Arsenal di Persimpangan Musim: Derby London Utara dan Bayang-Bayang Cedera Saka
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Jadwal padat dan badai cedera kembali menghantui arsenal menjelang pekan sibuk yang bisa menentukan arah musim mereka. Dalam waktu kurang dari 48 jam, klub asal London Utara itu harus menghadapi dua pertarungan besar: laga Premier League melawan Everton di Emirates Stadium, Sabtu sore, serta derby London Utara melawan Tottenham Hotspur yang disebut-sebut sebagai laga penentu musim bagi kedua tim. Bagi arsenal, tekanan ini datang bersamaan dengan kabar buruk mengenai kondisi salah satu pemain kuncinya, Bukayo Saka.
Winger andalan Timnas Inggris itu mengalami cedera otot paha depan (quadriceps) dalam laga Liga Champions melawan Bayern Munich di Allianz Arena, Rabu lalu. Ia terpaksa ditarik keluar dalam sepuluh menit pertama dan digantikan oleh Eberechi Eze. Manajer Mikel Arteta mengonfirmasi bahwa Saka dipastikan absen saat Everton bertandang ke Emirates, namun belum bisa memastikan berapa lama sang pemain akan menepi.
“Ia menjalani MRI lagi sore ini karena ada cukup banyak cairan di area tersebut, sehingga sulit memahami sejauh mana cederanya. Kami baru akan tahu lebih pasti besok,” ujar Arteta dalam konferensi pers jelang laga, Jumat.
Namun laporan dari dalam klub menyebutkan bahwa tim medis memperkirakan Saka akan absen minimal enam pekan, dengan kekhawatiran bahwa masa pemulihan bisa mencapai delapan pekan. Artinya, arsenal berpotensi kehilangan winger berusia muda itu hingga periode Natal, momen krusial dalam kalender kompetisi Inggris.
Ketika ditanya soal Saka yang terlihat mengemudikan mobil otomatis ke pusat latihan London Colney tanpa menggunakan kaki kirinya, Arteta menanggapi dengan dingin. “Ia juga tidak perlu memindahkan gigi persneling, bukan? Saya senang ia masih bisa mengemudi,” katanya singkat.
Modal Kandang yang Solid
Meski kehilangan Saka, modal arsenal menghadapi Everton terbilang menjanjikan. Sepanjang musim ini, tim besutan Arteta belum terkalahkan di Emirates Stadium dalam ajang Premier League. Mereka memenangi seluruh empat laga kandang, mencetak sepuluh gol, dan hanya kebobolan dua kali. Rekor delapan kemenangan kandang beruntun turut menjadi bekal kepercayaan diri.
Di sisi lain, Everton datang dengan misi bangkit setelah kalah 2-0 dari Chelsea pekan lalu. Pasukan David Moyes masih bertahan di posisi kedelapan, tetapi kekalahan lain di London bisa membuat mereka kembali terpuruk di papan tengah. Strategi bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik kemungkinan besar akan diterapkan Everton, meski pola serupa gagal membendung Chelsea pekan lalu.
Pertanyaan mengenai agresivitas serangan arsenal memang sempat mencuat. Klub berjuluk The Gunners itu menang tipis 1-0 atas Nottingham Forest dalam laga liga terakhir, tetapi menunjukkan wajah berbeda saat berduel sengit dengan Bayern Munich di Liga Champions. Konsistensi di lini depan tanpa Saka akan menjadi ujian tersendiri.
Derby London Utara yang Menentukan
Di sektor putri, tensi juga memanas. Laga antara Tottenham dan arsenal pada Sabtu, 24 Oktober pukul 12.45 waktu setempat, disebut sebagai derby yang bisa mendefinisikan musim kedua tim. Arsenal Women baru mencetak lima gol dalam enam laga Women’s Super League, salah satu torehan terendah di divisi tersebut. Kabar baiknya, mereka akan menghadapi Tottenham yang kebobolan 12 gol dalam dua pertandingan terakhir.
Namun Tottenham juga tengah berjuang dengan masalahnya sendiri. Start apik mereka di awal musim kini mulai meredup. Pelatih Arsenal Women, Renee Slegers, berada di bawah tekanan setelah enam laga pertama yang mengecewakan, terlebih dengan ekspektasi besar soal perburuan gelar yang digaungkan sejak pramusim. Sejak ditunjuk pada Oktober 2024, persentase kemenangannya di WSL sebesar 65,2 persen, hanya kalah dari Chelsea dan Manchester City.
Alessia Russo menjadi sosok yang patut diwaspadai Tottenham. Penyerang Arsenal itu mencetak lebih banyak gol ke gawang Tottenham dibanding lawan mana pun, meski baru mengoleksi satu gol liga musim ini. Pertemuan ini menjadi peluang emas bagi arsenal untuk mengakhiri paceklik gol sekaligus menegaskan ambisi mereka.
Dua Front, Satu Tekad
Bagi arsenal, pekan ini bukan sekadar soal meraih tiga poin. Laga melawan Everton menjadi pembuktian bahwa kedalaman skuad mampu menutupi absennya Saka, sementara derby melawan Tottenham di sektor putri menjadi cermin ambisi klub secara keseluruhan. Dengan jadwal yang menuntut rotasi cerdas dan mentalitas baja, Arteta dan Slegers dituntut mengambil keputusan tepat.
Bila mampu melewati dua ujian ini dengan hasil positif, arsenal tak hanya menjaga posisi di papan atas, tetapi juga mengirim pesan bahwa musim ini masih jauh dari kata selesai. Sebaliknya, kekalahan di salah satu laga bisa memicu pertanyaan besar tentang arah dan konsistensi klub. Semua mata kini tertuju pada Emirates dan laga derby yang penuh gengsi, karena di sinilah musim Arsenal benar-benar dipertaruhkan.
