Kapolri Suyudi Lakukan Mutasi Besar-Besaran 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda Berganti
Inforiau – 05 November 2026 | Jakarta — Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kembali menggerakkan langkah strategis dengan melakukan kapolri mutasi besar-besaran di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sebanyak 264 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) masuk dalam daftar perombakan jabatan yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026.
Dari total 264 personel yang mengalami kapolri mutasi, sebanyak 224 di antaranya masuk dalam kategori promosi dan penugasan setara (flat). Keputusan besar ini mencakup berbagai jenjang jabatan, mulai dari tingkat Mabes Polri hingga jenjang kewilayahan, dengan tujuan untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa mutasi merupakan langkah wajar dan integral dalam dinamika organisasi Polri. Menurutnya, keputusan kapolri mutasi ini bertujuan untuk penyegaran organisasi sambil memastikan roda kepemimpinan dan pelaksanaan tugas berjalan optimal, mengingat perkembangan tantangan tugas Polri yang semakin kompleks dan beragam.
Enam Wakapolda Berganti Posisi
Salah satu sorotan utama dari kapolri mutasi ini adalah pergantian enam posisi Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) di berbagai wilayah. Berikut adalah nama-nama pejabat yang mendapat penugasan baru:
- Wakapolda Sumatra Barat: Kombes Dhani Kristianto menggantikan Brigjen Solihin
- Wakapolda Sulawesi Barat: Brigjen Eko Suprihanto menggantikan Brigjen Hari Santoso
- Wakapolda Papua Barat: Brigjen Yohanes Agus Rijanto menggantikan Brigjen Sulastiana
- Wakapolda Nusa Tenggara Barat (NTB): Brigjen Harry Kurniawan menggantikan Brigjen Hari Nugroho
- Wakapolda Lampung: Brigjen Singgamata menggantikan Brigjen Sumarto
- Wakapolda Gorontalo: Brigjen Laode Aries El Fathar menggantikan Brigjen Dedy Suhartono
Perubahan di tingkat Wakapolda ini menunjukkan komitmen Kapolri untuk memastikan kepemimpinan yang kuat di setiap daerah dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan kepolisian yang spesifik untuk masing-masing wilayah.
Pergantian Jabatan di Mabes Polri
Di lingkungan Mabes Polri, kapolri mutasi juga menyentuh sejumlah posisi penting. Kombes Pol. Gatot Sujono dipercaya menjabat sebagai Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) Polri, sementara Kombes Pol Teguh Wibowo diangkat menjadi Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polri. Pergantian di level pusat ini menunjukkan penyegaran kepemimpinan di institusi strategis yang mendukung operasional Polri secara keseluruhan.
Rotasi di Tingkat Kewilayahan dan Promosi Personel
Pada tingkat kewilayahan, kapolri mutasi menyentuh kursi kepemimpinan strategis di tingkat Kepolisian Restabes dan Polrestro. Mutasi ini mencakup jabatan Kapolrestabes Bandung, Kapolrestabes Palembang, Kapolres Metro Jakarta Selatan, dan Kapolres Metro Jakarta Timur. Selain itu, rotasi ini juga mencakup penugasan personel di struktur kementerian dan lembaga negara di luar Polri, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), hingga penugasan khusus di PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Promosi juga dilakukan untuk jabatan pada jenjang Irjen Pol, Brigjen Pol, serta Kombes Pol, termasuk penyesuaian nivelering jabatan. Kapolri juga memberikan perhatian khusus dengan memberikan promosi kepada dua personel Polisi Wanita (Polwan), masing-masing satu personel pada jenjang Brigadir Jenderal (Brigjen) dan satu personel pada jenjang Komisaris Besar (Kombes) Polisi, menunjukkan komitmen terhadap kesetaraan gender dalam kepemimpinan institusi.
Dampak di Polda Banten
Dampak dari kapolri mutasi ini juga terasa di tingkat daerah. Di Polda Banten, tiga pejabat utama mengalami pergantian jabatan, yakni Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba), Komandan Satuan Brigade Mobil (Dansatbrimob), dan Kapolresta Serang Kota. Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menekankan bahwa rotasi mutasi adalah hal biasa dalam institusi kepolisian dan merupakan bentuk promosi jabatan untuk mendapatkan karier yang lebih tinggi.
Perubahan di Polda Metro Jaya
Polda Metro Jaya juga mengalami perombakan signifikan dengan sembilan pejabat mengalami pergantian. Kombes Rifki diangkat sebagai Irwasda Polda Metro Jaya, sementara Brigjen Ade Ary Syam Indradi mendapat posisi strategis sebagai Karo Ops Polda Metro Jaya. AKBP Resa Fiardi Marasabessy diangkat menjadi Dirtahti Polda Metro Jaya, dan Kombes Ardyansyah menjadi Dirintelkam Polda Metro Jaya.
Mutasi di Polda Lampung
Di Polda Lampung, Brigjen Pol Sumarto yang sebelumnya menjabat Wakapolda Lampung dimutasi untuk mengemban tugas baru sebagai Dosen Kepolisian Utama Tingkat II pada STIK Lemdiklat Polri. Posisi yang ditinggalkan Sumarto dipercayakan kepada Brigjen Pol Singgamata. Pergantian juga terjadi pada jabatan Dirresnarkoba Polda Lampung, di mana Kombes Pol Dodi Suryadin mendapat penugasan baru sebagai Peneliti Ilmu Kepolisian Madya Tingkat III pada Puslitbang Polri, dan AKBP Ferizal mengambil alih posisi tersebut.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang bertujuan untuk penyegaran organisasi sekaligus pembinaan karier personel. Hal ini sejalan dengan visi Kapolri untuk memastikan bahwa setiap personel mendapatkan kesempatan pengembangan karier yang optimal sambil memenuhi kebutuhan organisasi.
Kapolri mutasi yang melibatkan 264 personel ini menunjukkan komitmen kepemimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto untuk terus memperkuat Polri melalui rotasi strategis dan promosi berbasis merit. Dengan melibatkan personel dari berbagai tingkatan dan wilayah, mutasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas dan efektivitas Polri dalam memberikan pelayanan keamanan kepada masyarakat Indonesia.
Keputusan ini juga mencerminkan upaya Polri untuk membangun kepemimpinan yang inklusif, terlihat dari promosi yang diberikan kepada Polwan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan berbagai perubahan ini, diharapkan Polri dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan tantangan keamanan yang dinamis di era modern ini.
