Cesc Fàbregas Bikin Manchester United Terpuruk, Lalu Minta Como 'Berkasih' dengan 4-0
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Nama cesc fàbregas kembali menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola Eropa usai ia membawa Como 1907 menghancurkan Manchester United dengan skor mencolok 4-1 pada laga ketiga fase grup Liga Champions. Pelatih asal Spanyol itu tidak hanya menuai pujian karena taktiknya, tetapi juga memicu diskusi lantaran pengakuan jujurnya soal instruksi kontroversial kepada anak asuhnya saat keunggulan sudah melebar.
Dalam pertandingan yang digelar di kandang Como tersebut, tim asuhan cesc fàbregas tampil mendominasi sejak awal. Dua gol dari Nico Paz serta sumbangan Tasos Douvikas dan Jacobo Ramón membuat tuan rumah unggul jauh sebelum pertandingan berakhir. Keunggulan empat gol itu rupanya membuat sang pelatih mengambil keputusan yang tak biasa.
“Saya menyesali sepuluh menit terakhir. Saya sendiri yang meminta tim menurunkan tempo karena masih ada pertandingan lain dan mungkin dengan skor 4-0 bisa dikelola,” ujar cesc fàbregas usai laga, seperti dikutip dari sejumlah pemberitaan olahraga Spanyol. Ia mengakui bahwa instruksi tersebut sempat mengganggu kestabilan pertahanan timnya hingga Manchester United mampu memperkecil kedudukan menjadi 4-1.
Pengakuan itu sontak menjadi sorotan. Banyak pihak menilai pernyataan cesc fàbregas justru menggambarkan betapa terpuruknya kondisi Manchester United saat ini. Klub raksasa Inggris yang seharusnya tampil kompetitif malah harus menerima kenyataan pahit ketika lawannya sengaja mengendurkan intensitas dan tetap menang dengan selisih tiga gol.
“Saya katakan kepada mereka untuk tidak berlari lebih keras, dan mungkin itu yang saya sesali karena saya adalah orang pertama yang selalu mendorong untuk berjuang sampai akhir, dan gol itu menyakitkan saya,” tambahnya. Pernyataan tersebut menegaskan mentalitas kompetitif yang ingin ia tanamkan di skuad Como, meski pada akhirnya harus mengakui kesalahan taktisnya sendiri.
Como di Bawah Komando Cesc Fàbregas Terus Berkembang
Kemenangan atas Manchester United bukanlah hasil kebetulan. Sejak ditangani cesc fàbregas, Como menunjukkan perkembangan pesat dengan gaya permainan yang terorganisir dan agresif. Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu mulai diakui sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa.
Performa apik tersebut membuat masa depan cesc fàbregas di bangku pelatih menjadi bahan perbincangan. Dalam podcast sepak bola Spanyol ‘El que pueda, que empate’, pembahasan mengenai level Nico Paz, proyek Como, hingga masa depan karier kepelatihan Fàbregas menjadi topik utama. Para pengamat menilai bahwa pelatih berusia muda itu memiliki potensi besar untuk menangani klub-klub papan atas di masa mendatang.
Menariknya, nama cesc fàbregas juga sempat muncul dalam perbincangan soal kursi pelatih Barcelona. Namun, laporan dari media Katalan menyebutkan bahwa Deco, direktur olahraga Blaugrana, justru memiliki kandidat lain yang lebih ia favoritkan untuk masa depan, yaitu Sergio Busquets. Mantan gelandang bertahan itu kini meniti karier sebagai pelatih bersama Juliano Belletti di tim cadangan dan dinilai memiliki kualitas untuk menjadi pelatih besar.
Persaingan Pelatih Spanyol di Panggung Eropa
Selain Fàbregas, nama Luis Enrique juga kembali mencuri perhatian setelah Paris Saint-Germain tampil memukau melawan Barcelona. Dominasi PSG dalam laga tersebut memperkuat kandidat tim asal Prancis itu sebagai salah satu favorit di kompetisi Eropa, sekaligus menempatkan Luis Enrique di pusat pujian.
Narasi yang terbangun pun kian menarik: dua pelatih Spanyol, cesc fàbregas dan Luis Enrique, sama-sama menunjukkan kapasitasnya di level tertinggi. Sementara satu sedang membangun proyek ambisius di Como, yang lain mempertahankan dominasi bersama PSG. Keduanya menjadi bukti bahwa sekolah kepelatihan Spanyol terus melahirkan sosok-sosok berkualitas.
Bagi Manchester United, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Tekanan terhadap pelatih Michael Carrick kian besar, dan nama-nama pengganti mulai santer dibicarakan. Sementara itu, Como di bawah arahan cesc fàbregas justru semakin percaya diri menatap laga-laga berikutnya di Liga Champions.
Kisah kemenangan Como atas Manchester United ini pada akhirnya bukan sekadar soal skor. Ia menjadi cermin bagaimana sebuah tim kecil dengan ide permainan jelas mampu mengalahkan klub raksasa yang tengah kehilangan identitas. Dan di balik itu semua, ada cesc fàbregas, sosok yang berani mengakui kesalahannya sekaligus terus mendorong timnya melampaui batas.
