Twente Pesta Gol di Gibraltar: Van den Belt Bersinar, Weghorst Ikut Menyala
Inforiau – 23 Oktober 2026 | FC twente melanjutkan start sempurna mereka di fase liga UEFA Conference League dengan kemenangan meyakinkan 1-4 atas Lincoln Red Imps di Gibraltar, Kamis malam waktu setempat. Hasil ini membuat klub asal Enschede tersebut meraih dua kemenangan beruntun di dua laga pembuka kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak musim 2001/02, sekaligus menjaga rekor tanpa kekalahan dalam enam pertandingan tandang di semua kompetisi.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, twente langsung mengambil inisiatif dan mengurung pertahanan tuan rumah. Peluang pertama hadir pada menit ketujuh melalui Daan Rots yang mengirim bola kepada Marko Pjaca, namun sepakan pemain Kroasia itu masih melambung tinggi di atas mistar. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-19 ketika umpan terobosan cerdik Wout Weghorst menemukan Thomas van den Belt, yang dengan tenang menyelesaikan peluang menjadi gol pembuka: 0-1.
Hanya lima menit berselang, twente menggandakan keunggulan. Weghorst, yang selalu berada di posisi tepat, bereaksi paling cepat terhadap bola lepas di dalam kotak penalti dan menyonteknya dari jarak dekat. Sempat terjadi drama ketika hakim garis mengangkat bendera karena dugaan offside, namun setelah peninjauan VAR, gol tersebut tetap disahkan: 0-2.
Namun, kendali permainan sempat goyah jelang turun minum. Ruud Nijstad melakukan pelanggaran tak perlu di tepi kotak penalti yang berujung pada tendangan bebas Nano. Bola sepakan bek kiri itu membentur pemain twente dan berbelok arah, mengecoh kiper Joel Drommel. Tuan rumah pun memperkecil kedudukan menjadi 1-2 dan membawa kepercayaan diri ke ruang ganti.
Memasuki babak kedua, pasukan John van den Brom kembali menaikkan intensitas. Pada menit ke-57, umpan silang rendah Bart van Rooij disambung sempurna oleh Van den Belt dari jarak enam yard, mencatatkan gol keduanya malam itu dan mengembalikan keunggulan dua gol: 1-3. Setelah itu, Van den Brom melakukan rotasi dengan memasukkan Kristian Hlynsson dan Sondre Ørjasæter untuk menjaga kesegaran skuad.
Meski terus mendominasi, twente sempat menyia-nyiakan sejumlah peluang emas. Ørjasæter gagal memanfaatkan situasi bebas di menit ke-81, sementara Hlynsson dan Weghorst juga belum mampu menambah gol. Namun, penutup manis datang di masa injury time lewat sepakan keras Daouda Weidmann dari jarak 25 yard yang melesat ke sudut gawang, memastikan kemenangan 1-4.
Van den Belt terpilih sebagai Man of the Match berkat performa impresifnya. Menariknya, gelandang tersebut sebenarnya telah kehilangan tempat di starting eleven kepada Weidmann, namun ia membuktikan kualitasnya ketika diberi kesempatan. Sementara itu, Weghorst mengaku tetap kritis terhadap penampilan tim meski meraih kemenangan, menekankan bahwa beberapa hal masih perlu diperbaiki ke depan.
Kemenangan ini juga menjadi malam yang membahagiakan bagi sepak bola Belanda secara keseluruhan. Dalam konteks perebutan koefisien UEFA, hasil positif twente bersama klub-klub Eredivisie lainnya memberikan kontribusi signifikan terhadap peringkat Belanda di daftar koefisien Eropa. Kini, Twente menempati posisi kelima di klasemen Conference League, sementara Lincoln Red Imps masih belum mengumpulkan poin dan akan menjamu Hajduk Split pada matchday ketiga.
Secara keseluruhan, penampilan twente di Gibraltar menunjukkan kematangan tim yang tengah dalam performa terbaik. Ketajaman lini depan, ketenangan di lini tengah, serta kedalaman skuad menjadi modal berharga untuk menghadapi jadwal padat ke depan. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin langkah mereka di kompetisi Eropa musim ini akan berjalan jauh lebih panjang dari perkiraan banyak pihak.
