Carlos Espí: Dua Kali Ditolak Valencia, Kini Jadi Penentu Kemenangan Real Madrid
Inforiau – 08 November 2026 |
Nama Carlos Espí kini semakin diperbincangkan di Spanyol. Striker muda kelahiran Tavernes de la Valldigna itu dua kali ditawarkan Alzira ke Valencia saat junior, tetapi tidak diambil. Kini ia bersinar bersama Real Madrid dan menjadi penentu kemenangan.
Perjalanan Carlos Espí tidak instan. Ia datang ke Alzira dari UE Tavernes atas rekomendasi Marta Pellicer. Direktur olahraga Rafa Asensio bahkan memberinya pelatih pribadi sekali seminggu untuk memoles fisik. Hasilnya: 6 gol di cadete, 25 gol di Juvenil C, dan 6 gol di Juvenil B. Setiap pertandingannya menjadi incaran pemandu bakat.
Pada 2022, Alzira dan Valencia menggelar laga uji coba untuk melihat beberapa pemain muda, termasuk Carlos Espí. Penampilannya kurang meyakinkan dan Valencia kembali tidak bergerak. Levante kemudian masuk. Rafa Asensio menegosiasikan transfer Espí ke Levante, yang awalnya menolak syarat persentase penjualan masa depan. Asensio dan ayah Espí kembali menghubungi Valencia, bahkan Espí sempat mencoba di Paterna. Tetap tidak ada kesepakatan. Levante akhirnya menerima 10 persen, sementara Alzira meminta 15 persen.
Keputusan itu terbukti menguntungkan Alzira. Setelah Carlos Espí pindah ke Real Madrid, Alzira menerima 2,5 juta euro dari klausul persentase penjualan. Valencia yang pernah dua kali menolaknya pun kehilangan kesempatan mendapatkan striker yang kini berseragam putih.
Di Real Madrid, Espí tidak selalu menjadi starter. Catatan Marca menyebut ia hanya bermain 51 menit di awal musim, tetapi dampaknya besar: sembilan poin bagi tim asuhan José Mourinho. Saat melawan Espanyol, ia masuk menit 80 dan mencetak gol kemenangan. Di Elche, ia masuk menit 85 dan mencetak gol 2-3 pada menit 90. Melawan AEK Athena, Madrid menang lewat gol Fede Valverde setelah Espí masuk. Melawan Roma, gol Espí memulai comeback 3-4. Satu-satunya yang tidak berbuah poin adalah saat Madrid kalah 1-0 dari Betis, meski Espí sempat mencetak gol salto yang dianulir offside.
Jelang laga melawan Valencia di Mestalla, Carlos Espí bersama Dean Huijsen menghadiri sesi tanda tangan dan foto bersama di Hotel Primus Valencia. Momen itu menjadi kembalinya Espí ke kota yang pernah menolaknya. Pada pramusim, ia juga menyumbang satu gol saat Real Madrid menang 3-0 atas Schalke 04, setelah gol Kylian Mbappé dan Huijsen. Kehadirannya di lini depan Madrid disebut menambah persaingan, termasuk bagi Endrick.
Bagi Alzira, kisah striker adalah bukti bahwa kesabaran membina pemain muda bisa berbuah manis. Bagi Valencia, dua penolakan itu menjadi catatan mahal. Sementara di Madrid, Espí terus menunjukkan bahwa menit bermain tidak selalu soal jumlah, melainkan momen ketika ia mampu mengubah arah pertandingan.
Editor: Abuzar Samad
