Servette Tak Terbendung: Gol Menit 85 Mutandwa Hancurkan Perlawanan Vaduz di Stade de Geneve
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Klub Servette kembali menunjukkan tajinya di kancah Super League Swiss. Bermain di hadapan 6.850 penonton di Stade de Geneve, tim besutan Jocelyn Gourvennec itu sukses menaklukkan tamunya, Vaduz, dengan skor tipis 2-1 berkat gol dramatis di menit ke-85. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Servette untuk terus menempel ketat papan atas klasemen sekaligus menegaskan status mereka sebagai salah satu tim paling konsisten dalam beberapa pekan terakhir.
Laga berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Servette langsung mengambil inisiatif serangan dan membuahkan hasil pada menit ke-15. Thomas Lopes, pemain muda berusia 19 tahun, mencetak gol spektakuler melalui tendangan kaki kiri dari jarak jauh yang meluncur deras ke sudut atas gawang Vaduz. Gol tersebut berawal dari kerja sama apik dengan Steve Rouiller yang merebut bola dan memberikan umpan matang. Keberhasilan Lopes ini terasa istimewa mengingat ia dipercaya mengisi posisi yang ditinggalkan Timothe Cognat dan Miroslav Stevanovic yang tengah dibekap cedera.
Seharusnya, Servette bisa menggandakan keunggulan tak lama kemudian. Namun, kiper Vaduz, Leon Schaffran, tampil gemilang dengan menepis peluang Karlsson, sementara Kingstone Mutandwa hanya mampu membentur tiang gawang. Vaduz yang perlahan bangkit sempat menguasai bola lebih banyak, tetapi kesulitan menembus rapatnya pertahanan Servette. Petaka bagi tim tamu datang ketika Luca Mack harus ditarik keluar akibat cedera lutut pada menit ke-34.
Memasuki babak kedua, Schaffran kembali menjadi tembok tebal bagi Vaduz dengan sejumlah penyelamatan penting. Namun, pada menit ke-77, Lutfi Dalipi berhasil menyamakan kedudukan setelah melakukan kombinasi umpan satu-dua dengan pemain pengganti Dejan Djokic, yang memberikan umpan manis melalui gerakan tumit. Gol tersebut sempat membungkam stadion, tetapi kegembiraan Vaduz hanya bertahan singkat.
Delapan menit berselang, tepatnya menit ke-85, Kingstone Mutandwa menjadi pahlawan kemenangan Servette. Menerima umpan dari Houboulang Mendes, penyerang asal Zambia itu melepaskan tembakan rendah dari jarak 18 meter yang tak mampu dijangkau Schaffran. Gol tersebut merupakan yang kelima bagi Mutandwa dalam lima pertandingan liga berturut-turut, atau keenam jika menghitung dua golnya di ajang Piala Swiss pekan lalu. Performa impresif pemain berusia 23 tahun ini menjadi bukti ketajamannya sebagai ujung tombak Servette.
Dengan hasil ini, Servette semakin kokoh di posisi enam besar klasemen Super League dan mencatatkan kemenangan keempat dalam lima laga terakhir. Kemenangan ini juga menjadi pembalasan atas kekalahan mengejutkan yang dialami Servette di ajang National League hoki es, di mana tim Geneve-Servette dibantai Ajoie dengan skor 5-0. Meski berbeda cabang olahraga, torehan positif di sepak bola jelas menjadi suntikan moral tersendiri bagi klub kebanggaan kota Jenewa tersebut.
Pelatih Jocelyn Gourvennec mengaku puas dengan mentalitas anak asuhnya yang tak pernah menyerah hingga peluit akhir. Menurutnya, kemenangan ini lahir dari kerja keras seluruh pemain yang mampu bangkit setelah sempat kebobolan. Sementara itu, Vaduz gagal memanfaatkan momentum untuk menjauh dari zona degradasi dan masih tertahan di dasar klasemen bersama Grasshopper dan Lausanne.
Berikut susunan pemain kedua tim dalam laga tersebut:
| Servette | Vaduz |
|---|---|
| Gertmonas; Houboulang Mendes, Rouiller, Burch, Mazikou; Simo (Douline 70′), Pedro Naressi; Lambourde (Ouattara 70′), Lopes (Njoh 78′), Karlsson (Allix 90′); Mutandwa | Schaffran; Hasler (Beeli 73′), Lang, Berisha, Schwizer; Mack (Walker 34′); Stark (Eberhard 73′), Cocic, Cabrera (Djokic 60′); Dalipi, Monsberger (Kasper 73′) |
Kartu kuning dalam pertandingan ini dikeluarkan kepada Houboulang Mendes (12′), Rouiller (24′), Pedro Naressi (25′), Cocic (37′), Stark (50′), dan Hasler (61′).
Secara keseluruhan, pertandingan ini menjadi bukti bahwa Servette memiliki kedalaman skuad yang mumpuni meski diterpa badai cedera. Kombinasi pemain muda seperti Thomas Lopes dan ketajaman Mutandwa membuat lini serang Servette tetap berbahaya. Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Servette mampu menembus tiga besar klasemen dan mengancam dominasi tim-tim papan atas seperti Sion dan Lugano. Bagi Vaduz, kekalahan ini menjadi alarm bahwa perjuangan keluar dari zona merah masih sangat panjang dan berat.
