Portal Perlinsos Buka Registrasi Ulang Bansos 2027, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Inforiau – 07 November 2026 | JAKARTA – Portal Perlinsos kembali menjadi kanal utama masyarakat untuk mengelola bantuan sosial secara mandiri. Kementerian Sosial telah membuka pendaftaran dan registrasi ulang bansos tahun anggaran 2027 bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Masyarakat diminta memperbarui data kependudukan dan kondisi ekonomi terkini agar penyaluran tepat sasaran.
Layanan portal perlinsos hadir dalam format situs web yang bisa diakses lewat peramban di ponsel, tablet, atau komputer tanpa mengunduh aplikasi. Sebelum mendaftar, siapkan NIK KTP, verifikasi wajah, dan nomor meteran listrik PLN. Proses registrasi tidak dipungut biaya. Waspadai oknum yang meminta imbalan uang.
Selain pengajuan PKH dan BPNT, portal perlinsos menyediakan pengecekan status kelayakan, alasan penolakan, hingga pengajuan sanggahan jika data tidak sesuai kondisi lapangan. Layanan ini terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Pendaftaran, sanggahan, dan pelengkapan dokumen dibuka hingga akhir 2026 bagi warga desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui laman resmi perlinsos.kemensos.go.id.
Di daerah, Pemkab Gresik memperluas pendataan bansos lewat portal perlinsos digital. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong warga menjadi agen Perlinsos sukarela untuk mengusulkan penerima bantuan. Pemkab juga melatih 300 personel TNI dan Polri guna memperkuat validasi data di lapangan.
Berikut langkah ringkas registrasi ulang:
- Buka laman resmi Portal Perlinsos melalui peramban.
- Siapkan NIK KTP, verifikasi wajah, dan nomor meteran listrik PLN.
- Ikuti alur verifikasi dan lengkapi data kependudukan serta ekonomi terkini.
- Pantau status kelayakan dan ajukan sanggahan bila data tidak sesuai.
Dengan pembaruan data yang akurat, pemanfaatan portal perlinsos diharapkan membuat bansos 2027 lebih transparan, adil, dan tepat sasaran. Masyarakat pun perlu aktif memastikan informasi keluarganya valid agar bantuan sampai kepada yang benar-benar membutuhkan.
Editor: Ahmad Syafwan
