Mbappe dan Yamal Bersinar Jelang Ballon d'Or 2026: Duel El Clasico hingga Persaingan Trofi Bergengsi
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Persaingan menuju Ballon d’Or 2026 semakin memanas. Sorotan utama jatuh pada Mbappe dan Yamal, dua bintang muda yang menjadi tumpuan serangan Real Madrid dan Barcelona. Keduanya tidak hanya bersaing di level klub, tetapi juga masuk dalam jajaran kandidat favorit peraih trofi individu paling bergengsi di dunia sepak bola. Upacara penganugerahan Ballon d’Or 2026 dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 20.00 GMT atau Selasa, 27 Oktober 2026, pukul 03.00 WIB, di Palladium Theatre, London, Inggris.
London terpilih sebagai tuan rumah baru menggantikan Theatre du Chatelet, Paris, yang menjadi lokasi sejak 2019. Pemindahan ini disebut sebagai bentuk penghormatan kepada Stanley Matthews, pemain Inggris yang menjadi pemenang pertama Ballon d’Or pada 1956. Memasuki penyelenggaraan ke-70, ajang yang digagas majalah France Football ini kembali menjadi perdebatan hangat, terutama dalam menentukan siapa yang paling layak menerima trofi utama kategori putra.
Mbappe dan Yamal menjadi dua nama yang paling sering dibicarakan. Menjelang El Clasico pada Senin, 26 Oktober 2026 dini hari WIB, keduanya menunjukkan produktivitas luar biasa di La Liga musim 2026/2027. Mbappe telah mencetak sembilan gol dan dua assist dari sembilan penampilan bersama Real Madrid, dengan 38 tembakan dan 27 di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu, Yamal mengoleksi delapan gol dan enam assist dalam jumlah pertandingan yang sama, menunjukkan kontribusi yang lebih merata dalam hal mencetak gol dan memberi umpan.
Menurut penilaian PokerStars, Harry Kane menjadi favorit utama dengan odds 1,45. Penyerang Bayern Munich itu disebut mencetak 73 gol di berbagai kompetisi sepanjang musim 2025-2026. Sejak bergabung pada 2023, Kane telah mencetak 156 gol dalam 158 pertandingan bersama klub Jerman tersebut. Di belakangnya, Mbappe dan Yamal menempati posisi sebagai pengejar utama. Yamal memiliki odds 3,25, sedangkan Mbappe berada lebih jauh dengan odds 25,00. Meski demikian, performa apik Mbappe dan Yamal tetap membuat persaingan terbuka lebar.
Daftar Marca Top 100 Players musim 2025-2026 juga menempatkan Kane di puncak, diikuti Yamal di posisi kedua dan Mbappe di posisi ketiga. Pemeringkatan ini melibatkan lebih dari 200 mantan pemain, jurnalis, dan analis dari seluruh dunia. Yamal sendiri sudah sangat dekat dengan puncak. Pada Ballon d’Or 2025, ia finis kedua di belakang Ousmane Dembele dan meraih Trofi Kopa sebagai pemain muda terbaik dunia untuk tahun kedua berturut-turut.
Penentuan pemenang Ballon d’Or menggunakan sistem pemungutan suara oleh 100 jurnalis dari berbagai negara. Daftar 30 kandidat akhir disusun oleh tim France Football dan L’Equipe. Juri mempertimbangkan tiga kriteria utama: performa individu termasuk karakter dan penampilan mengesankan; performa kolektif serta gelar yang diraih; dan kualitas permainan serta sportivitas atau fair play. Kriteria ini membuat penilaian tidak hanya bertumpu pada jumlah gol atau gelar juara.
Selain Mbappe dan Yamal, sejumlah nama besar lain turut meramaikan persaingan. Lionel Messi masih dianggap bisa mengejutkan dengan odds 5,00 untuk finis di tiga besar. Khvicha Kvaratskhelia menjadi kandidat kejutan dengan odds 75,00 berkat keberhasilan menjuarai Liga Champions dan meraih pemain terbaik kompetisi tersebut. Erling Haaland juga masuk dalam daftar kandidat yang patut diperhitungkan.
Bagi Mbappe dan Yamal, malam penganugerahan di London akan menjadi momen penentu. Mbappe yang telah lama mengejar trofi ini berupaya membalikkan keadaan melalui performa tajamnya bersama Real Madrid. Sementara Yamal, yang terus menunjukkan perkembangan pesat, berambisi memberi kejutan dan menggeser posisi favorit. Duel keduanya di El Clasico menjadi panggung awal sebelum pengumuman pemenang.
Dengan segala dinamika yang ada, persaingan menuju Ballon d’Or 2026 menjanjikan perdebatan sengit hingga keputusan akhir diumumkan. Mbappe dan Yamal telah membuktikan bahwa mereka adalah dua bintang yang layak diperhitungkan, bukan hanya untuk musim ini, tetapi juga untuk masa depan sepak bola dunia.
