PPGL Siapkan 514,12 Juta Saham Bonus Rasio 6:4, Simak Jadwal dan Sumber Dananya
Inforiau – 22 Oktober 2026 | PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) tengah menyiapkan langkah korporasi berupa pembagian saham bonus kepada para pemegang saham. Dalam rencana yang telah disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, PPGL Siapkan 514 12 Juta Saham Bonus dengan Rasio 6 banding 4. Artinya, setiap pemegang enam saham PPGL berhak memperoleh empat saham bonus. Rencana ini menjadi sorotan pasar karena jumlahnya cukup signifikan dan akan meminta persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Oktober 2026 mendatang.
Dana yang digunakan untuk membagikan saham bonus ini bukan berasal dari laba bersih perseroan, melainkan dari kapitalisasi agio saham atau tambahan modal disetor tahun buku 2025. Dengan demikian, pembagian ini tidak dapat disamakan dengan dividen saham yang biasanya berasal dari laba ditahan. Langkah PPGL Siapkan 514 12 Juta Saham Bonus dengan Rasio 6 banding 4 ini dinilai sebagai upaya memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar modal.
Berdasarkan data yang dihimpun, nilai nominal saham bonus ditetapkan sebesar Rp22 per saham. Dengan jumlah maksimal 514.118.680 saham, total nilai nominal yang disiapkan mencapai sekitar Rp11,31 miliar. Sementara itu, nilai agio saham perseroan pada tahun buku 2025 tercatat sebesar Rp13,22 miliar. Selisih antara nilai agio dan total nominal saham bonus menunjukkan bahwa masih terdapat sisa saldo agio yang dapat digunakan untuk keperluan lain di masa depan.
Rasio pembagian 6 banding 4 berarti setiap pemegang enam saham lama akan menerima empat saham bonus. Jika dihitung secara persentase, rasio ini setara dengan pembagian sekitar 66,67 persen dari jumlah saham yang dimiliki. Bagi investor jangka panjang, aksi korporasi ini dapat meningkatkan jumlah lembar saham yang dipegang tanpa harus mengeluarkan dana tambahan. Namun, perlu dicatat bahwa harga saham akan menyesuaikan secara teoritis setelah tanggal pencatatan saham bonus.
Dalam rencana PPGL Siapkan 514 12 Juta Saham Bonus dengan Rasio 6 banding 4, perseroan telah menetapkan sejumlah tahapan yang harus dilalui. Tahapan pertama adalah persetujuan dalam RUPSLB yang akan digelar pada 23 Oktober 2026. Setelah mendapatkan restu dari pemegang saham, perseroan akan mengumumkan jadwal resmi pembagian saham bonus, termasuk tanggal pencatatan (recording date) dan tanggal pembayaran saham bonus. Seluruh proses ini akan dilaporkan kepada otoritas bursa dan Otoritas Jasa Keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Manajemen PPGL menegaskan bahwa pembagian saham bonus ini tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional perusahaan. Sumber dana yang digunakan murni berasal dari agio saham, sehingga kas perseroan tetap utuh untuk mendukung ekspansi bisnis logistik yang menjadi core business perusahaan. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat investor ritel karena harga saham per lembar menjadi lebih terjangkau setelah pembagian saham bonus.
Bagi pemegang saham yang ingin memperoleh saham bonus, mereka harus memiliki saham PPGL pada tanggal pencatatan yang akan ditetapkan kemudian. Investor yang membeli saham setelah tanggal tersebut tidak akan berhak atas saham bonus. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk mencermati jadwal resmi yang akan diumumkan oleh perseroan melalui keterbukaan informasi di bursa.
Dari sisi kinerja keuangan, nilai agio saham PPGL sebesar Rp13,22 miliar pada tahun buku 2025 menunjukkan bahwa perseroan memiliki tambahan modal disetor yang cukup untuk membagikan saham bonus. Dengan total nilai nominal saham bonus sekitar Rp11,31 miliar, perseroan masih memiliki sisa agio sekitar Rp1,91 miliar. Sisa ini dapat dimanfaatkan untuk keperluan korporasi lainnya di masa mendatang, termasuk untuk memperkuat struktur permodalan.
Pengamat pasar modal menilai bahwa aksi korporasi berupa saham bonus sering kali menjadi sinyal positif bagi investor karena menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan. Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan fundamental perusahaan, termasuk pertumbuhan pendapatan dan laba bersih, agar tidak terjebak pada euforia jangka pendek. Rencana PPGL Siapkan 514 12 Juta Saham Bonus dengan Rasio 6 banding 4 ini sebaiknya dilihat sebagai bagian dari strategi jangka panjang perseroan dalam menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
Sebagai informasi, saham bonus merupakan salah satu instrumen yang populer di pasar modal Indonesia. Beberapa emiten memilih membagikan saham bonus untuk meningkatkan jumlah saham beredar dan memperluas basis investor. Namun, setiap aksi korporasi memiliki konsekuensi tersendiri, termasuk perubahan harga saham di pasar sekunder. Oleh karena itu, pemegang saham diharapkan membaca dengan cermat seluruh keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.
Dengan melihat seluruh rangkaian rencana tersebut, dapat disimpulkan bahwa langkah PPGL Siapkan 514 12 Juta Saham Bonus dengan Rasio 6 banding 4 merupakan aksi korporasi yang patut dicermati oleh pelaku pasar. Pembagian saham bonus ini menggunakan sumber dana dari kapitalisasi agio saham tahun buku 2025, bukan dari laba bersih, sehingga tidak mengurangi kas perseroan. Persetujuan akan dimintakan dalam RUPSLB pada 23 Oktober 2026. Bagi investor, langkah ini dapat menjadi peluang untuk menambah kepemilikan saham secara tidak langsung, asalkan tetap memperhatikan jadwal pencatatan dan prospek fundamental perusahaan ke depan.
