Gus Ipul DTSEN Genjot 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital, Biometrik Jadi Kunci
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menargetkan ambisius dalam transformasi perlindungan sosial Tanah Air. Melalui program Perlinsos Digital yang terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Gus Ipul DTSEN menargetkan sebanyak 48 juta keluarga terdaftar hingga akhir 2026. Target ini disampaikan dalam konferensi pers peringatan 2 Tahun Kerja Nyata Perlindungan Sosial di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (23/10/2026), didampingi Sekretaris Jenderal Kemensos Hasan Chabibie.
“Target kita paling tidak di akhir tahun nanti sudah ada 48 juta keluarga yang sudah registrasi di Perlinsos Digital kita,” kata Gus Ipul dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (24/10/2026). Hingga kini, lebih dari 13,2 juta keluarga telah terdaftar dalam sistem tersebut, baik secara mandiri maupun melalui pendampingan agen. Sementara itu, jumlah Agen Perlinsos yang bergabung telah mencapai 816.674 orang dan diharapkan terus bertambah guna memperluas jangkauan pendataan hingga pelosok daerah.
Registrasi Ulang Berbasis Biometrik
Menurut Gus Ipul DTSEN, Perlinsos Digital dikembangkan untuk memperkuat pendataan penerima bantuan sosial (bansos). Proses registrasi ulang tidak sekadar melengkapi data berbasis nama dan alamat, tetapi juga menggunakan biometrik atau pengenalan wajah. Langkah ini menjadi kunci untuk memastikan data penerima lebih akurat dan meminimalisasi potensi penyimpangan.
“Intinya adalah kita ingin meregistrasi ulang seluruh penerima bansos. Kita lakukan registrasi ulang, cek ulang,” jelasnya. Selain mendata ulang penerima yang sudah ada, sistem tersebut membuka ruang bagi masyarakat yang membutuhkan untuk mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan. “Kemudian yang kedua, kita juga membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk mengajukan diri memperoleh bantuan sosial. Jadi kita meregistrasi ulang, sekaligus memberikan kesempatan masyarakat untuk daftar,” tambah Gus Ipul.
Pendaftaran Bukan Jaminan Menerima Bansos
Gus Ipul DTSEN menegaskan bahwa pendaftaran dalam Perlinsos Digital bukan jaminan seseorang langsung memperoleh bansos. Penentuan kelayakan penerima tetap dilakukan melalui sistem yang digunakan pemerintah. “Sekali lagi yang akan menyatakan layak atau tidak, itu adalah sistem. Yang penting kita masukkan apa adanya,” tegasnya.
Karena itu, perangkat wilayah, operator data, pendamping sosial, pemerintah daerah, hingga Kementerian Sosial memiliki tanggung jawab untuk memasukkan data masyarakat secara jujur ke dalam sistem. Gus Ipul juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para wartawan, untuk membantu keluarga dan tetangga terdekat agar tidak ada yang tertinggal atau terlewat dari pendataan.
Peran Agen dan Alur Pendaftaran
Masyarakat yang ingin berkontribusi dapat mendaftarkan diri sebagai Agen Perlinsos melalui Portal Perlinsos. Setelah mengisi data dan mengikuti verifikasi biometrik, agen dapat membantu warga di sekitarnya melakukan pendaftaran. Berikut gambaran alur dan capaian program Perlinsos Digital:
| Indikator | Capaian/Target |
|---|---|
| Keluarga terdaftar saat ini | Lebih dari 13,2 juta |
| Target akhir 2026 | 48 juta keluarga |
| Agen Perlinsos bergabung | 816.674 orang |
| Metode verifikasi | Biometrik/pengenalan wajah |
Langkah pendaftaran bagi masyarakat umum maupun calon agen secara garis besar meliputi:
- Mengakses Portal Perlinsos dan mengisi data diri secara lengkap dan benar.
- Melakukan verifikasi biometrik atau pengenalan wajah.
- Menunggu proses penilaian kelayakan oleh sistem pemerintah.
- Bagi agen, mendampingi warga sekitar untuk melakukan registrasi.
Catatan di Tengah Dinamika Politik
Di sisi lain, nama Gus Ipul juga sempat menjadi sorotan publik terkait laporan dugaan korupsi dana Muktamar NU. Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim mengaku telah dipolisikan oleh Gus Ipul. Kiai Asep menyebut laporan tersebut justru semakin menegaskan kebenaran terkait dugaan risywah dan penyekapan pada Muktamar NU Agustus lalu. “Masalah kecil itu selesai. Pokoknya Gus Ipul itu, seribu kali dia mengelak, atmosfer Indonesia menjadi saksi akan hiruk-pikuknya risywah di muktamar dan terjadinya penyekapan-penyekapan,” kata Kiai Asep di Surabaya, Jumat (23/10/2026).
Meski dinamika politik tersebut mencuat, Gus Ipul DTSEN tetap fokus mendorong percepatan registrasi Perlinsos Digital sebagai fondasi penyaluran bansos yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Integrasi dengan DTSEN diharapkan menjadi tulang punggung reformasi data perlindungan sosial nasional.
Dengan target 48 juta keluarga pada akhir 2026, keberhasilan Perlinsos Digital akan sangat bergantung pada partisipasi masyarakat, kerja keras para agen, serta komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memasukkan data secara jujur. Program ini bukan sekadar soal angka, melainkan upaya memastikan setiap keluarga yang berhak menerima bantuan benar-benar terjangkau oleh negara tanpa ada yang terlewat.
