Gempa Jepang M7,1 Guncang Kyushu, Tsunami Diwaspadai dan Shinkansen Berhenti
Inforiau – 08 November 2026 | Gempa Jepang berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah barat daya Kyushu pada Kamis sore, 8 Agustus 2024. Episentrum berada di lepas pantai Miyazaki, sekitar 30 kilometer di bawah laut, dan guncangan terkuat tercatat level 6 bawah skala intensitas seismik Jepang di Kota Nichinan. Badan meteorologi sempat mencatat magnitudo awal 6,9 sebelum merevisinya menjadi 7,1.
Peringatan tsunami dikeluarkan untuk Prefektur Kochi, Ehime, Oita, Miyazaki, dan Kagoshima. Warga pesisir diminta menjauhi pantai dan mengikuti arahan petugas. Pemerintah Jepang membentuk satuan tugas khusus untuk memantau dampak gempa Jepang serta mempercepat penanganan darurat. Otoritas masih memantau perkembangan di lapangan.
Operator menghentikan sementara Shinkansen Kyushu dan Nishi Kyushu untuk memeriksa keamanan jalur. Penghentian ini menjadi dampak langsung gempa Jepang terhadap mobilitas warga. Japan Meteorological Agency juga menyelidiki kemungkinan kaitan peristiwa dengan gempa tipe palung besar di Palung Nankai, yang membentang dari lepas pantai barat hingga Jepang tengah.
Dalam peristiwa terpisah, laporan menyebut gempa magnitudo 6,2 mengguncang Jepang barat dan turut membuat kereta cepat dihentikan. Sejumlah catatan lain menunjukkan sistem peringatan dini Jepang pernah keliru memperkirakan magnitudo 9,9; peringatan dibatalkan setelah guncangan terkuat hanya level 1 di Hakodate. Insiden itu sempat mengganggu trem di Sapporo dan layanan shinkansen Tokaido beberapa menit.
Masyarakat diimbau waspada terhadap gempa susulan, memeriksa jalur evakuasi, dan memantau informasi resmi. Gempa Jepang kali ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman seismik di kawasan Cincin Api Pasifik.
Editor: Alwira Fanzary
