ISPU Tebo Melonjak ke 384, Kabut Asap Karhutla Kembali Cekik Jambi dan Sumsel
Inforiau – 23 Oktober 2026 | Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatra kembali memburuk dalam beberapa hari terakhir. Di Kabupaten Tebo, Jambi, angka indeks standar pencemar udara atau ispu melonjak tajam hingga menyentuh 384 dan masuk kategori berbahaya pada Kamis (22/10/2026). Angka tersebut tercatat pada pukul 10.00 WIB di Stasiun Bedaro Rampak, Kecamatan Tebo Tengah, berdasarkan pemantauan laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup.
Data pemantauan menunjukkan konsentrasi partikulat PM10 mencapai 384, sedangkan PM2.5 berada di angka 378. Adapun parameter sulfur dioksida (SO2) tercatat 2, karbon monoksida (CO) 18, dan nitrogen dioksida (NO2) 19. Lonjakan ispu ini terjadi setelah kualitas udara di Tebo sempat menunjukkan perbaikan, namun pada Kamis pagi kabut asap kembali terlihat pekat di sejumlah kawasan.
Kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu menambah kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di luar ruangan. Partikel PM2.5 menjadi salah satu parameter yang perlu diwaspadai karena berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru.
Aktivis sosial di Kabupaten Tebo, Rudi, menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait. “Ketika kualitas udara sudah masuk kategori berbahaya, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk melindungi warga sekaligus memastikan penyebab memburuknya kualitas udara dapat ditangani,” ujarnya.
Kondisi serupa juga melanda Kota Jambi. Kabut asap kembali menyelimuti kota itu pada Kamis pagi, dengan angka ispu mencapai 250 atau masuk kategori sangat tidak sehat. Kabut asap mulai terpantau sejak pukul 08.45 WIB dan semakin tebal sehingga kondisi udara perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan. Sebelumnya, ispu Kota Jambi sempat mencapai 388 pada Selasa (20/10/2026) pukul 10.03 WIB yang masuk kategori berbahaya.
Berbeda dengan Tebo dan Jambi, kualitas udara di Kabupaten Batang Hari justru terpantau membaik. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Batang Hari, Asriyal, menyatakan angka ispu yang sempat bertahan di angka 252 pada 17 hingga 18 Oktober 2026 kini menurun menjadi 211. “Terakhir update ISPU kita turun ya di angka 211, dan di sangat tidak sehat. Kalau kita melihat situasi per hari ini, ada penurunan, asap kita sudah lumayan agak mereda. Sampai saat ini kita tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap memakai masker,” ujarnya.
Meski cenderung menurun, kualitas udara di Batang Hari belum sepenuhnya membaik karena masih berada di zona merah atau kategori sangat tidak sehat. Masyarakat diimbau tetap memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan serta membatasi kegiatan di luar rumah hingga kualitas udara dinyatakan membaik.
Situasi paling ekstrem terjadi di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Berdasarkan pantauan data pemantau kualitas udara IQAir pada Kamis pagi, indeks kualitas udara dilaporkan mencapai 1.925 pada pukul 08.00 WIB, menjadikannya yang tertinggi sejak kabut asap karhutla kembali mengganggu kualitas udara di kota tersebut. Sejumlah wilayah mencatat angka sangat tinggi, seperti Musi 2 sebesar 1.697, Demang Lebar Daun 1.362, dan Sukarami 1.256.
Angka indeks kualitas udara mulai meningkat pada pukul 03.00-04.00 WIB dengan nilai 441, lalu melonjak hingga 1.625 pada pukul 06.00-07.00 WIB sebelum menyentuh 1.925 pada pukul 08.00 WIB. Kabut asap yang semakin pekat tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menyebabkan jarak pandang terbatas. Buruknya kualitas udara berisiko memperburuk gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan sebelumnya melaporkan bahwa Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi di Sumsel.
Berikut ringkasan kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah berdasarkan pantauan terbaru:
| Wilayah | Angka ISPU | Kategori |
|---|---|---|
| Kabupaten Tebo | 384 | Berbahaya |
| Kota Palembang | 1.925 | Sangat berbahaya |
| Kota Jambi | 250 | Sangat tidak sehat |
| Kabupaten Batang Hari | 211 | Sangat tidak sehat |
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara memburuk. Apabila terpaksa beraktivitas di luar, penggunaan masker yang sesuai dapat menjadi langkah perlindungan untuk mengurangi paparan partikel pencemar. Warga juga perlu memperhatikan gejala seperti batuk, iritasi mata, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya, dan segera mencari pertolongan medis bila keluhan memburuk.
Memburuknya kualitas udara di sejumlah daerah menegaskan bahwa persoalan kabut asap karhutla masih menjadi ancaman serius. Penanganan menyeluruh, mulai dari pemadaman titik api, penegakan hukum terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar, hingga perlindungan kesehatan warga, menjadi kunci untuk memulihkan kualitas udara. Tanpa langkah konkret dan kolaborasi lintas instansi, angka ispu berpotensi terus berfluktuasi dan membahayakan masyarakat, terutama kelompok rentan yang paling terdampak.
