Comeback PSPS Pekanbaru: Taklukkan PSGC 2-1 dan Rebut Puncak Klasemen
Inforiau – 08 November 2026 | Comeback Dramatis PSPS Pekanbaru Taklukkan PSGC 2-1 Askar Bertuah Rebut Puncak Klasemen menjadi sorotan pada pekan kesembilan Liga 2 Indonesia di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru. Tuan rumah sempat tertinggal lebih dulu, tetapi bangkit untuk mengamankan tiga poin penting di hadapan sekitar 8.000 penonton.
PSPS dikejutkan gol cepat PSGC pada awal laga. Blunder M Reza Kusuma saat melepaskan operan jauh di lini belakang dimanfaatkan Johan Bonilla. Bola direbut, lalu Bonilla melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal dihalau kiper Juan Meka.
Tuan rumah merespons. Peluang Asir Aziz pada menit ke-15 masih tepat mengarah ke Yofandani Pranata. Gol penyeimbang akhirnya lahir pada menit ke-23 lewat tandukan Pramudya yang menyambut sepak pojok Matheus Machado.
PSPS mendapat penalti pada menit ke-34 setelah wasit meninjau VAR. Ezechiel N’Douassel dianggap handball saat bertahan menghadapi sepak pojok. Antonio Gamaroni, yang sebelumnya sempat gagal dari titik putih, kali ini menuntaskan tugasnya dan membawa PSPS berbalik unggul 2-1. Gol itu menjadi gol kesembilan striker Brasil tersebut musim ini.
Di babak kedua, PSPS mempertahankan garis pertahanan tinggi dan tekanan agresif. Kombinasi one-two Matheus Machado dan Ilham Syafri membantu tuan rumah keluar dari tekanan. Namun, penyelesaian akhir masih menjadi kendala hingga menit ke-60.
Akhyar Ilyas menyegarkan sektor sayap pada menit ke-80 dengan memasukkan Hamzah Deva dan Natanael Siringoringo. Peluang berturut-turut hadir pada menit ke-83 dan ke-84, tetapi Yofandani tampil gemilang dengan dua penyelamatan krusial.
Hingga peluit panjang, skor tetap 2-1. Kemenangan ini membawa PSPS mengoleksi 22 poin dan merebut puncak klasemen sementara. PSMS Medan membayangi dengan 20 poin, sedangkan PSIS Semarang mengumpulkan 14 poin.
Dengan modal comeback ini, Askar Bertuah menunjukkan mentalitas dan kedalaman skuad yang penting dalam persaingan menuju papan atas. Konsistensi penyelesaian akhir akan menjadi pekerjaan rumah berikutnya.
Editor: Sukri Mustakim
