MU Liga Champions: Tekanan, Krisis Cedera, dan Comeback Dramatis atas Roma
Inforiau – 09 November 2026 |
Manchester United (MU) menjalani fase liga Liga Champions 2026/2027 dengan tekanan besar. Setelah menang 4-0 atas Sabah FK, MU takluk 0-2 dari Atletico Madrid pada matchday kedua. Kini MU bersiap bertandang ke markas Como 1907 pada matchday ketiga, Rabu (21/10/2026), dalam ujian yang bisa menentukan arah kampanye MU di Eropa.
Kekalahan dari Atletico di Riyadh Air Metropolitano lahir dari gol cepat Pablo Barrios dan Ademola Lookman. MU juga harus mengakhiri laga dengan 10 pemain setelah Leny Yoro mendapat kartu merah. Meski kalah, MU masih berada di posisi ketujuh klasemen dengan tiga poin, sementara Atletico di peringkat ke-13 dengan poin sama.
Menghadapi Como, MU tidak datang dengan kondisi ideal. Tim asuhan Michael Carrick belum menang dalam enam laga beruntun di semua ajang dan terpuruk di peringkat ke-13 Premier League dengan tujuh poin dari tujuh pertandingan. Krisis cedera memperparah situasi: Benjamin Sesko, Manuel Ugarte, dan Patrick Dorgu dipastikan absen, sementara Lisandro Martinez, Luke Shaw, dan Kobbie Mainoo diragukan tampil.
Como bukan lawan yang bisa diremehkan. Klub debutan Eropa ini mencatat 32 kemenangan dari 40 laga kandang, baru mengalahkan Fiorentina 3-1, dan mengandalkan kreativitas Nico Paz serta Martin Baturina. Pelatih Cesc Fabregas menyebut laga melawan MU sebagai mimpi yang menjadi kenyataan. Pressing dan permainan antarlini Como berpotensi menguji lini tengah MU yang belum stabil.
Namun, MU menunjukkan karakter saat menjamu AS Roma pada 4 November 2026. Sempat tertinggal 0-2 lewat Matias Soule dan penalti Donyell Malen, MU bangkit dan menang 3-2 berkat penalti Bruno Fernandes serta dua gol Matheus Cunha. Comeback itu menjadi modal penting bahwa MU masih punya kualitas untuk bersaing di Liga Champions.
Perjalanan MU Liga Champions 2026/2027 belum sepenuhnya mulus. Masalah akurasi tembakan, kerapuhan lini tengah, dan absensi pemain masih membayangi. Jika mampu mengatasi tekanan di markas Como, MU berpeluang menjaga asa, tetapi konsistensi tetap menjadi pekerjaan rumah utama Michael Carrick dan skuadnya.
Editor: Sukri Mustakim
