Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi, Al-Hilal Puncaki Klasemen Meski Bintang Brasil Itu Cedera
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Penampilan gemilang Gabriel Martinelli kembali menjadi sorotan dalam laga sengit Saudi Pro League antara Al-Qadisiyah dan Al-Hilal di Stadion Prince Mohammed bin Fahad, Dammam, Jumat (23/10). Bintang asal Brasil itu membuka keunggulan Al-Hilal pada menit ke-21 setelah menerima umpan mendatar dari penyerang Inggris Ollie Watkins. Gol tersebut menjadi yang keenam bagi Martinelli di Liga Roshn Saudi musim ini, sekaligus menandai pertandingan keempat berturut-turut ia mencetak gol di kompetisi tersebut. Namun, kegembiraan Al-Hilal sedikit terusik ketika Martinelli harus ditarik keluar pada menit ke-49 karena cedera otot hamstring.
Kemenangan 3-2 atas Al-Qadisiyah membawa Al-Hilal ke puncak klasemen Saudi Pro League 2026/27. Pertandingan berjalan ketat dengan tiga gol tercipta dalam 15 menit terakhir. Al-Qadisiyah sempat menyamakan kedudukan melalui sundulan Julian Quinones pada menit ke-31, memanfaatkan umpan lambung Musab Al-Juwayr. Meski demikian, Al-Hilal yang dilatih Simone Inzaghi mampu mengamankan tiga poin penuh. Tambahan tiga poin ini membuat Al-Hilal kokoh di posisi teratas, sementara Al-Qadisiyah tertinggal dua poin di bawahnya.
Cedera yang dialami Gabriel Martinelli menjadi perhatian. Menurut spesialis fisioterapi Thamer Al Shahrani, cedera yang memaksa mantan bintang Arsenal itu keluar adalah cedera pada otot hamstring. Dalam kondisi terbaiknya, cedera tarikan otot ringan membutuhkan waktu pemulihan 2 hingga 5 hari. Namun, jika terjadi robekan otot, Martinelli bisa absen selama 10 hingga 14 hari. Meski demikian, performa gemilangnya musim ini membuat Al-Hilal optimistis. Sejak bergabung pada September 2026 dari Arsenal, Martinelli telah mencetak 6 gol dalam 6 pertandingan liga, termasuk hat-trick saat kemenangan 6-0 atas Al-Taawoun.
Kontribusi Gabriel Martinelli tidak hanya soal gol. Ia juga berperan penting dalam membangun serangan. Data statistik menunjukkan ia rata-rata menempuh 9,9 kilometer per 90 menit, melakukan 18,5 sprint, dan mencapai kecepatan maksimal 34,6 km/jam. Akurasi umpannya mencapai 77 persen dengan 14,8 umpan sukses per laga. Di lini depan, Martinelli mencatat 3,4 tembakan per pertandingan dan 1,8 tembakan tepat sasaran, dengan frekuensi satu gol setiap 68 menit. Angka-angka ini menegaskan bahwa Gabriel Martinelli masih menjadi andalan utama Al-Hilal untuk mendominasi pertandingan.
Kepindahan Martinelli ke Al-Hilal dari Arsenal pada September 2026 menandai babak baru dalam kariernya. Selama tujuh musim di Arsenal, ia tampil dalam 278 pertandingan, mencetak 62 gol, dan meraih gelar Premier League, Piala FA, serta Community Shield. Kini, ia berusaha mempertahankan tempatnya di tim nasional Brasil di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Konsistensi bersama Al-Hilal akan menjadi kunci untuk tetap masuk dalam skema Selecao.
Di sisi lain, Ollie Watkins juga mencuri perhatian. Penyerang Inggris itu menjadi raja assist Liga Roshn Saudi musim ini dengan 5 umpan matang, mengungguli Joao Felix (Al Nassr) dan Mourad Batna (Al Fateh) yang masing-masing mencatat 4 assist. Sejak bergabung dari Aston Villa pada bursa transfer musim panas lalu, Watkins telah tampil dalam 8 pertandingan dan berkontribusi atas 10 gol (5 gol, 5 assist). Sinergi antara Martinelli dan Watkins menjadi senjata mematikan bagi Al-Hilal.
Dengan kemenangan ini, Al-Hilal semakin percaya diri menatap sisa musim. Meski cedera Martinelli menjadi bayang-bayang, tim asuhan Simone Inzaghi memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Al-Qadisiyah yang tampil agresif di hadapan pendukung sendiri harus mengakui keunggulan sang tamu. Klasemen pun berubah, Al-Hilal di puncak dengan 24 poin, diikuti Al-Qadisiyah dengan 22 poin, sementara Al-Nassr mengumpulkan 19 poin dan masih menyisakan satu pertandingan.
Bagi Gabriel Martinelli, laga ini adalah bukti kelasnya sebagai penyerang haus gol. Meski harus meninggalkan lapangan lebih awal, namanya tetap menjadi pembicaraan. Cedera hamstring yang dialaminya akan dievaluasi lebih lanjut oleh tim medis Al-Hilal. Penggemar berharap sang bintang segera pulih dan kembali merumput. Dengan performa impresifnya, Martinelli layak disebut sebagai salah satu pembelian terbaik Al-Hilal musim ini. Jika ia mampu menjaga kebugarannya, bukan tidak mungkin ia membawa Al-Hilal meraih gelar juara dan memperkuat posisinya di tim nasional Brasil.
Secara keseluruhan, duel Al-Qadisiyah kontra Al-Hilal menyajikan drama dan kualitas. Gol Martinelli, assist Watkins, serta cedera yang mewarnai pertandingan menjadi cerita tersendiri. Al-Hilal tetap di jalur kemenangan, sementara Al-Qadisiyah harus puas dengan posisi runner-up. Liga Roshn Saudi semakin menarik untuk diikuti, terutama dengan kehadiran pemain-pemain kelas dunia seperti Gabriel Martinelli yang terus menunjukkan tajinya.
