PSV Terus Bergulat di Liga Champions: Dari Kekalahan Menyakitkan hingga Kebangkitan Dramatis
Inforiau – 05 November 2026 | PSV Eindhoven sedang mengalami roller coaster yang mendebarkan di musim 2026-27 ini. Klub asal Belanda tersebut telah menghadapi serangkaian tantangan berat di Liga Champions, namun juga menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang menjanjikan di kompetisi domestik. Perjalanan PSV di panggung Eropa telah penuh dengan momen dramatis yang akan dikenang dalam sejarah klub.
Babak pertama musim ini dimulai dengan kekecewaan yang mendalam ketika PSV menerima kekalahan 1-2 dari Club Brugge di kandang mereka sendiri, Philips Stadion. Pertandingan yang berlangsung pada November 2026 lalu menampilkan performa yang mengecewakan dari tim asuhan Peter Bosz. Carlos Forbs, mantan pemain Ajax, menjadi tokoh sentral yang membuat malam itu sangat menyakitkan bagi PSV dengan mencetak gol kemenangan untuk Club Brugge.
Pertandingan tersebut menunjukkan kelemahan struktural dalam pertahanan PSV. Meskipun tim tuan rumah menciptakan beberapa peluang berbahaya, mereka gagal memanfaatkannya dengan efektif. Sergiño Dest, yang menerima umpan terobosan gemilang dari Ivan Perisic, membuang kesempatan emas untuk menyama-ratakan kedudukan. Kegagalan dalam finishing menjadi tema berulang yang menghantui pertandingan PSV melawan Club Brugge.
Gol pembuka Club Brugge datang dari tandukan Nicolò Tresoldi yang indah pada menit ke-25, memanfaatkan umpan silang dari Joaquin Seys. Setelah tertinggal, PSV memang berusaha keras untuk bangkit, dan pada menit ke-54, Kodai Sano berhasil menyamakan kedudukan dengan tembakan yang berubah arah menjadi 1-1. Namun, kemenangan Club Brugge akhirnya terwujud ketika Carlos Forbs memanfaatkan keputusan defensif yang buruk dari PSV untuk menciptakan gol kemenangan 1-2.
Kekalahan dari Club Brugge merupakan pukulan signifikan bagi ambisi PSV untuk lolos ke babak berikutnya Liga Champions. Performa tim menunjukkan bahwa meskipun mereka memiliki potensi menyerang yang baik, konsistensi defensif masih menjadi masalah serius yang perlu diperbaiki. Kesalahan-kesalahan individual dan kurangnya fokus taktis membuat PSV terus menelan kekalahan di kompetisi Eropa.
Namun, PSV tidak menyerah begitu saja. Dalam perjalanan mereka di Liga Champions musim ini, klub Eindhoven berhasil meraih kemenangan penting melawan Porto dengan skor 1-0, mencatatkan clean sheet pertama mereka di kompetisi sejak November 2024. Kemenangan tersebut memberikan secercah harapan bagi PSV untuk membangun momentum positif menjelang pertandingan-pertandingan berikutnya.
Performa PSV kemudian mencapai puncaknya ketika mereka menghadapi Juventus dalam leg kedua play-off 16 besar Liga Champions. Dalam pertandingan yang berlangsung di Philips Stadion pada Februari 2025, PSV menampilkan permainan yang jauh lebih solid dan terstruktur. Tim asuhan Peter Bosz berhasil mengalahkan Bianconeri dengan skor 1-3 setelah pertandingan berlanjut ke extra time 2×15 menit.
Gol-gol PSV dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Ivan Perisic pada menit ke-53, Ismael Salibari pada menit ke-74, dan Ryan Flamingo pada menit ke-98 extra time. Meskipun Timothy Weah mencetak gol balasan untuk Juventus, PSV berhasil mempertahankan keunggulan mereka dan akhirnya meraih kemenangan agregat 4-3, mengeluarkan salah satu klub paling bergengsi di Eropa dari kompetisi.
Di sisi kompetisi domestik, PSV juga menunjukkan dominasi yang mengesankan. Dalam pertandingan Eredivisie pekan ke-11, PSV menghadapi Willem II Tilburg dan meraih kemenangan telak 7-0. Nathan Tjoe-A-On, pemain Timnas Indonesia, bermain penuh untuk Willem II namun tidak mampu mencegah kekalahan besar timnya. Gol-gol PSV dicetak oleh Mauro Junior, Guus Til, Sven Mijnans, dan Ruben van Bommel, menunjukkan kekuatan ofensif yang luar biasa dari tim tuan rumah.
Kemenangan besar atas Willem II memberikan dorongan psikologis yang signifikan bagi PSV, meskipun kualitas lawan tidak sebanding. Namun, kemenangan tersebut tetap penting untuk membangun kepercayaan diri tim sebelum menghadapi kompetisi yang lebih ketat. PSV membutuhkan performa konsisten seperti itu untuk bersaing dengan klub-klub top di Eropa.
Menjelang pertandingan berikutnya melawan Club Brugge pada matchday 4 Liga Champions, PSV memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan sebelumnya. Tim asuhan Peter Bosz datang dengan modal positif setelah kemenangan atas Porto dan kemenangan besar atas Willem II. Club Brugge, di sisi lain, sedang menjalani tren yang sangat positif dengan delapan kemenangan beruntun di semua kompetisi, termasuk kemenangan mengesankan 4-3 atas Inter Milan dan 3-0 atas Lens.
Pertandingan PSV versus Club Brugge pada 5 November 2026 akan menjadi ujian nyata bagi kedua tim. PSV perlu menunjukkan bahwa mereka mampu bermain dengan konsisten melawan lawan berkualitas tinggi, sementara Club Brugge akan berusaha mempertahankan momentum impresif mereka di kompetisi Eropa paling bergengsi.
Perjalanan PSV di musim 2026-27 menggambarkan dinamika sepakbola modern di mana tim dapat mengalami kejatuhan dan kebangkitan dalam waktu singkat. Kemenangan dramatis atas Juventus telah membuktikan bahwa PSV memiliki kemampuan untuk bersaing dengan klub-klub elite Eropa. Namun, kekalahan dari Club Brugge juga mengingatkan bahwa tidak ada lawan yang bisa dipandang remeh di kompetisi internasional.
Ke depannya, PSV harus fokus pada perbaikan defensif dan konsistensi dalam penyelesaian akhir. Dengan pemain-pemain berbakat seperti Ivan Perisic, Sergiño Dest, dan Kodai Sano, PSV memiliki potensi untuk mencapai babak selanjutnya di Liga Champions. Namun, mereka harus menghindari kesalahan-kesalahan yang telah merugikan mereka di pertandingan-pertandingan sebelumnya.
