Inforiau – 24 Oktober 2026 | Laga bertajuk magic vs timberwolves berakhir dengan kemenangan meyakinkan Minnesota Timberwolves atas Orlando Magic dengan skor 115-93 pada Jumat malam waktu setempat. Meski bintang utama Anthony Edwards tampil jauh di bawah performa terbaiknya, Timberwolves membuktikan bahwa mereka bukan tim satu pemain. Kemenangan magic vs timberwolves ini membawa Minnesota ke rekor 2-0, awal terbaik mereka sejak lima tahun terakhir ketika mereka juga memenangi dua pertandingan pembuka musim.
Edwards dan Jaden McDaniels masing-masing mencetak 15 poin untuk memimpin Timberwolves. Rudy Gobert menambahkan 14 poin dan sembilan rebound. Bagi Magic, Wendell Carter Jr. menjadi pencetak poin terbanyak dengan 20 angka dan sembilan rebound, sementara Franz Wagner menyumbang 18 poin dan Paolo Banchero menutup laga dengan 14 poin serta enam rebound.
Edwards Dingin, Timberwolves Tetap Panas
Performa Edwards menjadi sorotan dalam duel magic vs timberwolves kali ini. Setelah mencetak 45 poin saat melawan Miami Heat pada Rabu lalu, penampilannya kali ini bak malam dan siang. Ia membuka laga dengan sebuah tembakan tiga angka, tetapi kemudian gagal pada sepuluh percobaan berikutnya. Edwards hanya mampu mencetak 5 dari 23 tembakan lapangan, termasuk 2 dari 9 dari luar garis busur.
Namun, Timberwolves tidak membutuhkan ledakan poin dari Edwards. Mereka mendominasi pertarungan rebound dengan keunggulan telak 60-43 atas Orlando. Lebih impresif lagi, Minnesota mencatat keunggulan 21-8 pada rebound ofensif yang berujung pada 17 poin peluang kedua. Selama 19 menit pertama pertandingan, Magic bahkan tidak berhasil mengoleksi satu pun rebound ofensif.
Kuartal Ketiga Jadi Titik Balik
Timberwolves tidak pernah tertinggal sepanjang pertandingan. Mereka memastikan kemenangan pada kuartal ketiga dengan mencetak 29 poin berbanding hanya 15 poin dari Magic, membangun keunggulan hingga 26 angka. Berkat margin yang lebar tersebut, pelatih kepala Chris Finch dapat mengistirahatkan sebagian besar pemain intinya, termasuk guard LaMelo Ball, pada sebagian besar kuartal keempat.
Pertahanan Minnesota juga tampil solid dengan membatasi Orlando hanya pada tujuh poin dari tujuh turnover. Magic kesulitan menemukan ritme tembakan sepanjang laga, dengan akurasi hanya 44 persen dari lapangan dan persentase yang memprihatinkan sebesar 20,5 persen dari luar garis tiga angka. Franz Wagner (1 dari 6) dan Desmond Bane (1 dari 9) hanya menghasilkan kombinasi 2 dari 15 tembakan tiga angka.
Banchero sendiri absen pada kuartal keempat karena keluhan pada pergelangan kaki kanannya. Kekhawatiran akan kondisi pemain muda andalan Magic itu tentu menjadi catatan tersendiri bagi tim yang kini menelan dua kekalahan beruntun di awal musim.
Statistik Kunci Laga
| Kategori | Timberwolves | Magic |
|---|---|---|
| Total Rebound | 60 | 43 |
| Rebound Ofensif | 21 | 8 |
| Poin Peluang Kedua | 17 | – |
| Akurasi Tembakan | – | 44% |
| Akurasi Tiga Angka | – | 20,5% |
Duel magic vs timberwolves ini sekaligus menjadi panggung pembuktian kedalaman skuad Minnesota. Dengan tambahan LaMelo Ball yang tampil mengesankan di laga debutnya dengan 21 poin dan enam assist saat melawan Miami, Timberwolves kini memiliki salah satu backcourt paling menarik di liga. Kombinasi Edwards dan Ball diyakini akan menjadi fondasi tim yang menargetkan persaingan di papan atas Wilayah Barat.
Sementara itu, Magic masih mencari identitas permainan mereka. Setelah kalah 132-125 dari Atlanta Hawks di laga pembuka, Orlando kembali menunjukkan kelemahan defensif dan masalah turnover. Meski Banchero tampil gemilang di laga pertama dengan 35 poin, 10 assist, dan tujuh rebound, konsistensi tim secara keseluruhan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi staf pelatih.
Kemenangan dalam laga magic vs timberwolves ini menegaskan bahwa Minnesota adalah tim yang siap bersaing musim ini. Bahkan ketika bintang utama mereka tampil di bawah standar, kedalaman skuad dan dominasi di area rebound mampu menutupi kekurangan tersebut. Bagi Orlando, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa bakat individu semata tidak cukup tanpa eksekusi kolektif yang solid di kedua sisi lapangan.
Timberwolves akan berusaha mempertahankan momentum positif mereka, sementara Magic dituntut segera berbenah sebelum jadwal padat musim reguler semakin menekan. Jika Orlando ingin bangkit, perbaikan akurasi tembakan dan penguasaan bola harus menjadi prioritas utama.
