CCTV Palembang Jadi Sorotan: KAI Audit Ketat Stasiun Kertapati, Pencurian Kurir Terungkap Kamera
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Peran CCTV Palembang kembali menjadi perbincangan hangat setelah dua peristiwa berbeda menunjukkan betapa krusialnya keberadaan kamera pemantau dalam menjaga keamanan di Kota Palembang. Di satu sisi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mengevaluasi sistem pengawasan melalui kamera pemantau di Stasiun Kertapati, sementara di sisi lain, rekaman CCTV Palembang menjadi kunci terungkapnya aksi pencurian sepeda motor milik seorang kurir paket di kawasan Gandus. Dua kejadian ini menegaskan bahwa pemanfaatan CCTV Palembang tak lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari sistem keamanan terpadu.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyatakan bahwa audit Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di Stasiun Kertapati dilakukan untuk memastikan penerapan prosedur keamanan berjalan optimal. Menurutnya, audit ini merupakan upaya perusahaan mengevaluasi efektivitas sistem pengamanan sekaligus mengidentifikasi potensi risiko dan gangguan di lingkungan operasional perkeretaapian. Stasiun Kertapati dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan dalam pelaksanaan audit di wilayah kerja KAI Divre III Palembang.
“Bagi KAI, keamanan bukan hanya tentang menjaga aset dan fasilitas perusahaan, tetapi juga memastikan setiap pelanggan merasa aman dan nyaman sejak memasuki stasiun, saat melakukan proses pelayanan, hingga melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api,” ujar Aida di Palembang, Jumat (23/10/2026).
Audit tersebut mencakup pemeriksaan sejumlah fasilitas dan area pelayanan, mulai dari ruang tunggu pelanggan, pemeriksaan tiket atau boarding pass, penerimaan tamu, loket, layanan customer service, hingga pengawasan melalui kamera pemantau atau CCTV Palembang. Pemeriksaan juga meliputi keamanan area parkir, emplasemen stasiun, ruang kontrol CCTV Palembang, serta pengamanan aset perusahaan untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi dengan baik dan prosedur pengawasan diterapkan sesuai ketentuan.
Menurut Aida, hasil audit akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pengamanan, memperkuat mitigasi risiko, serta meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi potensi gangguan yang dapat memengaruhi keselamatan pelanggan dan kelancaran operasional kereta api. Audit tidak hanya berfokus pada pemenuhan standar administrasi, tetapi juga memastikan prosedur pengamanan diterapkan secara nyata di lapangan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap prosedur pengamanan benar-benar memberikan manfaat bagi pelanggan dan masyarakat. Lingkungan stasiun yang aman, tertib, dan terpantau dengan baik akan mendukung kenyamanan pelanggan sekaligus menjaga kelancaran operasional,” jelasnya.
Pelaksanaan audit tersebut juga menjadi bagian dari upaya KAI memastikan pengelolaan pengamanan objek vital nasional dan objek tertentu milik perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pemberian Bantuan Pengamanan pada Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu.
Rekaman CCTV Palembang Ungkap Aksi Pencurian Kurir
Di sisi lain, keberadaan CCTV Palembang terbukti membantu mengungkap kasus pencurian yang menimpa seorang kurir paket. Peristiwa itu terjadi di Jalan Lettu Karim Kadir, dekat simpang Al-Quran Al-Akbar, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, pada Selasa (20/10/2026) siang. Korban mengaku saat itu sedang mengantar paket ke rumah pelanggan dan memarkirkan motornya di pinggir jalan. Ia masuk ke rumah pelanggan untuk mengantar paket, namun setibanya keluar, sepeda motornya sudah tidak ada.
“Motor cuma satu menit saya parkir di pinggir jalan, terkunci stang. Saya masuk lalu balik lagi setelah itu motor tidak ada lagi. Di rekaman CCTV, mereka terlihat sedang menyetep motor saya ke arah Jembatan Musi 2, ya ada dua orang pelakunya,” kata korban, Jumat (23/10/2026).
Selain sepeda motor Honda BeAT bernomor polisi BG-5098-AEG, sekitar 20 paket senilai berkisar Rp1 juta juga dibawa kabur para pelaku. Sebagai konsekuensi, korban harus rela gajinya dipotong secara berkala untuk mengganti nilai paket yang dicuri. “Ke depannya gaji akan dipotong oleh kantor, ya itu sebagai bentuk konsekuensi dan diringankan juga. Kalau gaji sebulan saya terima sekitar Rp3 juta,” ujarnya.
Kapolsek Gandus, AKP I Made Budi Harta Kusuma, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan korban sudah membuat laporan di Polsek dan pihaknya sedang melakukan penyelidikan. “Korbannya sudah buat laporan. Sedang kami selidiki pelakunya, doakan bisa kami ungkap. Kalau kata korban kurang lebih ada 20 paket yang hilang,” katanya.
Dari dua peristiwa ini, terlihat jelas bahwa CCTV Palembang memegang peranan ganda: sebagai alat pencegahan dan pengawasan di fasilitas publik seperti stasiun, sekaligus sebagai bukti otentik dalam pengungkapan tindak kriminal. Keberadaan kamera pemantau yang terintegrasi dengan baik tidak hanya menciptakan rasa aman bagi masyarakat, tetapi juga mempercepat proses penegakan hukum.
Ke depan, penguatan infrastruktur CCTV Palembang di ruang-ruang publik, kawasan permukiman, hingga titik rawan kriminalitas menjadi kebutuhan mendesak. Kolaborasi antara instansi seperti KAI, kepolisian, dan pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi pengawasan akan menjadi kunci terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan terpantau. Dengan begitu, setiap warga Palembang, termasuk para pekerja seperti kurir paket, dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih tenang.
