BI Uji Coba QRIS Antarnegara di Timor Leste dan Hong Kong, Transaksi Digital Tembus 18,09 Miliar
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Bank Indonesia (BI) terus memperluas konektivitas pembayaran digital lintas negara. Langkah terbaru, BI Uji Coba QRIS Antarnegara di Timor Leste dan Hong Kong yang dijadwalkan berlangsung pada kuartal IV 2026. Uji coba ini menjadi bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, di tengah lonjakan transaksi digital domestik yang signifikan.
Rencana tersebut terungkap dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 20-21 Oktober 2026. Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa perluasan QRIS ke dua wilayah tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat integrasi pembayaran regional. “Kami melihat potensi besar dalam konektivitas pembayaran lintas batas, terutama dengan negara tetangga dan pusat keuangan internasional,” ujar Destry dalam konferensi pers virtual, Jumat (23/10/2026).
Transaksi Digital Tumbuh Pesat
Data BI menunjukkan volume transaksi pembayaran digital mencapai 18,09 miliar transaksi pada kuartal III 2026, naik 39,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini didorong oleh adopsi QRIS yang tumbuh 75,80 persen secara tahunan.
Hingga kuartal III 2026, jumlah pengguna QRIS tercatat 70,6 juta, sedangkan jumlah merchant mencapai 49,4 juta. Angka ini menegaskan QRIS sebagai instrumen pembayaran yang semakin diterima masyarakat luas, dari pedagang kecil hingga ritel modern.
| Indikator | Kuartal III 2026 | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|
| Volume transaksi digital | 18,09 miliar | +39,24% |
| Transaksi QRIS | – | +75,80% |
| Pengguna QRIS | 70,6 juta | – |
| Merchant QRIS | 49,4 juta | – |
Destry menambahkan bahwa pertumbuhan ini tidak lepas dari peran QRIS dalam mendorong inklusi keuangan. “Kami optimistis dengan perluasan QRIS ke mancanegara, volume transaksi akan terus meningkat dan memberikan manfaat bagi UMKM serta masyarakat yang sering bepergian ke luar negeri,” jelasnya.
Persiapan Teknis dan Regulasi
Untuk merealisasikan BI Uji Coba QRIS Antarnegara di Timor Leste dan Hong Kong, BI telah menjalin komunikasi dengan otoritas moneter setempat. Uji coba akan mencakup aspek interoperabilitas sistem, keamanan transaksi, dan kepatuhan terhadap regulasi anti pencucian uang. BI menargetkan uji coba ini dapat berjalan lancar dan dievaluasi sebelum diperluas ke negara lain.
Selain itu, BI juga menyiapkan edukasi kepada merchant dan pengguna di kedua wilayah. Sosialisasi akan dilakukan melalui kerja sama dengan perbankan dan penyedia jasa pembayaran. “Kami ingin memastikan pengalaman pengguna yang mulus, baik bagi wisatawan Indonesia di Timor Leste maupun Hong Kong, maupun sebaliknya,” tambah Destry.
Pengamat ekonomi menilai langkah BI ini sejalan dengan tren global menuju pembayaran lintas batas yang lebih efisien. Dengan populasi pekerja migran Indonesia yang besar di Hong Kong, QRIS antarnegara berpotensi memangkas biaya transfer dan mempercepat remitansi. Sementara itu, Timor Leste memiliki kedekatan budaya dan ekonomi dengan Indonesia, terutama di wilayah perbatasan.
Sebagai informasi, BI Uji Coba QRIS Antarnegara di Timor Leste dan Hong Kong merupakan kelanjutan dari keberhasilan uji coba serupa di beberapa negara ASEAN. Sebelumnya, BI telah meluncurkan QRIS antarnegara dengan Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Langkah ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pionir dalam konektivitas pembayaran regional.
Dampak bagi UMKM dan Sektor Pariwisata
Bagi pelaku UMKM, kehadiran QRIS antarnegara membuka peluang pasar yang lebih luas. Pedagang di Indonesia dapat menerima pembayaran dari wisatawan Timor Leste dan Hong Kong tanpa perlu menukar mata uang. Sebaliknya, wisatawan Indonesia dapat bertransaksi dengan mudah di kedua wilayah tersebut.
Sektor pariwisata juga diprediksi terdampak positif. Dengan kemudahan pembayaran, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, khususnya dari Hong Kong dan Timor Leste, diharapkan meningkat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pemulihan pariwisata pasca pandemi.
Namun, BI mengingatkan pentingnya literasi digital dan keamanan siber. Pengguna diimbau untuk selalu menjaga kerahasiaan kode QR dan tidak mengakses tautan mencurigakan. BI juga akan terus memantau potensi risiko fraud dalam implementasi QRIS antarnegara.
Kesimpulan
Langkah BI Uji Coba QRIS Antarnegara di Timor Leste dan Hong Kong menandai babak baru dalam integrasi pembayaran digital Indonesia di kancah global. Dengan pertumbuhan transaksi digital yang pesat dan basis pengguna QRIS yang besar, inisiatif ini berpotensi memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pembayaran regional. Keberhasilan uji coba ini akan menjadi pijakan untuk memperluas konektivitas ke lebih banyak negara, sekaligus mendorong inklusi keuangan dan efisiensi transaksi lintas batas. Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini dengan bijak, sambil tetap waspada terhadap risiko keamanan digital.
