El Clásico Memanas: Wasit Kontroversial, Koundé Absen, Mourinho Angkat Bicara Jelang Duel Barcelona vs Real Madrid
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Laga elclasico antara FC Barcelona dan Real Madrid kembali menyita perhatian dunia sepak bola. Duel bergengsi yang dijadwalkan berlangsung pada jornada ke-10 La Liga ini tidak hanya menyajikan pertarungan dua raksasa Spanyol di atas lapangan, tetapi juga diwarnai sejumlah dinamika menarik di luar lapangan, mulai dari penunjukan wasit yang menuai sorotan hingga badai cedera yang menerpa kubu tuan rumah.
Partai elclasico kali ini akan dipimpin oleh wasit asal Alicante, Juan Martínez, yang kembali dipercaya memimpin laga panas tersebut. Penunjukan ini langsung membuat kubu Barcelona waspada. Pasalnya, rekam jejak Martínez bersama kedua tim menunjukkan catatan yang sedikit lebih menguntungkan Real Madrid. Dalam empat belas tahun berkarier di kasta tertinggi, wasit tersebut telah memimpin Barcelona sebanyak 32 kali di kompetisi reguler dengan rincian 23 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 4 kekalahan. Sementara itu, Los Blancos telah ia pimpin dalam 42 pertandingan dengan torehan 28 kemenangan, 9 imbang, dan 5 kekalahan.
Menariknya, Martínez bukan sosok asing dalam gelaran elclasico. Debutnya di laga ini terjadi pada musim 2020/21 ketika Barcelona asuhan Ronald Koeman menjamu Madrid dalam kondisi kedua tim sama-sama mengoleksi poin. Laga itu berakhir dengan skor 1-3 untuk kemenangan Madrid, sekaligus menjadi pertemuan terakhir Lionel Messi melawan Madrid di Camp Nou. Dua kemenangan putih lainnya datang di ajang Copa dan Supercopa de España pada 2023 dan 2024 dengan skor masing-masing 4-1 dan 0-4.
Namun, Barcelona juga memiliki kenangan manis bersama Martínez. Pada tahun 2022, kubu azulgrana meraih kemenangan bersejarah 0-4 di Santiago Bernabéu lewat gol Ronald Araújo, Ferran Torres, dan dua gol Pierre-Emerick Aubameyang. Kemenangan tersebut tercatat sebagai salah satu hasil paling dikenang di era kepelatihan Xavi Hernández.
Di sisi lain, pelatih Real Madrid, José Mourinho, angkat bicara soal perbandingan antara timnya dan Barcelona yang tengah memimpin klasemen. Menurutnya, membandingkan kedua tim saat ini tidaklah adil. Mourinho menegaskan bahwa dirinya baru tiga bulan menangani Madrid, dan sebagian besar waktu tersebut tersita oleh pramusim serta jeda internasional. Ia menilai timnya masih berada di fase awal pembangunan, sementara Barcelona sudah tampil sebagai produk yang matang.
“Orang-orang melihat kami seperti produk jadi, padahal produk jadi dalam sepak bola itu sulit karena tidak pernah benar-benar selesai. Kami baru bekerja tiga bulan, dan ini adalah awal dari sebuah proses,” ujar Mourinho. Meski begitu, Madrid datang dengan modal empat kemenangan beruntun, termasuk kemenangan telak atas RB Leipzig di ajang Eropa.
Kabar buruk justru datang dari kubu Barcelona. Bek andalan Jules Koundé dipastikan absen dalam laga elclasico ini akibat cedera pergelangan kaki kiri yang dideritanya saat melawan Real Betis. Koundé bahkan tidak mengikuti sesi latihan terakhir bersama rekan-rekannya pada Sabtu kemarin. Kondisi ini memaksa pelatih Hansi Flick meramu ulang lini belakang yang sudah kehilangan Eric García dan Andreas Christensen.
Selain Koundé, Barcelona juga dipastikan tanpa Dani Olmo yang harus menepi sekitar satu bulan akibat cedera. Situasi ini membuat lini pertahanan Barcelona menjadi titik terlemah menjelang duel krusial. Flick diperkirakan akan kembali memasang formasi empat bek yang sama seperti saat melawan Paris Saint-Germain, dengan menempatkan Xavi Espart di posisi bek kanan, Pau Cubarsí dan Gerard Martín sebagai duet tengah, serta João Cancelo di sisi kiri.
Meski demikian, Barcelona tetap diunggulkan dalam pertarungan elclasico ini. Pasukan Catalan tercatat memenangi enam dari tujuh pertemuan terakhir melawan Madrid di semua kompetisi dan berpotensi menjauh sembilan poin di puncak klasemen jika mampu meraih kemenangan. Catatan apik tersebut menjadi modal berharga bagi Barcelona untuk menjaga momentum di puncak La Liga.
Duel ini diprediksi berjalan sengit mengingat ambisi Madrid untuk memangkas jarak sekaligus membuktikan bahwa proses pembangunan Mourinho mulai menunjukkan hasil. Di sisi lain, Barcelona ingin membuktikan bahwa dominasi mereka atas rival abadi bukanlah kebetulan. Faktor wasit, kondisi fisik pemain, dan strategi kedua pelatih akan menjadi penentu arah pertandingan.
Dengan segala dinamika yang menyertainya, elclasico kali ini dipastikan kembali menjadi magnet bagi pecinta sepak bola dunia. Pertarungan di atas lapangan nanti akan menjadi jawaban atas segala spekulasi yang berkembang, termasuk soal apakah Barcelona mampu mempertahankan dominasinya atau Madrid siap mencuri poin di kandang lawan.
