Foto Menkes Pakai Tabung Oksigen Viral, Kemenkes Klarifikasi: Bukan karena Sesak Napas, Ini Faktanya
Inforiau – 25 Oktober 2026 | JAKARTA — Kemenkes klarifikasi foto menkes pakai oksigen saat kunjungan ke Palangka Raya [titlebase] menjadi perbincangan hangat di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Foto Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang tampak menggunakan tabung oksigen saat meninjau fasilitas kesehatan di Kalimantan Tengah itu sempat beredar luas disertai narasi bahwa dirinya mengalami sesak napas akibat kabut asap karhutla. Melalui akun Instagram resminya, Menkes membantah keras narasi tersebut dan menegaskan bahwa kondisinya saat itu dalam keadaan sehat.
“Menanggapi narasi yang beredar di media sosial mengenai foto saya menggunakan tabung oksigen, fotonya memang benar namun narasi yang beredar tidak benar. Saya sama sekali tidak merasa sesak pada saat itu, saya juga terbantu dengan masker KN95 selama kunjungan berlangsung,” tulis Budi dalam unggahannya, dikutip Minggu (25/10/2026).
Kemenkes klarifikasi foto menkes pakai oksigen saat kunjungan ke Palangka Raya [titlebase] ini penting untuk meluruskan informasi yang menyesatkan publik. Menurut penjelasan Menkes, penggunaan tabung oksigen dalam foto tersebut murni bertujuan memberikan informasi sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai keberadaan fasilitas Rumah Oksigen di Palangka Raya. Ia ingin menunjukkan secara langsung bagaimana fasilitas tersebut bekerja dan dapat dimanfaatkan warga yang membutuhkan.
Meninjau Sejumlah Fasilitas Kesehatan
Kunjungan kerja Menkes ke Palangka Raya dilakukan pada Jumat (23/10/2026) di tengah memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan. Bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Budi meninjau sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari Puskesmas Menteng, Rumah Oksigen di Ruang Terbuka Hijau Bundaran Besar, RSUD dr. Doris Sylvanus, Puskesmas Panarung, hingga Rumah Oksigen MDMC.
Peninjauan tersebut difokuskan untuk memastikan kesiapan fasilitas serta ketersediaan dukungan medis bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap. Dalam kesempatan itu, Budi juga memastikan kesiapan Rumah Oksigen dan Bus Oksigen Keliling yang disediakan pemerintah provinsi untuk menjangkau warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Melalui keterangan resminya, Menkes menjelaskan bahwa Rumah Oksigen MDMC dilengkapi sistem penyaringan udara menggunakan HEPA filter. Fasilitas itu dapat dimanfaatkan warga yang mengalami keluhan pernapasan untuk beristirahat sekaligus mendapatkan bantuan oksigen dengan pemantauan tenaga kesehatan.
“Kalau warga mulai sesak segera ke rumah oksigen terdekat. Ruangan ini disaring ketat pakai HEPA. Kalian cukup duduk istirahat, beri waktu paru-paru bernapas lebih lega dan nikmati udara dengan konsentrasi oksigen 100 persen. Ada tenaga kesehatan yang memantau dan jika butuh penanganan lebih akan langsung dirujuk ke rumah sakit,” kata Budi.
Kemenkes klarifikasi foto menkes pakai oksigen saat kunjungan ke Palangka Raya [titlebase] juga menyoroti pentingnya tabung oksigen murni bagi para relawan pemadam api. Menurut Budi, saturasi oksigen relawan kerap turun di bawah 90 persen akibat paparan polusi yang tinggi, sehingga keberadaan fasilitas oksigen menjadi sangat krusial.
Kondisi Kabut Asap yang Masih Pekat
Hingga Sabtu (24/10/2026), kabut asap akibat karhutla masih menyelimuti Kota Palangka Raya dengan jarak pandang yang terbatas. Wina, seorang warga, mengaku terpaksa keluar rumah karena ada urusan yang harus diselesaikan dan berkendara dengan sangat hati-hati. “Asapnya sangat pekat hari ini, jarak pandang pun kian terbatas saat berkendara,” ujarnya.
Senada dengan itu, Edy, warga lainnya, mengaku prihatin dengan kondisi asap pekat yang masih menyelimuti daerah setempat. Menurutnya, berkendara saat kondisi asap seperti ini sangat rawan karena jarak pandang terbatas.
Berdasarkan laporan rutin Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng hingga 23 Oktober 2026, akumulasi karhutla mencapai 6.952 kejadian dengan luasan terbakar 20.108,18 hektare untuk seluruh wilayah provinsi. Khusus Palangka Raya, tercatat 957 kejadian dengan luasan terbakar 1.286,94 hektare.
| Wilayah | Jumlah Kejadian | Luas Terbakar |
|---|---|---|
| Kalimantan Tengah (akumulasi) | 6.952 | 20.108,18 hektare |
| Palangka Raya (akumulasi) | 957 | 1.286,94 hektare |
| Kalteng (harian 23/10) | 51 | 140,31 hektare |
| Palangka Raya (harian 23/10) | 3 | 15,95 hektare |
Dalam kunjungannya, Menkes meminta warga membatasi aktivitas di luar ruangan untuk meminimalkan dampak kesehatan akibat asap karhutla. Imbauan ini sejalan dengan upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah melalui penyediaan Rumah Oksigen dan Bus Oksigen Keliling.
Kemenkes klarifikasi foto menkes pakai oksigen saat kunjungan ke Palangka Raya [titlebase] menegaskan bahwa edukasi publik menjadi prioritas di tengah situasi darurat kabut asap. Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya pada narasi yang beredar tanpa verifikasi dan lebih mengutamakan informasi dari sumber resmi pemerintah.
Dengan adanya klarifikasi ini, publik diharapkan memahami bahwa keberadaan Rumah Oksigen merupakan bentuk kesiapan pemerintah dalam melindungi warga dari dampak buruk polusi udara. Masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan diminta tidak ragu mendatangi fasilitas terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat sebelum kondisinya memburuk.
