LeBron James Dituduh Kurang Ajar Saat Himne Nasional, Trump Desak Permintaan Maaf
Inforiau – 23 Oktober 2026 | Bintang NBA LeBron James kembali menjadi sorotan, kali ini bukan karena aksi di lapangan, melainkan akibat rekaman video yang menunjukkan dirinya melakukan gerakan pemanasan saat lagu kebangsaan Amerika Serikat, The Star-Spangled Banner, dikumandangkan sebelum pertandingan antara Philadelphia 76ers dan New York Knicks di Madison Square Garden, Selasa (20/10/2026) malam waktu setempat. Insiden tersebut memicu gelombang kritik, termasuk dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara terbuka menuduh LeBron James telah menunjukkan sikap tidak hormat terhadap negara.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyertakan klip video yang memperlihatkan LeBron James berdiri di barisan pemain Philadelphia 76ers sambil mengayunkan tangan seperti melakukan gerakan pemanasan dan meniru gerakan menembak bola basket. “Saat mendengarkan lagu kebangsaan kami, LeBron James tidak menghormati negara kami! Saya sudah mengatakan sejak awal bahwa dia tidak baik, sebuah aib total,” tulis Trump dalam unggahannya. Ia juga menuntut permintaan maaf dari pemain berusia 41 tahun itu kepada “semua pejuang dan pahlawan besar Amerika yang gugur untuk bendera Amerika, dan untuk semua yang diperjuangkan negara kami.”
Kontroversi ini mencuat tak lama setelah LeBron James menjalani debut kompetitifnya bersama Philadelphia 76ers. Dalam laga tersebut, ia membantu tim barunya meraih kemenangan 106-100 atas juara bertahan New York Knicks. Namun, sorotan publik justru teralih pada rekaman singkat sebelum pertandingan dimulai. Sejumlah pengamat menilai gerakan James sebagai bagian dari rutinitas pemanasan biasa, sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk ketidaksopanan terhadap simbol negara.
Reaksi keras juga datang dari komentator Fox News, Laura Ingraham, yang secara sarkastik menulis, “Ber kelas, seperti biasa.” Hingga berita ini diturunkan, pihak LeBron James maupun manajemen Philadelphia 76ers belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi tersebut. Al Jazeera melaporkan bahwa perwakilan 76ers tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Ini bukan pertama kalinya LeBron James menghadapi kritik serupa. Pada Desember 2025, saat masih memperkuat Los Angeles Lakers, ia sempat menuai kecaman setelah rekaman video memperlihatkan dirinya melakukan gerakan ayunan golf sebelum pertandingan melawan Sacramento Kings. Saat itu, pembawa acara radio olahraga Craig Carton mengkritiknya dengan tegas, “Jangan lakukan itu saat lagu kebangsaan saya.”
Trump sendiri memiliki sejarah panjang dalam mengkritik atlet yang dianggap tidak menghormati lagu kebangsaan. Pada 2016, ia mengecam quarterback NFL Colin Kaepernick yang berlutut saat lagu kebangsaan sebagai bentuk protes terhadap diskriminasi ras dan kebrutalan polisi. Kala itu, LeBron James justru menunjukkan dukungannya kepada Kaepernick dengan mengenakan jersey bernomor punggung sang pemain saat menuju pertandingan. Pada 2018, Trump juga membatalkan rencana kunjungan juara Super Bowl Philadelphia Eagles ke Gedung Putih setelah tim tersebut tidak sepakat dengan seruannya agar para pemain berdiri selama lagu kebangsaan.
Di sisi lain, James dikenal sebagai salah satu suara terkemuka dalam gerakan Black Lives Matter pada 2020 dan kerap menyuarakan isu-isu progresif sepanjang kariernya hingga menjadi pencetak skor tertinggi sepanjang masa NBA. Trump bahkan pernah mempertanyakan posisi James dalam perdebatan pemain terbaik sepanjang masa dengan lebih memilih Michael Jordan, dan sempat menyatakan, “Saya hanya menyukai orang yang menyukai saya.”
Hingga kini, belum ada indikasi bahwa gerakan LeBron James dalam video tersebut dimaksudkan sebagai bentuk protes. Namun, kritik dari Presiden AS telah membuka kembali perdebatan lama tentang batas antara ekspresi pribadi dan penghormatan terhadap simbol negara di arena olahraga. Publik menantikan klarifikasi dari kubu James dan 76ers, sementara tekanan politik terhadap atlet terus mengemuka di tengah polarisasi yang kian tajam.
