Al-Ahli Saudi vs Al Khaleej: Pesta Empat Gol Toney Cs, Puncak Performa di Liga Pro Saudi
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Laga al-ahli saudi vs al khaleej pada putaran ke-11 Liga Pro Saudi 2026/2027 berakhir dengan kemenangan telak tuan rumah. Al-Ahli menghancurkan tamunya, Al Khaleej, dengan skor 4-1 di Stadion Kota Olahraga Pangeran Abdullah Al Faisal, Jeddah, pada Jumat malam. Duel al-ahli saudi vs al khaleej ini menjadi pernyataan kekuatan bahwa skuad asuhan Marin Pusic siap bersaing di papan atas musim ini, sekaligus memperlihatkan perbedaan kelas yang cukup mencolok antara kedua tim.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Al-Ahli langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka mengontrol lini tengah dengan sangat disiplin dan mengalirkan bola cepat untuk membongkar pertahanan rapat yang dipasang Al Khaleej. Strategi menekan tinggi yang diterapkan tuan rumah membuat lini belakang lawan sering melakukan kesalahan fatal, yang dimanfaatkan dengan cerdik oleh para penyerang Al-Ahli untuk menciptakan peluang emas.
Jalannya Pertandingan
Al-Ahli membuka keunggulan pada menit ke-11. Ivan Toney melakukan lompatan luar biasa menyambut umpan silang terukur dari tendangan bebas, lalu melepaskan sundulan yang bersarang di gawang Al Haidari. Bendera offside sempat mengangkat gol tersebut, namun teknologi video assistant referee memastikan keabsahannya dan mengesahkan keunggulan tuan rumah.
Al Khaleej sempat menunjukkan niat menyerang di awal babak kedua. Barrow melepaskan tembakan mendatar keras dari tepi kotak penalti pada menit ke-49, tetapi bola melintas tipis di samping tiang. Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang mereka justru kembali bobol. Kesalahan fatal kiper Al Haidari yang terlalu lambat menghalau bola dimanfaatkan Toney, yang kemudian mengumpan kepada Artem Bondarenko untuk mencetak gol kedua pada menit ke-57.
Empat menit berselang, Francisco Trincao menambah gol ketiga dan membuat tuan rumah benar-benar mengendalikan pertandingan. Al Khaleej sempat memperkecil ketertinggalan melalui Thamer Al Khaibari pada menit ke-87, namun Toney mengeksekusi penalti di masa injury time untuk melengkapi brace-nya dan menutup kemenangan 4-1. Skor akhir ini menjadi cerminan dari perbedaan kualitas individu dan kolektivitas antar kedua tim.
Rekor Gemilang Ivan Toney
Penampilan gemilang Toney dalam laga al-ahli saudi vs al khaleej ini mengantarkannya meraih gelar Man of the Match. Berdasarkan data Opta, striker asal Inggris tersebut telah mencetak 13 gol dalam 11 putaran pertama Liga Pro Saudi, menyamai rekor gol tertinggi seorang pemain pada fase musim yang sama. Omar Al Somah pernah mencapai tonggak serupa bersama Al-Ahli pada musim 2014/2015 dan 2016/2017, sementara Cristiano Ronaldo dan Joao Felix menorehkan capaian yang sama bersama Al Nassr pada musim 2025/2026.
Secara keseluruhan, Toney telah mengoleksi 84 gol dalam 106 penampilan untuk Al-Ahli. Catatan itu melampaui rekornya bersama Brentford, di mana ia mencetak 72 gol dalam 141 pertandingan. Konsistensi ketajamannya menjadi salah satu faktor utama di balik performa impresif Al-Ahli musim ini.
Dampak terhadap Klasemen
Kemenangan dalam duel al-ahli saudi vs al khaleej ini mengangkat Al-Ahli ke posisi kelima klasemen Liga Pro Saudi dengan 21 poin. Sementara itu, Al Khaleej tertahan di peringkat ke-10 dengan 12 poin. Tambahan tiga poin penuh ini tidak sekadar memperbaiki posisi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri para pemain menjelang rangkaian laga berat berikutnya.
| Tim | Posisi | Poin |
|---|---|---|
| Al-Ahli | 5 | 21 |
| Al Khaleej | 10 | 12 |
Secara taktis, kemenangan ini membuktikan kematangan skema permainan Al-Ahli. Mereka mampu bermain dengan dua tempo berbeda; terkadang mengontrol permainan dengan tenang, namun bisa berubah menjadi sangat agresif dalam sekejap. Lini tengah mereka mengontrol ritme permainan dengan sangat baik sehingga lawan sulit melakukan transisi serangan yang efektif, dan efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda utama dalam laga ini.
Reaksi Pelatih Kedua Tim
Pelatih kepala Al-Ahli, Marin Pusic, menyebut timnya layak meraih kemenangan 4-1 tersebut. Dalam konferensi pers pasca pertandingan, ia menjelaskan bahwa anak asuhnya memulai babak pertama dengan fokus kuat dan tidak membiarkan Al Khaleej menguasai bola. Ia juga menegaskan bahwa beban latihan bukan penyebab cedera yang menimpa beberapa pemain, melainkan bagian dari kontak fisik dalam sepak bola, ditambah padatnya jadwal dan kondisi cuaca yang menantang.
Di sisi lain, pelatih Al Khaleej, Jose Gomes, menilai babak pertama berjalan terbatas bagi kedua tim. Menurutnya, timnya memulai babak kedua dengan baik sebelum kehilangan fokus setelah kebobolan gol kedua, yang membuka jalan bagi Al-Ahli untuk menambah gol. Gomes juga menyoroti sejumlah keputusan wasit, mengklaim gol pertama Al-Ahli berada dalam posisi offside dan penalti yang dieksekusi Toney tidak sah. Meski demikian, ia menyatakan kepuasan atas progres timnya yang tengah membangun skuad baru.
Kekalahan ini menjadi alarm keras bagi Al Khaleej. Mereka perlu melakukan evaluasi mendalam, terutama pada sektor pertahanan dan koordinasi antar lini, agar tidak terus kehilangan poin penting di sisa musim. Sementara Al-Ahli tak boleh cepat berpuas diri, karena jadwal kompetisi semakin padat dengan pertemuan melawan tim-tim raksasa yang juga mengejar posisi puncak. Konsistensi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad Pusic dalam mempertahankan posisi di papan atas klasemen.
