Kecelakaan Mobil Listrik BYD di Blok M: BYD Atto 1 Tabrak 4 Kendaraan dan Lindas Ojol, Ini Kronologinya!
Inforiau – 24 Oktober 2026 | JAKARTA – Sebuah kecelakaan mobil listrik BYD menggemparkan kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/10/2026) sore. Mobil listrik BYD Atto 1 yang dikemudikan oleh S (46) menabrak empat kendaraan di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan menyebabkan seorang pengemudi ojek online (ojol) mengalami luka-luka. Insiden ini terekam dalam video yang viral di media sosial, memicu perhatian warganet terhadap aspek keselamatan berkendara, khususnya sistem pengereman pada kendaraan listrik.
Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, mengungkapkan kronologi kecelakaan mobil listrik BYD tersebut. Menurutnya, mobil dengan pelat nomor B 1220 KDP itu melaju dari arah selatan ke utara di Jalan Panglima Polim. “Sesampainya di depan Win Hotel, karena kurang hati-hati dan konsentrasi, menabrak kendaraan di depannya,” kata Kharisma saat dikonfirmasi, Sabtu (24/10/2026).
Kecelakaan bermula saat BYD Atto 1 menabrak Honda Brio yang melaju searah di depannya. Namun, mobil tidak berhenti. Kendaraan justru oleng ke kiri dan menghantam sepeda motor Honda Beat yang dikendarai HS. Akibatnya, korban terjatuh dan terlindas, mengalami patah tulang kaki kiri serta luka lecet. “Akibat dari kecelakaan tersebut pengendara sepeda motor mengalami luka (patah tulang kaki kiri dan lecet) dan kerusakan kendaraan,” ujar Kharisma.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, setelah menabrak Honda Brio dan Honda Beat, mobil listrik BYD Atto 1 terus melaju dan kembali menabrak kendaraan lain di sampingnya. Mobil baru berhenti setelah merangsek naik ke pembatas trotoar dan menabrak beberapa kendaraan yang terparkir di sisi kiri jalan. Total ada empat kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun ini, termasuk satu unit sepeda motor ojol.
Peristiwa kecelakaan mobil listrik BYD ini menjadi viral di media sosial, terutama setelah diunggah oleh akun Instagram @dashcam_owners_indonesia dan @warungjurnalis. Warganet menyoroti dugaan masalah pengereman pada mobil listrik tersebut. Beberapa komentar mempertanyakan apakah kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengemudi atau faktor teknis kendaraan. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan pengemudi.
Kasus kecelakaan mobil listrik BYD ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan konsentrasi saat mengemudi, terlebih di kawasan padat lalu lintas seperti Blok M. Pengemudi diimbau untuk selalu menjaga jarak aman dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Selain itu, sosialisasi mengenai fitur keselamatan pada kendaraan listrik perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih memahami cara mengoperasikan teknologi baru tersebut.
Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kecelakaan mobil listrik BYD ini. Namun, penyidik akan meminta keterangan dari sejumlah saksi dan ahli untuk menentukan penyebab pasti insiden. Korban luka telah mendapatkan perawatan medis, sementara kerugian materiil masih dalam penghitungan.
Kecelakaan mobil listrik BYD yang melibatkan BYD Atto 1 di Blok M ini menyita perhatian publik dan menimbulkan diskusi tentang keselamatan kendaraan listrik di Indonesia. Peristiwa ini diharapkan menjadi evaluasi bagi semua pihak, baik pengemudi, produsen, maupun regulator, untuk meningkatkan standar keselamatan berkendara di jalan raya.
