Teknologi RISHA Percepat Pembangunan 178 Huntap di Aceh Tamiang
Inforiau – 08 November 2026 | Pemerintah resmi memulai pembangunan 178 Huntap di Aceh Tamiang pada Kamis (8/10/2026) melalui peletakan batu pertama. Langkah ini menjadi penanda percepatan penyediaan rumah tetap bagi warga terdampak bencana agar tidak berlama-lama tinggal di hunian sementara. Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Ronny Hutahayan, menegaskan pembangunan 178 Huntap tersebut diarahkan agar selesai dengan baik, aman ditempati, dan segera meringankan beban masyarakat.
Pembangunan 178 Huntap tidak hanya mencakup unit rumah, tetapi juga prasarana, sarana, dan utilitas umum. Jalan lingkungan, listrik, air bersih, serta fasilitas pendukung disiapkan agar kawasan dapat langsung berfungsi saat warga mulai menempatinya. Teknologi RISHA dipilih karena menggunakan sistem komponen pracetak sehingga proses pembangunan tidak perlu menunggu pengerasan struktur beton konvensional. Metode ini mendukung pekerjaan lebih cepat dan efisien tanpa mengurangi standar mutu, keamanan, dan kenyamanan bangunan.
Secara keseluruhan, target pembangunan huntap Aceh Tamiang pada 2026 mencapai 2.399 unit dan seluruhnya telah masuk dalam kontrak. Pekerjaan memiliki waktu pelaksanaan sekitar 90 hari dan diarahkan selesai hingga 31 Desember 2026. Selain Alur Jambu, pembangunan huntap relokasi terpusat di Kecamatan Bandar Pusaka mencakup 246 unit di Gampong Babo pada lahan sekitar 13 hektare. Di Lubuk Sidup, sebanyak 169 unit disiapkan pada lahan 4,23 hektare dengan masa pelaksanaan sekitar 99 hari dan target penyerahan paling lambat 31 Desember 2026.
Kesiapan lokasi lain terus diperkuat. Gampong Pantai Tinjau telah memiliki lahan 8,7 hektare dengan sertifikat elektronik untuk rencana pembangunan 160 unit huntap. Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum di Karang Baru telah mencapai 80 persen, sedangkan Jembatan Aras Sembilan sebagai akses pendukung kawasan Lubuk Sidup sedang memasuki proses tender. Kepala Pos Komando Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Aceh, Safrizal Z.A., menyebut groundbreaking bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak dimulainya kehidupan yang lebih permanen bagi masyarakat.
Dengan percepatan ini, pembangunan 178 Huntap di Aceh Tamiang diharapkan menjadi bagian dari pemulihan kawasan yang lebih tertata. Kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan pelaksana proyek menjadi kunci agar rumah, jaringan air, listrik, serta akses lingkungan selesai tepat waktu dan dapat digunakan masyarakat secara berkelanjutan.
Editor: Alwira Fanzary
