Arema FC Pecat Marcos Santos, Shin Tae-yong bak Malaikat Pencabut Nyawa Pelatih Lawan
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Keputusan besar akhirnya diambil manajemen Arema FC. Kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 menjadi pemicu berakhirnya kerja sama dengan pelatih kepala Marcos Santos. Peristiwa ini melengkapi narasi menarik di kompetisi musim ini, di mana Arema FC pecat Marcos Santos, Shin Tae-yong bak malaikat pencabut nyawa pelatih lawan, karena hasil buruk di laga yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, itu langsung berujung pada pemecatan sang juru taktik asal Brasil.
Manajemen Singo Edan mengumumkan keputusan tersebut pada Jumat (23/10/2026). General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa langkah ini tidak diambil secara terburu-buru. Marcos Santos memang telah memasuki musim keduanya bersama klub dan dinilai cukup mengenal karakter sepak bola Indonesia. Namun, rentetan lima pertandingan tanpa kemenangan menjadi indikator kuat bahwa tim membutuhkan momentum serta ruang penyegaran baru.
“Keputusan ini tentu tidak mudah, apalagi ini merupakan musim kedua bagi Marcos Santos yang sebenarnya dinilai sangat mengenal karakter sepak bola Indonesia. Namun, lima laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting bahwa tim butuh momentum dan ruang refreshment baru,” ujar pria yang akrab disapa Inal tersebut.
Ia menambahkan, manajemen memutuskan untuk mengistirahatkan sekaligus mengakhiri kerja sama secara profesional demi kebaikan bersama. Evaluasi tidak semata-mata didasarkan pada hasil pertandingan terakhir, melainkan juga mempertimbangkan kebutuhan tim, kondisi internal, hingga efektivitas kepemimpinan pelatih. Menurut Inal, penilaian terhadap seorang pelatih tidak cukup hanya berdasarkan citra atau pandangan publik. Ada kenyataan di balik layar yang tidak diketahui banyak orang, termasuk peran strategis mulai dari perancangan program latihan hingga eksekusi taktikal yang sepenuhnya dijalankan oleh jajaran asisten pelatih.
Kekalahan dari Persija membuat posisi Arema semakin terpuruk di klasemen sementara. Hingga pekan keenam, klub kebanggaan Aremania itu menempati peringkat ke-12. Marcos mulai menangani Arema sejak awal musim 2025/2026. Pada musim pertamanya, ia memimpin tim dalam 34 pertandingan Super League dan membawa Arema mengakhiri kompetisi di posisi kesembilan. Memasuki musim keduanya, performa Arema justru belum menunjukkan konsistensi. Dari enam pertandingan awal musim 2026/2027, Singo Edan hanya mampu meraih satu kemenangan, yakni saat menghajar Isenmulang Kalteng FC dengan skor 4-0, sementara tiga laga berakhir imbang dan dua lainnya berakhir dengan kekalahan.
Di sisi lain, kemenangan besar Persija atas Arema tidak lepas dari tangan dingin Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu semringah timnya berpesta gol di hadapan pendukung sendiri. Lima gol Persija berasal dari brace Alexander Jeremejeff pada menit ke-10 dan ke-45, Stjepan Loncar pada menit ke-76, Victor Dethan pada menit ke-80, serta Ivan Mamut pada menit 90+2. Shin Tae-yong menyebut kemenangan ini berkat kerja keras seluruh pemain yang tidak menyerah hingga peluit akhir.
“Ya, pertama-tama, kemenangan hari ini berkat semua pemain kami yang tidak menyerah dan semuanya bermain dengan kerja keras,” ujar Shin Tae-yong dalam konferensi pers setelah laga.
Ia juga mengaku kekalahan menyakitkan 2-3 dari Persita Tangerang pada pekan kelima di Banten International Stadium menjadi pelajaran berharga bagi Persija. Berkat kemenangan tersebut, Macan Kemayoran kembali ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 15 poin dari enam penampilan. Menariknya, laga melawan Arema juga diwarnai keputusan taktik Shin dengan memarkir Shayne Pattynama. Pemain yang baru memperkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 itu hanya duduk di tribune VVIP, bahkan belum pernah masuk line-up Persija musim ini karena disesuaikan dengan kebutuhan taktik.
Ironi pun muncul di permukaan. Arema FC pecat Marcos Santos, Shin Tae-yong bak malaikat pencabut nyawa pelatih lawan, karena kekalahan telak di laga tersebut menjadi pukulan terakhir bagi karier Marcos di Malang. Dalam catatan kompetisi, BRI Super League baru berjalan enam pekan, tetapi Marcos sudah menjadi pelatih keempat yang dipecat. Arema pun kini dikabarkan tengah mencari pelatih baru, dan nama Joel Cornelli paling ramai disuarakan Aremania sebagai kandidat pengganti.
Meski berpisah dengan sang pelatih, manajemen Arema tetap memberikan apresiasi atas kontribusi Marcos Santos selama menangani tim. Klub berjanji akan segera menentukan arah baru demi menyelamatkan perjalanan Singo Edan di kompetisi musim 2026/2027. Bagi Persija, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk mempertahankan posisi puncak, sekaligus menegaskan bahwa tim asuhan Shin Tae-yong tengah berada dalam performa terbaiknya.
Secara keseluruhan, dinamika pekan keenam BRI Super League 2026/2027 menyajikan dua sisi yang kontras. Di satu sisi, Arema FC pecat Marcos Santos, Shin Tae-yong bak malaikat pencabut nyawa pelatih lawan, menjadi gambaran kerasnya persaingan di dunia sepak bola profesional, di mana hasil di lapangan menjadi tolok ukur utama. Di sisi lain, Persija di bawah Shin Tae-yong terus menunjukkan kualitas dan konsistensi. Bagi Aremania, harapan kini tertuju pada sosok pelatih baru yang mampu membangkitkan kembali semangat Singo Edan dan mengembalikan tim ke jalur kemenangan.
Editor: Abuzar Samad
