Cristian Chivu Sebut Inter Milan Tampil Versi Terbaik, Bantai Feyenoord 3-0 di De Kuip
Inforiau – 05 November 2026 | Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memuji penampilan cemerlang skuadnya setelah meraih kemenangan telak 3-0 atas Feyenoord pada laga fase grup Liga Champions 2026-2027, Rabu (4 November 2026) dini hari WIB. Kemenangan tandang di Stadion De Kuip, Rotterdam, Belanda, menjadi respons sempurna Inter Milan setelah menelan kekalahan menyakitkan 1-3 dari AC Milan dalam Derby della Madonnina pada akhir pekan sebelumnya.
Tampil di markas Feyenoord yang terkenal angker, skuad asuhan Cristian Chivu langsung menggebrak sejak awal pertandingan. Pesta gol Nerazzurri dibuka oleh Yann Aurel Bisseck, diikuti torehan Francesco Pio Esposito dan Piotr Zielinski yang memastikan kemenangan meyakinkan tanpa balas. Esposito bahkan hampir mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan umpan indah Federico Dimarco, namun gol tersebut dianulir karena offside tipis.
Kemenangan ini juga mengakhiri catatan kurang memuaskan Inter dalam mengawali pertandingan. Mereka akhirnya kembali mencetak gol dalam delapan menit pertama untuk pertama kalinya sejak Agustus, sekaligus membawa pulang tiga poin penting dari Rotterdam. Pencapaian ini menghentikan tren negatif yang mengkhawatirkan bagi Inter musim ini.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Cristian Chivu mengapresiasi kebangkitan anak asuhnya yang mampu menerjemahkan evaluasi pascadua laga sebelumnya ke atas lapangan. Penampilan solid ini membuktikan kapasitas Inter yang sebenarnya saat tampil terorganisir dengan baik.
“Kami memiliki nilai-nilai tertentu, kami memahami hal-hal tertentu dan mewujudkannya di lapangan. Kami berusaha menjadi versi terbaik dari diri kami sendiri, dan hari ini semuanya berjalan lancar berkat organisasi, intensitas, dan semua hal yang kami butuhkan untuk tampil kuat di stadion yang tidak mudah ini,” ujar Cristian Chivu kepada Sky Sport Italia.
Pelatih Inter juga menekankan pentingnya dialog terbuka di dalam ruang ganti, baik setelah tim meraih hasil positif maupun negatif, demi memperbaiki kekurangan yang ada. Menurutnya, kemenangan di markas Feyenoord lahir dari organisasi permainan, intensitas, dan kerja kolektif yang berjalan sesuai harapan.
Namun, Cristian Chivu juga menegaskan bahwa hasil positif tersebut bukan berarti Inter selalu tampil buruk dalam pertandingan sebelumnya. Laga di Rotterdam memperlihatkan versi permainan yang ingin terus ditampilkan oleh timnya ke depannya. Sang pelatih menekankan pentingnya konsistensi tetap menjadi kunci utama untuk meraih hasil manis di akhir musim.
Sebelum menghadapi Feyenoord, Cristian Chivu telah mengungkapkan kendala taktis dan masalah kebugaran yang muncul menjelang laga derbi melawan Milan. Kondisi sakit yang datang mendadak dan kelengahan di lini pertahanan membuat Inter kesulitan mempertahankan konsistensi yang biasa mereka tunjukkan. Persiapan menjelang pertandingan di San Siro jauh dari ideal, dengan Inter harus pontang-panting mengubah susunan pemain inti hanya beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.
Cristian Chivu mengungkapkan bahwa rencananya berantakan akibat masalah kesehatan yang dialami sejumlah pemain kunci. “Kami terpaksa melakukan perubahan. Pio sedang tidak sehat, Bonny demam, jadi kami harus berimprovisasi dengan keyakinan bahwa itulah keputusan yang tepat,” kata sang pelatih.
Selain kendala taktik dan fisik, Cristian Chivu menyinggung tantangan psikologis dalam mempertahankan mentalitas pemenang. Setelah meraih kesuksesan di kompetisi domestik, sang pelatih menilai para pemainnya mungkin kesulitan menemukan tingkat motivasi yang sama seperti saat mereka mencapai puncak. “Tidak mudah bermain setiap tiga hari dan selalu memiliki rasa lapar yang sama setelah meraih kemenangan,” ujarnya.
Kemenangan 3-0 atas Feyenoord menunjukkan bahwa Inter mampu menerapkan nilai-nilai dan prinsip permainan yang telah dibangun bersama. Bagi Cristian Chivu, ini adalah bukti nyata bahwa timnya memiliki kapasitas untuk berkompetisi di level tertinggi sepakbola Eropa, asalkan dapat mempertahankan konsistensi dan fokus yang telah ditunjukkan di De Kuip.
Dengan pertandingan yang datang silih berganti dalam jadwal sepakbola modern, prioritas Inter langsung beralih ke pemulihan fisik dan pembenahan kelengahan di lini pertahanan. Cristian Chivu menekankan perlunya respons segera dari para pemainnya agar kekalahan dalam derbi tidak berkembang menjadi krisis yang lebih besar. Kemenangan meyakinkan ini menjadi langkah positif dalam upaya Inter untuk kembali ke jalur yang benar di Liga Champions dan kompetisi domestik.
