FC Dallas Puji Maarten Paes, Kiper Timnas Indonesia yang Jadi Tembok di MLS
Inforiau – 08 November 2026 | Jakarta – FC Dallas kembali menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola Tanah Air. Klub peserta Major League Soccer (MLS) itu tak hanya disorot karena persaingan di kompetisi domestik Amerika Serikat, tetapi juga karena peran besarnya dalam karier kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes.
Hubungan FC Dallas dengan skuad Garuda terlihat jelas saat Paes dipanggil untuk ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Sang kiper masuk daftar 26 pemain besutan Shin Tae-yong bersama Ernando Ari, Adi Satryo, dan Nadeo Argawinata. Manajemen klub melepasnya dengan bangga melalui akun media sosial resmi, menyebut pemanggilan tersebut sebagai momen membanggakan bagi kiper mereka.
Unggahan yang menyertai pengumuman itu ikut membuat warganet Indonesia bersemangat. Klub menulis kalimat singkat dan jenaka, “Singkat, padat, dipanggil Timnas”. Perjalanan Paes sendiri tidak mulus karena harus menempuh proses di pengadilan olahraga (CAS) sebelum akhirnya sah memperkuat tim nasional.
Dua Laga, Dua Gelar Man of the Match
Kepercayaan itu terbayar di lapangan. Melawan Arab Saudi, Paes tampil gemilang, termasuk menggagalkan penalti Salem Al-Dawsari yang membuat Indonesia pulang membawa satu poin. Berlanjut ke laga kandang kontra Australia, kiper kelahiran Belanda itu mencatat lima penyelamatan, empat di antaranya di dalam kotak penalti, sehingga semua tembakan tepat sasaran lawan berhasil dimentahkan.
Catatan 45 sentuhan bola dan 29 umpan panjang melengkapi penampilannya dalam laga yang berakhir 0-0. Berkat performa tersebut, Paes dinobatkan sebagai man of the match untuk kedua kalinya secara beruntun. FC Dallas pun kembali memberi pujian, menggambarkannya sebagai tembok tebal di bawah mistar Garuda.
Fokus ke Persaingan MLS
Di level klub, FC Dallas sedang menatap laga penting pekan ke-34 MLS melawan Colorado Rapids di Toyota Stadium, Frisco. Tim asuhan Eric Quill berada di posisi kedua Wilayah Barat dan ingin mempertahankan keunggulan di kandang setelah bermain imbang 1-1 dengan Sporting Kansas City. Sementara Colorado, yang dilatih Matt Wells, datang dari kekalahan 2-4 atas Chicago Fire dan masih berjuang menjaga peluang ke playoff.
Dari sisi formasi, FC Dallas diperkirakan tampil dengan pola 3-4-2-1 yang mengandalkan Petar Musa di lini depan, sedangkan Colorado Rapids cenderung memakai 4-3-3.
Sinergi antara performa Paes bersama tim nasional dan ambisi FC Dallas menembus playoff menjadi gambaran menarik musim ini. Klub mendapat kiper yang sedang on fire, sementara Indonesia memiliki penjaga gawang yang kian matang di panggung internasional.
