Produksi Drakor Turun 30 Persen, 12 Asosiasi Desak Kucuran Dana 1 Triliun Won
Inforiau – 06 November 2026 | Seoul — Produksi Drakor Turun 30 Persen 12 Asosiasi Desak Kucuran Dana 1 Triliun Won menjadi peringatan serius bagi ekosistem drama Korea Selatan. Penurunan volume produksi dan menyusutnya slot tayang membuat 12 asosiasi drama siaran Korea mendesak pemerintah serta pemangku kepentingan industri menyiapkan sistem investasi dan dukungan jangka menengah-panjang senilai 1 triliun won.
Permintaan itu muncul setelah sejumlah rumah produksi mengeluhkan lesunya pendanaan, mahalnya biaya produksi, dan terbatasnya ruang tayang di televisi maupun platform digital. Kondisi tersebut memicu efek berantai: jadwal syuting tertunda, tenaga kreatif kehilangan proyek, dan sejumlah judul baru terpaksa dikaji ulang. Dalam jangka panjang, situasi ini dikhawatirkan melemahkan daya saing drama Korea yang selama ini menjadi salah satu ekspor budaya populer utama.
Koalisi asosiasi menilai penurunan drastis produksi tidak bisa diselesaikan dengan stimulus jangka pendek. Mereka mendorong skema investasi yang lebih stabil, insentif produksi, serta jaminan distribusi agar kreator dapat merencanakan proyek dalam siklus yang lebih panjang. Dukungan itu dianggap krusial karena industri drakor bergerak di antara kebutuhan pasar global, biaya produksi yang naik, dan perubahan perilaku penonton.
- Pendanaan produksi yang lebih stabil dan transparan.
- Insentif fiskal serta kemudahan akses investasi.
- Perluasan slot tayang dan jaminan distribusi di platform.
Bagi pekerja kreatif, dampak penurunan produksi terasa langsung. Penulis, sutradara, aktor pendukung, hingga kru teknis menghadapi berkurangnya lapangan kerja. Jika tidak segera diatasi, gelombang pemangkasan proyek berpotensi memicu migrasi talenta ke sektor lain dan memperlebar ketimpangan antara produksi besar dan rumah produksi kecil.
Desakan 12 asosiasi juga menyoroti pentingnya tata kelola industri yang melibatkan pemerintah, penyiar, platform, dan pelaku produksi. Tanpa koordinasi, dana besar sekalipun berisiko tidak tepat sasaran. Skema 1 triliun won diharapkan menjadi katalis, bukan sekadar tambalan, agar produksi drama Korea kembali bergeliat dan pasar kerja kreatif pulih secara bertahap.
Dengan demikian, krisis produksi drakor bukan hanya soal angka penurunan 30 persen, tetapi juga soal keberlanjutan ekosistem kreatif. Jika 12 asosiasi, pemerintah, dan pelaku industri mampu merancang investasi serta dukungan jangka menengah-panjang secara tepat, industri drama Korea berpeluang menjaga relevansi global tanpa mengorbankan kesejahteraan pekerja kreatif.
Editor: Alwira Fanzary
