Persib Menang di Melbourne, Wacana Indonesia ke Australia A-League Menguat
Inforiau – 07 November 2026 | Melbourne, Kemenangan dramatis Persib Bandung atas Melbourne Victory di AFC Champions League Two 2026/2027 memantik diskusi baru soal masa depan Australia A-League. Laga di AAMI Park, Rabu (4/11/2026), tidak hanya memastikan langkah Maung Bandung ke babak 16 besar, tetapi juga membuat sejumlah penggemar Australia mempertanyakan apakah kompetisi kasta tertinggi negeri kanguru itu perlu membuka pintu bagi klub Indonesia.
Wacana Australia A-League
Gagasan itu muncul setelah Persib menang 2-1. Melbourne Victory unggul lewat gol bunuh diri Julio Cesar pada menit 71. Luka Menalo menyamakan skor pada menit 85, lalu Balsa Sekulic mencetak gol kemenangan pada menit 90. Persib mengoleksi 12 poin dari empat laga Grup E dan memimpin klasemen. Di media sosial X, pengguna @THFC_Dan_ menilai Australian Professional Leagues (APL) layak mengkaji kehadiran tim Indonesia di Australia A-League karena potensi pasar dan bobot klub.
Suasana AAMI Park juga menjadi sorotan. Pengguna @LachieAvil mengklaim pendukung Persib hadir sekitar lima kali lebih banyak daripada suporter tuan rumah dan memuji tifo Bobotoh. Pengguna @AlexfromMelb menilai sejumlah pemain asing Persib berkualitas dan cocok bermain di Australia A-League, meski gaji menjadi kendala. Sementara @vuckaroos mempertanyakan urgensi klub Indonesia meninggalkan liga domestik.
Sorotan Luke Vickery
Dinamika Australia A-League tidak lepas dari performa Luke Vickery. Penyerang sayap 20 tahun milik Timnas Indonesia itu kembali menjadi starter saat Macarthur FC bermain 0-0 melawan Western Sydney Wanderers, Sabtu (31/10/2026). Ia tampil sekitar 60 menit dengan rating 6,5, 20 sentuhan bola, dan akurasi passing 92 persen. Macarthur berada di peringkat ketiga dengan 5 poin.
Di level timnas, pelatih Australia Tony Popovic menyatakan tertarik membawa Socceroos ke Piala AFF. Namun, kesenjangan kekuatan dan bentrok jadwal dengan kompetisi domestik yang berlangsung Oktober-Mei menjadi kendala. Bagi APL, wacana Persib dan pasar Indonesia adalah peluang strategis, tetapi tetap perlu kajian kompetisi, regulasi, dan dampak bagi klub peserta.
Editor: Sukri Mustakim
