Pasar Keuangan Dihantui Ketidakpastian Global, Masyarakat Diminta Mulai Rapikan Anggaran
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Kondisi keuangan global yang masih diliputi ketidakpastian menjadi sorotan utama pada pekan ini. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah, arah kebijakan moneter negara maju, serta ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang tetap tinggi untuk periode lebih panjang atau higher for longer, masih membayangi pasar keuangan domestik. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurut Destry, bank sentral terus memperkuat bauran kebijakan melalui peningkatan insentif pada instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), lindung nilai, serta instrumen Bank Indonesia lainnya. Langkah ini ditujukan untuk menarik aliran modal asing, menjaga stabilitas nilai tukar, dan memperdalam pasar uang serta pasar valuta asing. Pada 20 Oktober 2026, nilai tukar rupiah tercatat melemah 0,61 persen dibandingkan posisi akhir September 2026, yaitu mencapai Rp17.985 per dolar AS. Sementara itu, inflasi Harga Konsumen (IHK) pada September 2026 tercatat sebesar 3,28 persen secara tahunan (yoy), dengan inflasi inti berada di level 2,85 persen (yoy).
Di tengah tekanan eksternal tersebut, pengelolaan keuangan pribadi menjadi semakin krusial. Banyak masyarakat mengeluh gaji cepat habis meski baru saja diterima. Selain kebutuhan pokok dan tagihan rutin, biaya transaksi yang kerap dianggap sepele turut menggerus anggaran bulanan apabila terjadi berulang kali. Oleh karena itu, mengatur keuangan setelah gajian tidak cukup hanya dengan membatasi belanja, tetapi juga perlu memahami ke mana uang dialokasikan, menentukan prioritas, serta mengevaluasi kebiasaan transaksi sehari-hari.
Berikut sejumlah langkah praktis yang dapat dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan:
- Tentukan prioritas sebelum belanja. Catat seluruh kebutuhan wajib selama sebulan, dahulukan kebutuhan pokok, tagihan, cicilan, dan kewajiban lainnya. Dengan mengetahui jumlah pengeluaran wajib, masyarakat dapat menentukan berapa banyak uang yang masih bisa digunakan untuk kebutuhan tambahan.
- Sisihkan tabungan di awal bulan. Jangan menunggu sisa uang untuk ditabung. Tentukan nominal tabungan sesuai kemampuan dan sisihkan segera setelah gaji diterima. Dana darurat juga perlu dibangun secara bertahap untuk menghadapi kebutuhan mendadak.
- Evaluasi biaya administrasi transaksi. Biaya transfer, penarikan tunai, maupun pengisian saldo mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan berkali-kali totalnya dapat memengaruhi anggaran.
- Kendalikan pengeluaran kecil. Pembelian makanan ringan, langganan yang jarang digunakan, atau belanja spontan perlu diwaspadai karena dapat menyerap dana cukup besar.
- Tinjau anggaran secara berkala. Pastikan setiap pos memperoleh alokasi yang sesuai dan sesuaikan dengan kondisi pemasukan.
Upaya meningkatkan literasi keuangan juga terus digalakkan oleh berbagai pihak. PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) baru-baru ini melaksanakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertema “Hijau Lingkungannya, Cerdas Keuangannya” di Semarang dan Demak, Jawa Tengah. Kegiatan ini menggabungkan penanaman 1.500 bibit mangrove dengan edukasi literasi keuangan bagi masyarakat setempat. Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan dan peningkatan literasi keuangan merupakan dua aspek penting yang dapat berjalan beriringan dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh.
“Melalui kegiatan ini, BRI Insurance ingin menghadirkan manfaat yang tidak hanya dirasakan saat kegiatan berlangsung, tetapi juga berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. Penanaman mangrove merupakan langkah nyata untuk mendukung kelestarian ekosistem pesisir, sementara literasi keuangan membantu masyarakat semakin memahami pentingnya mengelola keuangan dan mempersiapkan perlindungan bagi keluarga,” ujar Budi Legowo.
Salah satu peserta literasi keuangan, Mufidah, mengaku mendapatkan ilmu tambahan dan wawasan mengenai cara mengelola keuangan serta asuransi untuk diri sendiri dan keluarga. “Kegiatannya cukup menyenangkan dan menarik. Semoga BRI Insurance semakin sukses dan jaya,” ujarnya. Perwakilan Mangrove Tag, Paspha Putra, menambahkan bahwa pemantauan pertumbuhan mangrove akan dilakukan tiga bulan setelah penanaman sebagai bagian dari evaluasi keberlanjutan program.
Di sisi lain, ramalan zodiak yang beredar di masyarakat juga kerap dikaitkan dengan pengelolaan keuangan. Bagi Virgo, Kamis, 22 Oktober 2026, disarankan untuk meninjau kembali anggaran dan memastikan setiap kebutuhan memperoleh alokasi yang sesuai. Sementara Aquarius disebut berada dalam periode yang menguntungkan untuk mengajukan pinjaman bank terkait kepentingan bisnis. Meski bersifat hiburan, pesan tersebut sejalan dengan ajakan untuk lebih cermat dalam mengatur pengeluaran.
Dengan dinamika ekonomi global yang masih menantang, masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat perencanaan keuangan. Stabilitas nilai tukar dan inflasi yang terjaga menjadi modal penting, namun ketahanan finansial keluarga tetap bergantung pada kedisiplinan dalam mengelola pemasukan dan pengeluaran. Langkah kecil seperti mencatat pengeluaran, menyisihkan tabungan di awal, dan menghindari belanja impulsif akan sangat membantu menjaga kesehatan keuangan jangka panjang.
