Deretan Kecelakaan Transportasi Terjadi Lagi, dari Kabut Asap Sampit hingga Kapal Feri Terbakar
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Sejumlah peristiwa kecelakaan transportasi mewarnai pemberitaan dalam beberapa hari terakhir, mulai dari insiden mobil terbalik akibat kabut asap di Sampit, Kalimantan Tengah, tabrakan maut di Jakarta Selatan, hingga kebakaran kapal feri di Pelabuhan Merak yang memicu kritik DPR. Rangkaian kecelakaan ini menegaskan pentingnya sinergi antara informasi cuaca, pengawasan kelaikan kendaraan, dan kepatuhan prosedur keselamatan.
Di Sampit, sebuah mobil terbalik di Bundaran Polres Kotawaringin Timur (Kotim) diduga karena kabut asap yang kian pekat. Warga sekitar langsung bergotong royong membantu mengembalikan posisi mobil agar berdiri normal. Meski penyebab pasti kecelakaan tunggal itu belum diketahui dan masih ditangani Satuan Lalu Lintas Polres Kotim, seorang saksi mata, Adi Rahadi, menduga pengemudi tidak dapat melihat jalan dengan jelas.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim menunjukkan pada Kamis pukul 07.00 WIB jarak pandang hanya sekitar lima meter. Suhu udara tercatat 24,2 derajat Celsius dengan kelembapan 98 persen dan angin tenang atau nol kilometer per jam. Prakirawan BMKG Bandara H Asan Sampit, Ibnu Hasan, mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat berkendara di tengah kabut asap dan menunda perjalanan jika tidak mendesak. Pengendara yang tetap harus melintas diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu, serta menghindari pengereman dan manuver mendadak.
Di sisi lain, kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan H. R. Rasuna Said arah utara, dekat Kedubes Malaysia, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 01.10 WIB. Sebuah minibus Honda Mobilio menabrak bodi belakang Isuzu Pick Up hingga menyebabkan seorang penumpang tewas. Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita menyebut dugaan awal pengemudi minibus kurang hati-hati dan konsentrasi.
Dari sektor laut, kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10), menambah rentetan kecelakaan kapal sepanjang 2026. Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengecam Kementerian Perhubungan karena kecelakaan laut terjadi lagi dan lagi. Ia menilai permintaan evaluasi menyeluruh tidak dijalankan dan respons kementerian sangat lemah dalam menyikapi kejadian kebakaran kapal yang terus berulang. Lasarus juga mempertanyakan mengapa mekanisme atau Standar Operasional Prosedur (SOP) pengawasan kapal tidak diatur ulang.
Komisi V DPR RI turut menyoroti sertifikasi kelaikan kapal oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Persoalan ini menjadi sorotan karena kecelakaan kapal kembali terulang, sehingga validitas sertifikasi kelaikan dinilai perlu dievaluasi dan diawasi lebih ketat.
BMKG dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berupaya mengoptimalkan pemanfaatan informasi cuaca untuk keselamatan transportasi. Informasi cuaca publik, penerbangan, dan maritim, termasuk peringatan dini, menjadi instrumen penting agar operator dan pengguna jasa transportasi dapat mengambil keputusan tepat sebelum melakukan perjalanan.
Rangkaian kecelakaan tersebut menunjukkan bahwa keselamatan transportasi bersifat lintas sektor. Kabut asap menurunkan jarak pandang, kelalaian pengemudi memicu tabrakan, sementara lemahnya pengawasan dan sertifikasi memperbesar risiko kecelakaan kapal. Diperlukan langkah konkret: penegakan SOP, audit kelaikan secara berkala, diseminasi informasi cuaca yang cepat, serta edukasi keselamatan bagi pengguna jalan dan penumpang.
Dengan begitu, setiap kecelakaan dapat menjadi bahan evaluasi, bukan sekadar berita yang berulang. Keselamatan publik harus menjadi prioritas bersama antara regulator, operator, dan masyarakat.
