Ziaire Williams Puji Mentalitas Luka Doncic Usai Drama Opening Night Lakers
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Penampilan perdana Los Angeles Lakers di musim baru berjalan nyaris sempurna, namun sorotan bukan hanya tertuju pada kemenangan besar atas Golden State Warriors. Ziaire Williams menjadi salah satu nama yang menarik perhatian setelah ia angkat bicara soal dinamika pertandingan, khususnya momen ketika Luka Doncic terlibat adu mulut dengan rookie Warriors, Yaxel Lendeborg. Bagi Ziaire Williams, berada di sisi Doncic jelas jauh lebih menyenangkan ketimbang harus berhadapan langsung dengannya seperti yang ia alami musim lalu ketika masih membela Brooklyn Nets.
Lakers membuka musim dengan kemenangan meyakinkan 127-105 atas Golden State Warriors di Crypto.com Arena. Setelah kuarter pertama yang berlangsung ketat, pertandingan berubah arah ketika Lendeborg mulai melontarkan ucapan provokatif kepada Doncic. Alih-alih terpancing emosi negatif, bintang All-NBA itu justru merespons dengan performa memukau, termasuk tembakan buzzer-beater dari tengah lapangan tepat sebelum turun minum yang membawa Lakers unggul 66-52.
“Oh, jelas jauh lebih baik berada di sisinya daripada di sisi lawan, itu pasti. Rookie itu juga banyak bicara, jadi hormat untuknya karena tidak mundur,” ujar Ziaire Williams usai laga. “Luka jelas punya hari yang lebih baik, tapi setidaknya dia tidak menghindari tantangan. Menurut saya, Luka adalah pemain terbaik di dunia. Hal seperti itu akan terjadi secara rutin untuknya.”
Mentalitas Kompetitif Doncic yang Membara
Pernyataan Ziaire Williams menyoroti satu karakteristik penting dari Doncic: ia justru tumbuh ketika lawan mencoba memancingnya. Sepanjang kariernya, Doncic dikenal sebagai pemain yang hidup dari tekanan dan provokasi. Musim lalu, Matas Buzelis dari Chicago Bulls sempat mencoba hal serupa, dan Doncic langsung membalas dengan 51 poin. Pola yang sama kembali terlihat pada Opening Night, di mana pemain berusia 27 tahun itu menutup pertandingan dengan 28 poin, delapan rebound, tujuh assist, tiga steal, dan lima tripoin.
Menariknya, Doncic melakukannya tanpa perlu tampil di kuarter keempat. Lakers sudah terlalu jauh unggul sehingga sang bintang bisa beristirahat penuh di bangku cadangan. Efisiensi tembakannya memang belum optimal, tetapi dampaknya terhadap jalannya pertandingan tidak terbantahkan. Ia mendominasi terutama pada kuarter kedua, momen ketika Lendeborg memancing konfrontasi dan justru membangunkan sang raksasa.
Komentar Ziaire Williams juga memberi gambaran tentang bagaimana para pemain Lakers memandang kepemimpinan Doncic. Musim ini menjadi era baru bagi Lakers yang kini sepenuhnya menjadi tim Doncic. Banyak pihak sebelumnya meragukan kapasitasnya sebagai pemimpin karena Doncic bukan tipe pemain yang vokal. Namun, melalui aksinya di lapangan, ia membuktikan bahwa kepemimpinan tidak selalu soal berbicara keras.
Duet Menjanjikan dengan Walker Kessler
Kemenangan atas Warriors juga tidak lepas dari kontribusi Walker Kessler, big man setinggi 7 kaki 1 inci yang didatangkan Lakers melalui sign-and-trade dengan Utah Jazz pada Juli lalu. Lakers harus merogoh biaya mahal: dua pilihan draft putaran pertama, dua swap pilihan putaran pertama, serta komitmen 130 juta dolar AS untuk empat tahun ke depan. Investasi itu tampak sepadan. Setelah mencetak 26 poin dengan tembakan sempurna di laga pembuka, Kessler kembali menunjukkan dominasi defensifnya dengan enam blok saat Lakers mengalahkan Clippers 125-117.
“Saya merasa Walker ada di mana-mana,” kata pelatih Redick, mengomentari penampilan Kessler yang membantu Lakers memaksa 25 turnover, lebih banyak dari pertandingan mana pun musim lalu. Luka Doncic pun tidak ketinggalan memuji rekan barunya itu. “Luar biasa, jujur saja. Kami tahu apa yang kami dapatkan, jadi saya tidak terkejut. Dia tahu cara bermain, dia sudah lama bermain. Dia membuktikan banyak orang salah,” ujarnya.
Kombinasi Doncic sebagai mesin serangan dan Kessler sebagai penjaga wilayah pertahanan membuat Lakers tampil solid di dua laga awal. Austin Reaves juga tampil gemilang dengan 28 poin dan sembilan assist saat melawan Clippers, menunjukkan bahwa peran sebagai pengendali bola utama semakin matang di tangannya. Kedalaman skuad ini menjadi modal penting untuk menghadapi jadwal panjang.
Ujian Berikutnya di San Francisco
Bagi Lendeborg, provokasi yang ia lontarkan belum berakhir. Kedua tim dijadwalkan bertemu kembali di San Francisco pada 30 Oktober, dan publik akan menantikan bagaimana drama itu berkembang. Namun, bagi kubu Lakers, fokus utama tetap pada konsistensi performa. Ziaire Williams dan rekan-rekannya memahami betul bahwa mentalitas Doncic yang mudah tersulut justru menjadi senjata ampuh bagi tim.
Dengan komposisi yang seimbang antara bintang, pertahanan kokoh, dan pemain peran yang siap tampil, Lakers menunjukkan sinyal bahwa mereka serius menatap musim ini. Kehadiran sosok seperti Ziaire Williams yang memahami dinamika kompetisi menambah kedalaman mental skuad. Selama Doncic terus merespons provokasi dengan permainan kelas dunia, Lakers akan selalu memiliki peluang untuk menang, dan para pemain di sekitarnya, termasuk Ziaire Williams, hanya perlu menikmati berada di sisi yang benar dari sejarah.
