Inforiau – 22 Oktober 2026 | Pengusaha nasional Garibaldi Thohir, yang akrab disapa Boy Thohir, kembali mencuri perhatian pasar modal Indonesia. Melalui perusahaan investasi keluarganya, PT Trinugraha Thohir, ia memborong saham tiga emiten sekaligus pada Senin, 19 Oktober 2026. Langkah Garibaldi Thohir ini dilakukan justru ketika bursa saham domestik tengah menghadapi tekanan dan sejumlah saham berupaya bangkit dari koreksi.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia yang dipublikasikan pada 20 dan 21 Oktober 2026, transaksi tersebut mencakup 2.252.300 saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), 102.600 saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), serta 470.000 saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Total nilai pembelian ketiga saham itu mencapai sekitar Rp3,02 miliar.
Manajemen Trinugraha Thohir menyebut aksi korporasi ini bertujuan menambah investasi langsung pada ketiga perusahaan. “Tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.
Rincian Transaksi Saham Boy Thohir
Berikut rincian pembelian saham yang dilakukan Garibaldi Thohir melalui Trinugraha Thohir:
| Emiten | Jumlah Saham | Harga per Saham | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|
| ESSA | 2.252.300 | Rp444 | ± Rp1,02 miliar |
| AADI | 102.600 | Rp9.750–Rp9.800 | ± Rp1,00 miliar |
| ADRO | 470.000 | Rp2.130 | ± Rp1,00 miliar |
Khusus untuk ADRO, kepemilikan langsung Boy Thohir tercatat naik dari 209.419.470 saham menjadi 209.889.470 saham. Porsi hak suaranya pun meningkat dari 0,727 persen menjadi 0,729 persen. Sementara itu, kepemilikannya di AADI bertambah dari 89.926.520 saham menjadi 90.029.120 saham, dengan porsi hak suara naik dari 1,1548 persen menjadi 1,1562 persen.
Pada ESSA, porsi kepemilikan langsung Trinugraha Thohir naik dari 0,48 persen menjadi 0,49 persen. Meski persentase kenaikannya relatif kecil dibandingkan total saham beredar, aksi Garibaldi Thohir dinilai pasar sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang emiten-emiten tersebut.
Kinerja Keuangan Alamtri Jadi Penopang
Langkah pembelian saham ini bukan tanpa alasan. Alamtri Resources Indonesia mencatat kinerja operasional yang solid pada semester pertama 2026. Pendapatan perseroan naik 16,50 persen menjadi USD999,20 juta, sementara laba bersih melonjak 76,80 persen menjadi USD309,00 juta.
Kenaikan laba bersih yang signifikan itu memberikan konteks tersendiri bagi transaksi Garibaldi Thohir. Alih-alih sekadar merespons sinyal harga teknis, pembelian saham tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan laba yang terukur. Sebelumnya, pada 16 Oktober 2026, saham ADRO sempat anjlok 10,16 persen ke level Rp2.210, sebelum kembali menguat ke Rp2.240 pada 19 Oktober 2026.
Sejumlah analis juga masih optimistis terhadap prospek ADRO. Pada 8 Oktober 2026, BRI Danareksa menaikkan target harga ADRO menjadi Rp3.300. Sementara itu, pasar menantikan rilis kinerja keuangan berikutnya pada 3 November 2026 sebagai titik uji apakah pertumbuhan pendapatan dan laba bersih semester pertama berlanjut ke periode berikutnya.
Siapa Boy Thohir?
Garibaldi Thohir lahir di Bandar Lampung pada 1 Mei 1965. Ia merupakan putra pasangan Teddy Thohir dan Edna Thohir, sekaligus kakak kandung Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga. Lulusan perguruan tinggi di Amerika Serikat ini mendirikan WOM Finance, mengakuisisi Adaro pada 2005, dan kini menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris Alamtri Resources sejak Juni 2025.
Forbes mencatat kekayaan Garibaldi Thohir sebesar 3,8 miliar dolar AS pada Desember 2025, menempatkannya di peringkat ke-19 orang terkaya di Indonesia. Rekam jejak itulah yang membuat setiap langkah investasinya selalu menjadi sorotan pelaku pasar.
Pasar Lesu, Momentum atau Risiko?
Meski aksi borong saham oleh investor besar kerap dianggap sinyal positif, pasar tetap perlu mencermati arah tren, kekuatan permintaan, aktivitas jual beli, serta kemampuan masing-masing saham menembus area resistansi. Pembelian oleh Garibaldi Thohir tidak otomatis menjamin harga saham akan terus naik.
Di sisi lain, langkah ini menunjukkan bahwa di tengah kondisi pasar modal yang lesu, sebagian kalangan masih melihat value pada saham-saham energi dan industri kimia. ESSA, misalnya, sempat tertekan sebelum mencoba membangun momentum pemulihan dan bergerak di sekitar Rp520 setelah naik lebih dari 2 persen.
Secara keseluruhan, aksi korporasi Garibaldi Thohir melalui Trinugraha Thohir mencerminkan strategi akumulasi jangka panjang di tengah volatilitas pasar. Dengan kinerja keuangan yang tumbuh solid dan target harga analis yang masih positif, transaksi ini menjadi cermin kepercayaan terhadap fundamental emiten, bukan sekadar spekulasi jangka pendek. Investor tetap disarankan mencermati laporan keuangan berikutnya pada awal November 2026 sebagai konfirmasi keberlanjutan kinerja sebelum mengambil keputusan.
