PSPS Pekanbaru Bangkit dari Gol Cepat PSGC, Unggul 2-1 di Babak Pertama
Inforiau – 08 November 2026 | Pekanbaru — Sempat Tertinggal PSPS Pekanbaru Berbalik Unggul 2-1 atas PSGC Ciamis di Babak Pertama dalam lanjutan pekan kesembilan Liga 2 Indonesia di Stadion Kaharuddin Nasution, Minggu malam (8/11/2026). Askar Bertuah merespons gol cepat lawan dengan dua gol sebelum turun minum.
Petaka tuan rumah datang sangat awal. Kesalahan operan M Reza Kusuma di lini belakang dimanfaatkan Johan Bonilla. Pemain PSGC merebut bola, melewati bek, lalu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tidak mampu diantisipasi kiper Juan Meka.
PSPS berusaha bangkit. Menit ke-15, Asir Aziz mendapat ruang di kotak penalti, tetapi tembakannya masih tepat ke kiper Yofandani Pranata. Tekanan itu berbuah pada menit ke-23: sepak pojok Matheus Machado disambut tandukan terarah Pramudya untuk menyamakan skor 1-1.
Keunggulan tuan rumah lahir pada menit ke-34 lewat titik putih setelah wasit meninjau VAR. Bek PSGC, Ezechiel N’Douassel, diduga handball dalam situasi bertahan setelah sepak pojok. Antonio Gamaroni menuntaskan penalti ke sudut kanan gawang meski sempat terbaca Yofandani. Gol itu menjadi yang kesembilan bagi Gamaroni musim ini.
Catatan menarik, Gamaroni sebelumnya gagal mengeksekusi penalti saat PSPS imbang melawan Adhyaksa FC Bekasi pada 31 Oktober 2026. Dalam laga Piala I.League menghadapi Bhayangkara FC, tugas eksekutor sempat diberikan kepada Matheus Machado.
PSPS nyaris menambah gol pada menit ke-40. Sepak pojok Machado disambut tandukan Gamaroni, tetapi Yofandani masih mampu mengamankan bola. PSGC juga mengancam menjelang jeda melalui tembakan keras dari luar kotak penalti, namun Juan Meka menggagalkannya.
Wasit memberi tambahan waktu lima menit. Hingga peluit jeda berbunyi, skor tetap 2-1. Statistik menegaskan dominasi PSPS:
- Penguasaan bola: PSPS 63 persen.
- Tembakan tepat sasaran: PSPS 5, PSGC 2.
Keunggulan satu gol menjadi modal berharga bagi PSPS Pekanbaru untuk menghadapi babak kedua. Namun, konsistensi lini pertahanan tetap menjadi pekerjaan rumah agar kemenangan tidak lepas.
Editor: Abuzar Samad
