Drama Pacers vs Mavericks: Cooper Flagg Cedera Usai Foul Keras, Kyrie Irving Pimpin Dallas Menang Telak
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Laga pacers vs mavericks pada Jumat malam waktu setempat berjalan penuh drama dan ketegangan. Dallas Mavericks sukses meraih kemenangan 121-105 atas Indiana Pacers di Gainbridge Fieldhouse, Indianapolis, meski harus kehilangan bintang muda mereka, Cooper Flagg, akibat cedera bahu kiri setelah menerima foul keras dari Aaron Nesmith. Kemenangan ini sekaligus menjadi tonggak penting bagi pelatih baru Mavericks, Dusty May, yang meraih kemenangan pertamanya di kompetisi NBA.
Insiden yang mewarnai jalannya pertandingan pacers vs mavericks terjadi di menit terakhir kuarter kedua. Flagg, yang merupakan Rookie of the Year musim lalu, melakukan intersepsi cemerlang dan melesat sendirian ke ring lawan untuk melakukan layup yang tampak mudah. Namun, Nesmith yang berusaha mengejar dari belakang menjatuhkan Flagg dengan foul keras tepat saat pemain bintang itu mendekati keranjang. Flagg terjatuh keras di bawah ring dan berguling kesakitan selama beberapa saat.
Kericuhan pun tak terhindarkan. Rekan-rekan setim Flagg langsung bereaksi dan terlibat dalam adu dorong dengan pemain Pacers. Wasit kemudian memberikan keputusan tegas: Nesmith dijatuhi flagrant foul, sementara double technical diberikan kepada kedua tim akibat insiden tersebut. Flagg tercatat mengakhiri pertandingan dengan 15 poin, lima rebound, dan enam asis sebelum absen di sepanjang babak kedua.
“Anda harus selalu membela bintang Anda,” demikian reaksi kubu Mavericks terkait insiden tersebut, mencerminkan solidaritas tim terhadap pemain muda andalan mereka.
Meski kehilangan Flagg, Mavericks justru tampil semakin ganas. Kyrie Irving memimpin perlawanan dengan mencetak 24 poin, termasuk lima dari sepuluh percobaan tiga angka. P.J. Washington menjadi tandem solid dengan kontribusi 20 poin dan 13 rebound. Dominasi Dallas terlihat sejak kuarter pertama, ketika mereka melesat dengan run 22-6 untuk membuka keunggulan 42-23. Pada kuarter kedua, Mavericks menambah 15 poin beruntun sehingga skor melebar menjadi 61-31, sebelum menambah run 10-0 lainnya tepat sebelum insiden foul keras tersebut.
Bagi Indiana, laga pacers vs mavericks ini seharusnya menjadi momen istimewa. Tyrese Haliburton tampil di hadapan publik kandang untuk pertama kalinya sejak Final NBA 2025. Ia mendapat sambutan meriah saat pengumuman pemain, tetapi sorak-sorai itu berubah menjadi cemoohan ketika permainan buruk Pacers membuat mereka tertinggal jauh. Kekecewaan publik Indianapolis kian terasa karena tim kesayangan mereka harus menelan kekalahan telak di kandang sendiri.
Kemenangan ini juga menjadi catatan emosional tersendiri bagi Dusty May. Pelatih yang tumbuh besar di Indiana tersebut kini merasakan kemenangan pertamanya di NBA, ironisnya justru atas tim dari negara bagian asalnya. Bagi Flagg, cedera bahu ini menjadi kekhawatiran besar. Pemain yang direkrut dari Duke tersebut merupakan pilar masa depan Mavericks, sehingga kondisi kesehatannya akan sangat menentukan arah tim sepanjang musim.
Dari sisi statistik, pertandingan pacers vs mavericks memperlihatkan ketimpangan yang jelas. Mavericks unggul jauh dalam hal efisiensi serangan dan penguasaan rebound, sementara Pacers kesulitan menemukan ritme permainan, terutama setelah tertinggal 30 poin pada babak pertama. Irving dan Washington menjadi motor utama yang tak mampu dibendung pertahanan tuan rumah.
Selanjutnya, Dallas Mavericks dijadwalkan menjamu San Antonio Spurs pada Sabtu malam. Pertanyaan besar yang kini menghantui kubu Mavericks adalah apakah Flagg dapat kembali tampil atau harus menepi cukup lama akibat cedera bahu kiri tersebut. Sementara itu, Pacers harus segera berbenah dan mencari solusi atas inkonsistensi permainan mereka jika ingin tetap kompetitif di musim yang panjang ini.
Secara keseluruhan, duel pacers vs mavericks malam itu menjadi pengingat bahwa dalam olahraga, kemenangan dan cedera sering kali datang bersamaan. Mavericks membuktikan kedalaman skuad mereka dengan tetap mendominasi meski kehilangan bintang muda, sementara Pacers mendapat pelajaran pahit tentang pentingnya konsistensi dan mentalitas bertanding di hadapan pendukung sendiri.
