktur organisasi Real Madrid.
Memasuki fase berikutnya, Real Madrid menghadapi serangkaian tantangan besar dalam kompetisi domestik dan internasional. Klub berjuluk Los Galacticos ini akan menghadapi berbagai lawan kuat termasuk Valencia, Barcelona, dan sejumlah klub di Liga Champions. Jadwal Oktober 2026 saja sudah menampilkan lima pertandingan penting, dengan tiga laga LaLiga melawan Villarreal, Sevilla, dan Barcelona, serta dua laga Liga Champions menghadapi AS Roma dan RB Leipzig.
Pertemuan dengan AS Roma di Stadion Olimpico menjadi salah satu laga yang paling menantang dalam agenda Oktober Real Madrid. Meskipun secara historis Real Madrid memiliki rekor yang lebih baik melawan Roma, tim Giallorossi sedang berada dalam tren positif di Serie A Italia musim 2026/2027. Sementara itu, El Clasico kontra Barcelona di Camp Nou pada akhir Oktober dijadwalkan sebagai laga penutup bulan tersebut dan diprediksi akan menjadi pertandingan paling sengit yang dihadapi Real Madrid.
Tantangan yang dihadapi Real Madrid dalam beberapa pekan ke depan memerlukan perhatian serius dari Mourinho dan tim analisisnya. Keputusan taktis mengenai penggunaan Arda Guler dan keseimbangan formasi akan menjadi kunci kesuksesan klub dalam mencapai target musim ini. Real Madrid tidak bisa terus mengandalkan kemenangan dramatis dan performa yang tidak konsisten jika ingin bersaing untuk gelar utama baik di LaLiga maupun Liga Champions.
Dengan pemain berbakat seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Arda Guler di barisan penyerang dan tengah lapangan, Real Madrid memiliki potensi untuk menjadi salah satu tim paling menakutkan di Eropa. Namun, realisasi potensi tersebut bergantung pada kemampuan Mourinho untuk menemukan keseimbangan taktis yang tepat dan membuat keputusan yang tepat mengenai penggunaan pemain-pemainnya dalam berbagai situasi pertandingan yang berbeda.
