Hujan Dividen November 2026: PORT dan Ashmore Tetapkan Jadwal, TINS Berpotensi Rp336 per Saham
Inforiau – 09 November 2026 | Musim dividen November 2026 mulai terasa di Bursa Efek Indonesia. Sejumlah emiten menetapkan jadwal pembayaran, dari pelabuhan, manajer investasi, hingga tambang. Investor perlu mencermati kas, kebijakan laba, dan kualitas kinerja di tengah pasar yang bergejolak.
PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) membagikan dividen interim 2026 Rp100,25 miliar atau Rp35,6 per saham, dibayar awal Desember. Keputusan direksi disepakati dewan komisaris pada 6 November 2026 setelah mempertimbangkan laporan per 30 September 2026: laba bersih entitas induk Rp1,38 triliun dan ekuitas Rp1,38 triliun. Pada 6 November, saham PORT melemah 0,57% ke Rp875.
PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) membagikan dividen tunai 2026 Rp50,45 miliar atau Rp23 per saham pada 24 November, sesuai RUPST 4 November. Perseroan mencatat laba bersih Rp84,53 miliar dan ekuitas Rp293,69 miliar per 30 Juni 2026. Langkah ini melengkapi buyback maksimal Rp7 miliar hingga akhir Oktober.
Sebanyak 19 emiten BEI menjadwalkan pembayaran dividen pada November hingga awal Desember 2026, dengan nominal Rp1 sampai Rp1.191,09 per saham. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menawarkan Rp1.191,09 per saham dan membayar 18 November. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) membagikan Rp1 per saham pada 25 November. Enam emiten telah melewati cum date; per 3 November, UNTR, JPFA, ITMG, MEDC, dan MIDI masih dapat dibeli sebelum batas masing-masing.
PT Timah Tbk (TINS) menjadi sorotan karena kas bersih melonjak ke Rp3,4 triliun akhir September 2026 dari Rp140 miliar akhir Desember 2025. Samuel Sekuritas memperkirakan dividen Rp336 per saham untuk 2026, imbal hasil 9,2%, dengan asumsi laba bersih Rp5 triliun dan payout ratio 50%. Laba bersih sembilan bulan TINS Rp4,1 triliun, naik 584,1% tahunan; pendapatan Rp16,1 triliun, naik 144,4%.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menuntaskan penjualan 48% saham Kestrel pada 1 Oktober 2026 senilai US$814 juta sebelum pajak atau US$734 juta setelah pajak. Dana itu akan dipakai untuk dividen spesial, pengembangan bisnis, dan pembayaran sebagian pinjaman. Besaran dividen belum diumumkan, tetapi UOB Kay Hian menilai AADI menarik dari perspektif dividen.
Secara keseluruhan, hujan dividen akhir 2026 menawarkan peluang pendapatan bagi investor. Namun, nominal tinggi perlu disandingkan dengan keberlanjutan laba, arus kas, dan jadwal cum date. Dividen bukan sekadar angka, melainkan cermin disiplin modal dan kualitas kinerja emiten.
Editor: Abuzar Samad
