Super Typhoon Champi Hantam Taiwan: Bursa Saham Rp77.000 Triliun Ditutup, 900 Penerbangan Dibatalkan
Inforiau – 23 Oktober 2026 | Taiwan terpaksa menghentikan seluruh aktivitas perekonomian dan transportasi pada Jumat, 23 Oktober 2026, ketika super typhoon champi mendekat dan mengancam keselamatan warga. Bursa saham Taiwan yang bernilai sekitar US$5 triliun atau setara Rp77.000 triliun (asumsi kurs Rp15.400) ditutup, sementara sekolah dan perkantoran di hampir seluruh wilayah pulau diliburkan. Badai yang sempat mencapai kekuatan super typhoon itu juga memaksa pembatalan lebih dari 900 penerbangan internasional dan domestik.
Menurut laporan Badan Cuaca Pusat Taiwan, super typhoon champi melanda dengan kecepatan angin berkelanjutan maksimum 155 kilometer per jam, setara dengan badai Kategori 2. Pusat badai berada sekitar 340 kilometer tenggara Bandara Internasional Taoyuan Taipei pada pukul 10.15 waktu setempat. Otoritas setempat melaporkan setidaknya satu orang tewas setelah tersapu gelombang laut, dan 94 orang lainnya mengalami luka-luka. Lebih dari 1.100 warga telah dievakuasi dari rumah mereka, terutama di wilayah pesisir timur laut yang berisiko terkena jebolnya bendungan alami akibat longsor.
Dampak super typhoon champi tidak hanya dirasakan di Taiwan. Jepang dan wilayah pesisir timur China daratan juga bersiap menghadapi badai ini. Sebanyak 262 penerbangan domestik dan lebih dari 350 penerbangan internasional dibatalkan, sementara layanan kereta api dan transportasi publik di Taipei beroperasi dengan kapasitas terbatas. Ribuan personel militer dikerahkan untuk membantu evakuasi dan operasi penyelamatan.
Para peramal cuaca memperkirakan super typhoon champi akan melintas tepat di sebelah timur Taipei pada Sabtu dini hari sebelum berbelok ke arah timur laut menyusuri pantai timur China menuju Jepang. Meskipun intensitasnya diperkirakan melemah karena suhu laut yang lebih dingin dan peningkatan geseran angin, medan angin badai yang luas tetap menimbulkan risiko hujan lebat dan angin kencang. Wilayah pegunungan di Taiwan utara diperingatkan akan potensi banjir dan tanah longsor.
Badai ini merupakan yang terkuat di dunia sepanjang tahun 2026 dan menjadi siklon tropis ke-10 yang mencapai kekuatan super typhoon di Pasifik barat laut musim ini. Angka tersebut dua kali lipat dari rata-rata jangka panjang dan hampir menyamai rekor 13 badai pada El Nino 2015. Fenomena El Nino yang memanaskan Samudra Pasifik telah memperpanjang musim badai dan memberi lebih banyak waktu bagi siklon untuk mengumpulkan energi di atas perairan hangat.
Penutupan bursa saham Taiwan terjadi di tengah tekanan pada pasar teknologi di kawasan Asia, termasuk Korea Selatan dan Jepang, yang sedang dicermati investor terkait kinerja perusahaan teknologi global dan belanja besar untuk kecerdasan buatan. Bursa Taiwan juga akan tutup pada Senin mendatang karena hari libur, sehingga menambah jeda perdagangan dibandingkan pasar lain di kawasan.
Pakar meteorologi dari Atmospheric G2, James Caron, menyatakan bahwa risiko utama saat ini adalah hujan dan luasnya medan angin. “Puncak kecepatan 185 mil per jam sudah berlalu,” ujarnya. Meski demikian, warga diminta tetap waspada dan menjauhi pantai serta pegunungan hingga badai benar-benar berlalu.
Dengan meluasnya dampak super typhoon champi ke sektor ekonomi, transportasi, dan keselamatan warga, otoritas Taiwan terus memantau perkembangan badai dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan evakuasi. Badai ini menjadi pengingat akan meningkatnya intensitas fenomena cuaca ekstrem di kawasan Pasifik yang dipicu oleh perubahan iklim dan El Nino.
